Search in:

GBM “PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH DIABETES”

Kegiatan Gizi Bakti Masyarakat (GBM) ini merupakan serangkaian kegiatan yang dikemas secara menarik dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional sekaligus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan dengan tema “PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH DIABETES

Tujuannya

  • Meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang bahayanya penyakit diabetes.
  • Mencegah terjadinya penyakit diabetes dini pada suatu kalangan Masyarakat.
  • Mengurangi prevalensi diabetes warga Negara Indonesia.

Mari mengenal apa itu Diabetes (kencing manis) ?

Diabetes adalah suatu kondisi dimana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh memproduksi insulin, sutu hormon yang dikeluarkan oleh pangkreas, untuk memecahkan gula yang dikonsumsi dalam makanan.

Penurunan produksi dan/ pemanfaatan insulin menyebabkan diabetes. Jika tidak diobati atau tidak terkontrol, Diabetes dapat menyebabkan masalah serius, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal dan lain-lain. Beberapa diantaranya mungkin mengancam nyawa.

Apa gejala umum Diabetes ?

  • Gangguan penglihata, kadar gula darah tinggi menyebabkan lensa membengkak dapat menjadi kabur atau berkabut.
  • Buang air kecil lebih sering dari sebelumnya (poliuri).
  • Mudah lapar dan makan lebih banyak (polifagi), berat badan turun drastis.
  • Kesemutan atau kebas ditangan dan kaki
  • Sering haus dan cenderung minum air berlebihan (polidipsi).
  • Luka sulit sembuh
  • Infeksi pada, kulit, kandung kemih atau gusi, dan gatal-gatal didaerah genital
  • Mudah lelah.

Diet pada Diabetes Melitus, keluarga mempunyai peranan sangat penting dalam pengaturan makanan :

  • Jumlah kalori ditentukan menurut, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan aktivitas.
  • Batasi penggunaan karbohidrat kompleks seperti : nasi, lontong, roti, ketan, jagung, kentang dll. Dikurangi jumlahnya dan kebiasaan sehari-hari.
  • Hindari penggunaan sumber karbohidrat sederhana/ mudah diserap seperti gula pasir, gula jawa, sirup, selai, manisan, buah-biahn, susu kentalmanis, minuman botol ringan, dodol, eskrim, kue-kue manis, bolu dll.
  • Banyak mengonsumsi sayuran (brokoli, asparagus, wortel) dan buah-buahan (Jeruk, Kiwi, Pisang, Apel, Stawbery)
  • Disarankan untuk banyak meminum air mineral

Kesimpulan  yang didapatkan dari pemeriksaan dalam layanan kesehatan, yaitu mayoritas dari orang tua terutama ibu-ibu mengalami obesitas, dan sebagian besar berasal dari ibu rumah tangga, dikarenakan kurang berolahraga dan kurang memperhatikan jumlah asupan makanan sehari-hari.

Pada kasus pertama, obesitas didapatkan pada seorang ibu dengan frovesi sebagi Guru, memiliki keluhan bahwa hasil IMT yag didapatkan ibu tersebut tergolong dalam golongan obesitas, sedangkan konsumsi makanan sehari-hari termasuk dalam kategori cukup baik (banyak mengkonsumsi sayur dan meminimalisir pengkonsumsian nasi/ karbohidrat) diiringi dengan olahraga rutin, dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa pola hidup yang dijalankan oleh ibu tersebut belum tergolongan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pada kasus kedua, terdapat seorang ibu yang bekerja sebagi seorang petani memiliki status IMT pra-obesitas, sedangkan kesehariannya adalah bertani yang tergolong dalam aktifitas fisik berat. Dari uraian ibu tersebut, kami mendapatkan pola konsumsi makanan ibu tersebut banyak mengkonsumsi gorengan dan es yang menyebabkan peningkatan jumlah kalori.

 

 

2 thoughts on “GBM “PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH DIABETES”

ig

Every weekend i used to pay a visit this web page, as i
wish for enjoyment, for the reason that this this website conations actually pleasant funny
stuff too.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *