Search in:

Anjuran Penderita DM (Diabetes Mellitus)

Penderita DM dianjurkan memilih jenis bahan makanan maupun makanan yang tidak cepat meningkatkan kadar glukosa darah. Bahan makanan atau makanan yang cepat meningkatkan kadar glukosa darah dikatakan memiliki indeks glikemik tinggi. Konsep indeks glikemik dikembangkan untuk mengurutkan makanan berdasarkan kemampuannya dalam meningkatkan kadar glukosa darah setelah dibandingkan dengan makanan standar. Konsep tersebut sangat berguna bagi orang-orang yang mengalami kegagalan toleransi glukosa. Pada penelitian tersebut juga disimpulkan bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mencegah terjadinya diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Selain dari bahan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, perlu pula diperhatikan cara pengolahan makanan, karena beberapa cara pengolahan makanan dapat meingkatkan nilai indeks glikemik, yaitu: merebus/mengukus dan menghaluskan bahan (bubur,juice,dan lain-lain). Persentase protein dan lemak dalam menu akan menurunkan nilai indeks glikemik termasuk jumlah serat dan zat anti gizi (tanin dan fitat).

Para ilmuwan telah menemukan bahwa kenaikan kadar glukosa darah dapat diperkirakan dari makanan yang mengandung beberapa jenis pangan IG berbeda. Oleh karena itu, kandungan karbohidrat total makanan dan sumbangan masing-masing pangan terhadap karbohidrat total harus diketahui. Indeks glikemik pangan campuran mencerminkan bobot karbohidrat dari tiap pangan penyusunnya. Untuk praktisnya, IG pangan campuran berada diantara IG pangan tertinggi dan IG pangan terendah diantara komponen penyusun pangan tersebut. Oleh sebab itu membuat menu makanan lebih bervariasi juga menurunkan IG pangan keseluruhan.

Disamping indeks glikemik pangan, perlu pula diperhatikan kandungan karbohidrat dari makanan, karenaakan mempengaruhi beban glikemik. Beban glikemik merupakan suatu parameter untuk menilai kecepatan glukosa dari suatu makanan memasuki peredaran darah dan menilai banyaknya glukosa yang terkandung dari makanan tersebut, sehingga beban glikemik dapat digunakan untuk menilai pengaruh makanan terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Perhitungan beban glikemik adalah dengan mengalihkan indeks glikemik pangan dengan kandungan karbohidrat pangan yang disajikan dibagi 100. Beban glikemik pangan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Beban glikemik rendah : <10
  2. Beban glikemik sedang : 11-19
  3. Beban glikemik tinggi : >20

Gula dari produk-produk lain dari gula dikurangi, kecuali pada keadaan tertentu. Misalnya, penderita dengan diet rendah protein dan yang mendapatkan makanan cair, gula boleh diberikan untuk mencukupi kebutuhan kalori dalam jumlah terbatas. Penggunaan gula dalam bumbu diperbolehkan. Anjuran penggunaan gula tidak lebih dari 5% total kebutuhan kalori. Pengunaan pemanis alternatif pada diabetes, aman digunakan asal tidak melebihi batas aman (accepted dialy intake). Misalnya, fruktosa <50 g/hr, jika berlebih menyebabkan diare, sorbitol< 30 g jika berlebih menyebabkan kembung dan diare, manitol <20 g/hr, sakarin 1g/hr, asesulfame K 15 mg/kg BB/hr, siklamat 11 mg/kg BB/hr.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai dari perencanaan makan tidak memperburuk glukosa darah pada individu dengan DM tipe 1 dan 2. Sukrosa dari makanan harus diperhitungkan sebagai penggati karbohidrat makanan lain dan tidak hanya dengan menambahkannya pada perencanaan makanan. Dalam melakukan substitusi ini kandungan zat gizi dari makanan-makanan manis yang pekat dan kandungan zat gizi lain dari makanan yang mengandung sukrosa harus dipertimbangkan, seperti lemak yang sering ada bersama sukrosa dalam makanan. Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil daripada sukrosa dan kebanyakan karbohidrat jenis tepung-tepungan. Dalam hal ini fruktosa dapat memberikan keuntungan sebagai bahan pemanis pada diet diabetes. Namun, pengaruhnya dalam jumlah besar (20% energi) potensial merugikan pada kolesterol dan LDL. Penderita dislipidemia hendaknya menghindari mengonsumsi fruktosa dalam jumlah besar, tetapi tidak ada alasan untuk menghindari makanan seperti buah-buahan dan sayuran yang mengadung fruktosa alami maupun konsumsi sejumlah makanan yang mengadung pemanis fruktosa.

Sorbitol, manitol dan xylitol adalah gula alkohol biasa yang mengadung 7 kkl/g dan menghasilkan respon glikemik lebih rendah daripada sukrosa dan karbohidrat lain. Penggunaan pemanis tersebut secara berlebihan dapat mempunyai pengaru laksatif. Sakarin dan aspartame adalah pemanis tidak bergizi yang dapat diterima sebagi pemanis pada semua penderita DM.

Bahan makanan tinggi asam lemak tidak jenuh tunggal seperti nuts, alpukat dan minyak zaitun, baik digunakan dalam perencanaan makan bagi penderita DM dengan kadar trigliserdia dan VLDL yang meningkat. Pada penderita dengan kadar trigliserida >1000 mg/dl mungkin perlu penurunan semua tipe lemak makanan untuk menurunkan kadar lemak plasma dalam bentuk kilomikron.

Tambahan suplemen vitamin dan mineral pada penderita DM yang asupan gizinya cukup tidak diperlukan, meskipun alasan teoritis untuk memberikan sumber antioksidan, namun hanya sedikit bukti yang menunjang bahwa terapi tersebut menguntungkan, termasuk suplemen kromium pada penderita DM yang tidak kekurangan kromium. Pemberian kromium menguntungkan pengendalian glikemik bagi penderita DM yang kekurangan kromium.

 

Tabel 1.Kriteria indeks glikemik

Kategori Rentang Indeks Glikemik
Ig rendah <55
Ig sedang (intermediate) 55-70
Ig tinggi >70

 

Tabel 2.Sajian, jumlah dan kisaran total karbohidrat

Sajian Karbohidrat (SK) Jumlah Karbohidrat (g) Kisaran Total Karbohidrat (g)
123

4

5

153045

60

75

8-2223-3738-52

53-65

66-80

 

Tabel 3. contoh menu dan perhitungan indeks glikemik menu

Menu Bahan makanan Berat (g) Kandungan KH %total KH Indeks glikemik Sumbangan indeks glikemik
Nasi putih Beras giling 50 39,8 73,7 32,7 24,10
Bacem ayam Ayam 50 0,0 0,0 0,0 0,00
Perkedel tahu Tahu 50 0,9 1,7 -2,0 -0,03
Cah jamur tiram+wortel sawi ijo Jamur tiramWortelSawi ijo 2525

50

1,31,2

1,0

2,42,2

1,9

15,028,7

15,0

0,360,64

0,28

Pepaya Pepaya 100 9,8 18,5 49,2 8,92
54,0 100,0 34,27

 

Keterangan

  • Kandungan karbohidrat per gram bahan: sumber DKBM/TKPI
  • % KH total (kandungan karbohidrat pangan:total kandungan karbohidrat menu)x 100%
  • Indeks glikemik (IG): nilai indeks glikemik pangan (dari daftar)
  • Sumbangan terhadap IG/IG campuran: %KH total x IG

Tabel 4. Contoh menu dan perhitungan beban glikemik menu

Menu Bahan Makanan Berat (g) Kandungan Karbohidrat (g) Indeks Glikemik Beban Glikemik
Nasi putih Beras giling 50 0 0 0
Bacem ayam Ayam 50 0,9 -2,0 -0,02
Perkedel tahu Tahu 25 1,3 15,0 0,20
Cah jamur tiram+wortel sawi ijo Jamur tiram 25 1,2 28,7 0,35
Wortel 50 1,0 15,0 0,15
Sawi ijo 9,8 4,84
pepaya Pepaya 100 54,0 49,2 18,51

 

 

Keterangan :

  • Beban glikemik : Kandungan Karbohidrat (gram) x Indeks Glikemik

100

Jumlah Kandungan Kalori 

 

1.     Komposisi Makanan yang Dianjurkan terdiri dari:
  • Karbohidrat
  • Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi. Terutama karbohidrat yang berserat
  • Pembatasan karbohidrat total <130 g/hari tidak dianjurkan.
  • Glukosa dalam bumbu diperbolehkan sehingga penyandang diabetes dapat makan sama dengan makanan keluarga yang
  • Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% total asupan
  • Pemanis alternatif dapat digunakan sebagai pengganti glukosa, asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted Daily Intake/ADI).
  • Dianjurkan makan tiga kali sehari dan bila perlu dapat diberikan makanan selingan seperti buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari.
    • Lemak
    • Asupan lemak dianjurkan sekitar 20- 25% kebutuhan kalori, dan tidak diperkenankan melebihi 30% total asupanenergi.
    • Komposisi yangdianjurkan:
  • lemak jenuh < 7 % kebutuhan kalori.4
  • lemak tidak jenuh ganda<10%.
  • selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal.
    • Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain: daging berlemak dan susu full
    • Konsumsi kolesterol dianjurkan< 200 mg/hari.
    • Protein
  • Kebutuhan protein sebesar 10 – 20% total asupanenergi.
  • Sumber protein yang baik adalahikan, udang, cumi, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit,produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu dan
  • Pada pasien dengan nefropatidiabetik perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg BB perhari atau 10% dari kebutuhan energi, dengan 65% diantaranya bernilai biologik tinggi. Kecuali pada penderita DM yang sudah menjalani hemodialisis asupan protein menjadi1-1,2g/kgBBperhari.
    • Natrium
    • Anjuran asupan natriumuntuk penyandang DM sama dengan orang sehatyaitu<2300mgperhari.
    • Penyandang DM yang juga menderita hipertensi perlu dilakukan pengurangan natrium secara
    • Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin, soda, dan bahan pengawet seperti natrium benzoat dan natriumnitrit.
    • Serat
    • Penyandang DM dianjurkan mengonsumsi serat dari kacang- kacangan, buah dan sayuran serta sumber karbohidrat yang tinggi
    • Anjuran konsumsi serat adalah 20-35 gram/hari yang berasal dari berbagai sumber bahan
    • Pemanis Alternatif
  • Pemanis alternatif aman digunakan sepanjang tidak melebihi batas aman (Accepted DailyIntake/ADI).
  • Pemanis alternatif dikelompokkan menjadi pemanis berkalori dan pemanis tak
  • Pemanis berkalori perlu diperhitungkan kandungan kalorinya sebagai bagian dari kebutuhan kalori, seperti glukosa alkohol danfruktosa.
  • Glukosa alkohol antara lain isomalt, lactitol,maltitol,mannitol, sorbitol danxylitol.
  • Fruktosa tidak dianjurkan digunakan pada penyandang DM karena dapat meningkatkan kadar LDL, namun tidak ada alasan menghindari makanan seperti buah dan sayuran yang mengandung fruktosa
  • Pemanis tak berkalori termasuk: aspartam, sakarin, acesulfame potassium, sukralose,neotame.

Tabel 5. Kadar indeks glikemik beberapa pangan (per 100 gram)

Pangan Indeks Glikemik
Teh 10
Jamur 10
Brokoli 10
Kopi 16
Kedelai 18
Susu rendah lemak 26
Telur 30
Mentega 30
Kacang hijau 31
Spageti 32
Keju 33
Apel 40
Strawberi 40
Jeruk 40
Pir 41
Anggur 43
Susu kedela 44
Jus jeruk 46
Mie instant 47
Kentang 54
Pisang 58
Bubur polos 58
Madu 58
Papaya 60
Mangga 60
Es krim 62
Kismis 64
Bit 64
Cola (soda) 65
Nanas 66
Kacang polong 42
Jagung* 62
Beras putih* 82
Beras merah* 47
Sorgum* 43
Singkong* 79
Bentul* 71
Pisang kepok* 43
Pisang Ambon** 33
Sukun* 65
Kacang hijau*** 50
Kacang merah*** 41

Ket: *bahan pangan diolah dengan cara dikukus, ** tidak diolah; *** diolah dengan cara direbus

2.     KebutuhanKalori

Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan penyandang DM, antara lain dengan memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kal/kgBB ideal. Jumlah kebutuhan tersebut ditambah atau dikurangi bergantung pada beberapa faktor yaitu: jenis kelamin, umur, aktivitas, berat badan, dan lain-lain. Beberapa cara perhitungan berat badan ideal adalah sebagaiberikut:

  • Perhitungan berat badan ideal(BBI) menggunakan rumus Broca yang dimodifikasi:
    • Berat badan ideal=

90% x (TB dalam cm – 100) x 1 kg.

  • Bagipria dengan tinggi badan dibawah

160 cm dan wanita di bawah 150 cm, rumus dimodifikasi menjadi:

  • Berat badan ideal (BBI) =

(TB dalam cm-100) x1kg. BB Normal: BB ideal ± 10 %

Kurus : kurang dari BBI-10% Gemuk : lebih dari BBI+10%

  • Perhitungan berat badan ideal menurut Indeks Massa Tubuh(IMT).

Indeks massa tubuh dapat dihitung dengan rumus:

IMT = BB(kg)/TB(m2)

Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori antara lain:

  • Jenis Kelamin

Kebutuhan kalori basal perhari untuk perempuan sebesar 25 kal/kgBB sedangkan untuk pria sebesar 30kal/kgBB.

  • Umur
  • Pasien usia diatas 40 tahun, kebutuhan kalori dikurangi 5% untuk setiap dekade antara 40 dan 59
  • Pasien usia diantara 60 dan 69 tahun, dikurangi 10 %.
  • Pasien usia diatas usia 70 tahun, dikurangi 20%.
  • Aktivitas Fisik atau Pekerjaan

Kebutuhan kalori dapat ditambah sesuai dengan intensitas aktivitas fisik.

  • Penambahan sejumlah 10% dari kebutuhan basal diberikan pada keadaan
  • Penambahan sejumlah 20% pada pasien dengan aktivitas ringan: pegawai kantor, guru, iburumah
  • Penambahan sejumlah 30% pada aktivitas sedang: pegawai industri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak
  • Penambahan sejumlah 40% pada aktivitas berat: petani, buruh, atlet, militer dalam keadaan
  • Penambahan sejumlah 50% pada aktivitas sangat berat: tukang becak, tukanggali.
  • Stres Metabolik

Penambahan 10-30% tergantung dari beratnya stress metabolik (sepsis, operasi,trauma).

  • Kehamilan/ laktasi: Trimester 1 diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester 2 dan 3 diperlukan 350 kalori/hari, pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kkal/hari.
  • Adanya komplikasi : infeksi, trauma, atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk tiap kenaikan suhu 1 derajat celsius.
  • Berat Badan : bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung pada tingkat kegemukan/kekurusannya. Berat Badan Penyandang DM yang gemuk, kebutuhan kalori dikurangi sekitar 20- 30% tergantung kepada tingkat kegemukan.
  • Penyandang DM kurus, kebutuhan kalori ditambah sekitar 20-30% sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan BB.
  • Jumlah kalori yang diberikan paling sedikit 1000-1200 kal perhari untuk wanita dan 1200-1600 kal perhari untuk pria. Normal 1700-2100 kalori dan gemuk 1300-1500 kalori.

(Sumber Dosen Program Ilmu Gizi Ibu Amilia Yuni Damayanti, S.Gz., M.Gizi)

#Gizi

#PenyakitDM

#DiabetesMillitus

 

2 thoughts on “Anjuran Penderita DM (Diabetes Mellitus)

ig

Amazing! This blog looks just like my old one! It’s on a entirely different
topic but it has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors!

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *