Search in:

Pengenalan Penyakit Ginjal

Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat. Setiap hari kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Tiap ginjal tersusun dari sekitar sejuta unit penyaring yang disebun nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar yang sebagian besar berupa protein.

Selanjutnya melewati tubulus yang mengambil kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbahnya. Ginjal juga menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah dan kadar garam, hormon erythropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah, serta menghasilkan bentuk aktif vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.Gangguan pada ginjal dapat berupa penyakit ginjal kronis (PGK) atau dahulu disebut gagal ginjal kronis, gangguan ginjal akut (acute kidney injury) atau sebelumnya disebut gagal ginjal akut.

Penyakit ginjal kronik adalah perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat (biasanya berlangsung selama beberapa tahun) yang disebabkan karena kelainan stuktur atau kelainan fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan dengan implikassi pada kesehatan. Penyakit ginjal kronis didefinisikan sebagai kerusakan ginjal dan/atau penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) kurang dari 2 60mL/min/1,73 m selama minimal 3 bulan (Kidney Disease Improving Global Outcomes, KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management).

PENGKAJIAN GIZI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK

Tujuan pengkajian (assesmen) adalah mengidentifikasi problem gizi dan faktor penyebabnya melalui pengumpulan, verifikasi dan interpretasi data secara sistematis. Langkah asessmen gizi mengumpulkan, memilih data yang dapat memenuhi status gizi dan kesehatan. Berikutnya adalah menggelompokan data berdasarkan antropometri, data biokimia, data fisik/ klinis, data riwayat gizi, data dengan standar untuk mengetahui kesesuaian atau terjadinya ketidaksesuaian sehingga didapat masalah atau problem atau diagnosis. Uraian komponen asessmen dijelaskan sebagai berikut.

Anamnesis

Mengisi identitas pasien, mulai dari nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, alamat, nomor rekam medik, ruang perawatan, tanggal masuk rumah sakit, tanggal kasus, dan diagnosis medis

Antropometri

  1. Tinggi badan dan berat badan

Berat badan pada pasien penyakit ginjal kronik sering dipengaruhi adannya cairan yang menumpuk di tungkai kaki (edema) atau  diperut/ asites.Oleh karena itu berat badan yang digunakan adalah berat badan kering.Berat badan kering adalah berat badan tanpa adanya penumpukan cairan, biasanya pada pasien hemodialisi sehingga dapat di ukur indeks masa tubuh (IMT). Berat badan interdyalitic weight gain adalah kenaikan berat badan pada pasien penyakit ginjal kronikdiantara hemodialysis. Peningkatan berat badan diantara dialysis diharapkan tidak lebih dari 5 % dari berat badan kering.

Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:

Berat Badan (Kg)

IMT     = ——————————————————-

Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)

Tabel 4. Batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

  Kategori IMT
Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4
Normal 18,5 – 25,0
Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0
Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

 

  1. Lingkar lengan atas (LILA)

Pengkategorian LILA:

Underweight :<18,5 cm

Normal : 18,5 cm – 22,9 cm

Overweight at risk : 23 cm – 24,9 cm

ObeseI : 25 cm – 29,9 cm

Obese II : ≥ 30 cm

  1. Lemak subkutan
  2. Pengukuran komposisis tubuh dapat menggunakan alat BIA (biopedance analysis)
  3. Lain-lain

NB: Pengukuran status gizi pada pasien penyakit ginjal kronik di anjurkan menggunakan beberapa parameter selain IMT.

(Dosen Gizi, Ibu Amilia Yuni Damayanti, S.Gz., M.Gizi)

 

307 thoughts on “Pengenalan Penyakit Ginjal

Order HGH Human Growth Hormones Online

You really make it seem really easy with your presentation but I in finding this matter to be actually one thing which I think I might never understand. It seems too complicated and very wide for me. I’m looking forward in your subsequent submit, I will attempt to get the hold of it!

Reply
prom car rental near me

Most of whatever you claim happens to be astonishingly appropriate and that makes me ponder the reason why I hadn’t looked at this in this light previously. Your article truly did turn the light on for me as far as this subject goes. But there is 1 point I am not necessarily too cozy with so whilst I try to reconcile that with the actual main theme of your point, let me see just what all the rest of your subscribers have to say.Very well done.

Reply
svolrfinotews

I have been absent for a while, but now I remember why I used to love this site. Thank you, I will try and check back more frequently. How frequently you update your site?

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *