Search in:

Kuliah Umum Perdana UNIDA Kampus Mantingan “Ilmu dan Peradaban”

Masa libur semester di Unida sudah berakhir. Akhir Syawal menjadi awal bagi mahasiswa baru dan mahasiswa angkatan sebelumnya untuk belajar di semester genap. Sebelum perkuliahan dimulai, Unida mengadakan Kuliah Umum perdana pada hari Kamis, 27 Juni 2019 bertepatan dengan 23 Syawal 1440 di Aula Unida Kampus Mantingan. Acara dimulai dengan salam, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Gontor oleh seluruh civitas academica, sambutan dari Ustad Nur Hadi Ikhsan, dan kuliah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Latif. Kali ini kuliah umum yang disampaikan bertema tentang Ilmu dan Peradaban.

Peradaban di dunia terus berputar. Satu per satu peradaban besar telah hadir sejak sebelum masehi. Setiap peradaban yang besar memberikan kontribusi ilmu pada dunia. Lalu bagaimana Islam berbicara tentang peradaban?

Dalam Islam, disebutkan bahwa orang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah Subhanahu wata’ala (Al Mujadallah [58]:11). Ketinggian derajatnya jauh diatas manusia yang lain. Setiap yang berilmu diangkat 700 derajat, sementara jarak antar derajatnya bagaikan perjalanan sejauh 500 tahun. “We are extraordinary people,” ujar Ustad Abdul Latif diiringi dengan riuhnya tepuk tangan ratusan mahasiswi yang terkumpul dalam Aula Unida Kampus Mantingan.

Bagaimana cara menjadi extraordinary people?  Beriman dulu pada Allah dan Rasulullah. Setelah itu pergilah mencari ilmu dengan niat untuk beribadah kepada Allah. Niat sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk mencari ilmu. Maka perbaikilah niat mencari ilmu hanya untuk keridhoan Allah semata

Setelah memperbaiki niat, langkah selanjutnya adalah memperhatikan adab. Tidak akan bermanfaat ilmu yang dimiliki seseorang bila tanpa adab. Bahkan akan menyeret ke dalam kehinaan. Adab menuntut ilmu dalam kitab Ihya’ Ulumuddin ada sepuluh, namun hari ini Ustadz Abdul Latif hanya menyampaikan empat saja.

Pertama, bersihkan diri. Pembersihan diri bukan hanya dari kotoran-kotoran jasmani namun juga rohani. Apa saja kotoran yang ada di hati kita? Iri, dengki, sombong, hasad, dan bahkan hingga tidak percaya pada Allah merupakan kotoran yang harus dibersihkan. Pembersihan kotoran jasmani bisa dengan mandi atau berwudhu, sementara kotoran rohani dibersihkan dengan jalan taubat.

Menurut Ustadz Abdul Latif, hati bagaikan rumah dan ilmu bagaikan malaikat. Malaikat hanya akan turun pada rumah yang bersih. Begitu pula ilmu, akan hadir bila hati bersih. Hati dengan kotoran akan menghambat datangnya ilmu pada seorang insan.

Kedua, jangan mengkhawatirkan hal-hal duniawi. Saat menuntut ilmu, tetaplah berusaha fokus hanya pada ilmu saja. Masalah rezeki, Allah sudah mengaturnya dan insyaAllah menghampiri.

Ketiga, jangan takabur. Setelah mendapatkan sedikit ilmu, seperti telah mendapatkan sangat banyak. Setelahnya merasa sombong, ujub, dan takabbur. Sifat ini akan mengotori hati yang mengakibatkan ilmu enggan datang lagi.

Keempat, jangan terburu-buru menilai guru begini dan begitu. Murid dengan akhlak yang buruk pada gurunya, akan menghilangkan keberkahan ilmu yang telah didapatkan. Sehingga tidak dapat mengamalkan dan menyebarkan ilmu. Bersabarlah, pasti guru memiliki alasan dalam bertindak. Carilah ridho guru agar ilmu yang diperoleh dilimpahi keberkahan.

Orang yang berilmu dan beradab akan membangun sebuah peradaban. Pada masa lalu ada beberapa peradaban maju, seperti peradaban Islam, Yunani, Mesopotamia, Cina, India, Persia, dan juga Mesir. Bagaikan kehidupan, peradaban juga mengalami transisi dari satu peradaban ke peradaban lainnya. Saat ini, peradaban yang dikatakan maju dan modern masih dipegang oleh peradaban Barat. Mungkin pada masanya kelak akan mengalami kemunduran dan digantikan oleh peradaban lainnya. Ustadz Abdul Latif berharap mahasiswi Unida yang hadir di Aula dapat membangun peradaban dunia baru yang bernapaskan Islam.

– Fitri Komala-

One thought on “Kuliah Umum Perdana UNIDA Kampus Mantingan “Ilmu dan Peradaban”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *