Search in:

Islamisasi Ilmu, Islam dan Peradaban

Sabtu 20 Juli 2019, Islam merupakan salah satu peradaban yang pernah besar dan melingkupi sepertiga dunia. Biasanya peradaban besar di dunia ditandai dengan bukti-bukti fisik seperti bangunan, gedung, taman yang megah, dan lain sebagainya. Namun peradaban Islam tidak demikian. Bukan hanya meninggalkan bangunan, namun juga keilmuan.

Islam sangat menjunjung tinggi orang yang berilmu. Hubungan antara keimanan yang berdimensi ilmu menjadikan sebuah peradaban besar yang berdiri berabad-abad lamanya. Ilmu yang didapatkan bersumber dari Al Quran dan Assunah, lalu dikembangkan dan digunakan untuk mengejawantahkan amal. Masa-masa keilmuan Islam yang paling tinggi ada pada masa Bani Abbasiyah.

Kekuasaan Bani Abbasiyah yang dikatakan sebagai masa keemasan Islam, telah menelaah banyak buku dari berbagai sumber. Entah buku dari Romawi, Yunani, dan beberapa peradaban lain di muka bumi. Pengumpulan buku sudah dilakukan pada masa Bani Umayyah, namun baru ditelaah dan dikaji di Baghdad pada masa selanjutnya.

Ilmu pengetahuan pada masa Bani Abbasiyah berkembang pesat dengan Al Quran dan Assunah sebagai pendorong terkuatnya. Dua kitab utama Umat Islam ini banyak memerintahkan pemeluknya untuk mencari ilmu, berpikir, mengamati, berdzikir, dan menjelaskan keutamaan para pencari ilmu dan orang-orang yang berilmu (ulama). Umat Islam diajak untuk merenungi fenomena alam yang terjadi, baik pergantian siang dan malam, penciptaan bumi, langit, manusia, dan lain sebagainya. Selain fenomena alam, fenomena social, hukum, dan ekonomi pun tercantum dalam Al Quran yang dapat dipelajari lebih lanjut.

Konsep dalam Al Quran memang belum merupakan konsep final, masih berupa bakal konsep. Sehingga manusia diajak untuk berpikir dan mengembangkannya menjadi ilmu seutuhnya. Maka dari itulah muncul banyak ilmuwan di masa keemasan Islam, yang mengembangkan ilmu menjadi pandangan dunia (Islamic Worldview) sehingga peradaban Islam berada pada puncaknya.

Menurut Ibnu Khaldun, peradaban merupakan akumulasi dari kemampuan berpikir baik sains maupun teknologi, politik, militer, dan kemampuan suatu peradaban untuk bertahan dari serangan baik internal maupun eksternal. Sementara kemundurannya dipengaruhi oleh ekologi dan alam, faktor eksternal dan internal seperti perang baik fisik maupun pemikiran, dan lemahnya perekonomian.

Kegiatan Islamisasi Ilmu yang diadakan pada hari Sabtu, 19 Juli 2019 di Unida Gontor kampus Mantingan ini bertujuan untuk mengajak para dosen dan tendik untuk mengembangkan ilmu masing-masing. Sehingga peradaban Islam bisa kembali bangkit dimulai dari Unida Gontor sebagai motor penggeraknya. (Fitri)

Artikel terkait :

Dzikir Sang Penggugur Dosa

One thought on “Islamisasi Ilmu, Islam dan Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *