Search in:

Mengenal Hemoglobin

Penyebab kekurangan hemoglobin umumnya dikarenakan berbagai factor antara lain konsumsi zat besi yang rendah. Untuk memstabilitaskan hemoglobin dapat dilakukan dengan mengkonsumsi Vitamin A karenadidalam vitamin A terdapat retinol bersama besi akan diangkut oleh Retinol Binding Protein (RBP) dan Transferin yang disintesis dalam hati

Pengertian Hemoglobin

Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Darah berwarna merah karena adanya kandungan protein hemoglobin (Joseph, 2017). Hemoglobin ini terdapat pada sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan mengembalikan karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan melaui pernapasan. (Adrian, 2017).

Hemoglobin terdiri dari kata “haem” dan kata “globin”, dimana haem adalah Fe dan Protoporfirin adalah mitokondria, globin adalah rantai asam amino (Anamisa, 2015). hemoglobin memiliki empat gugus heme yang mengandung kandungan heme (zat besi) dan empat rantai polipeptia globin yaitu alfa,beta,gama,delta (Brooker, 2001).

Kadar Hemoglobin

Kadar hemoglobin ialah ukuran pigmenrespirotik dalam butiran-butiran darah merah (Costill, 1998). Jumlah hemoglobin dalam darah normal adalah 15 gram setiap 100 ml darah (Evelyn, 2009).

Kelompok Umur Batas Nilai Hemoglobin (gr/dl)
Anak 6 bulan- 6 tahun 11,0
Anak 6 tahun-14 tahun 12,0
Pria dewasa 13,0
Ibu Hamil 11,0
Wanita dewasa 12,0

Sumber: Depkes RI,1999 (zarianis,2006)

Kegunaan Hemoglobin

Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Myoglobin berperan sebagai reservoir oksigen menerima, menyimpan dan melepas oksigen didalam sel-sel otot, sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada didalam hemoglobin (Almatsier, 2001) .

Menurut Depkes RI adapun guna hemoglobin anatara lain:

Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan-jaringan tubuh.

Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan-jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar.

Membawa karbondioksida dari jaringan0jaringan tubuh ebgai hasil metabolism ke paru-paru untuk dibuang, untuk mengetahui apakah seseorang itu kekekurangan darah atau tidak, dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berrti kekurangan darah yang disebut anemia. (widayanti,2008)

Factor Vitamin A yang mempengaruhi kadar hemoglobin

 Penyebab kekurangan hemoglobin umumnya dikarenakan berbagai factor antara lain konsumsi zat besi yang rendah. Untuk memstabilitaskan hemoglobin dapat dilakukan dengan mengkonsumsi Vitamin A. Gillespie (1998) menyatakan bahwa Vitamin A berperan dalam membolisasi cadangan besi didalam tubuh untuk dapat mensintesis hemoglobin. Status vitamin A yang buruk berhubungan dengan perubahan metabolism besi pada kasus kekurangan besi dengan perlakuan suplementasi vitamin A akan meningkatkan kadar hemoglobin. (Wibowo, 2012)

Vitamin A juga berintekraksi secara tidak langsung dengan zat besi. Besi bersama retinol akan diangkut oleh Retinol Binding Protein (RBP) dan Transferin yang disintesis dalam hati. Dari adanya keterikatan atau keterkaitan antara Vitamin A dengan  zat Besi dalam  pembentukan Hemoglobin ini ditunjukkan melalui penelitian Muslimatun yang menyatakan bahwa kombinasi suplementasi besi dan vitamin A pada ibu hamil meningkatkan serum retinol dan status besi dalam tubuh (Sahana & Sumarmi, 2015). 

Dan ada juga yang menyatakan perlakuan suplementasi Vitamin A akan meningkatkan kadar hemoglobin, ini ditunjukkan melauli penelitian Yoni Wibowo bahwa asupan Vitamin A berperan sebagai memobilisasi cadangan besi didalam hati pada pasien GGK yang menjalani hemodialidid gangguan metabolism besi. (Wibowo, 2012).

Referensi

Adrian, K. (2017, Agustus 9). Penyebab dan Cara Mengatasi Kekurangan Hemoglobin. Retrieved Agustus 9, 2017, from Alodokter: https://www.Penyebab dan Cara Mengatasi Kekurangan Hemoglobin – Alodokter.htm

Brooker, C. (2001). Kamus Saku Keperawatan. Jakarta: EGC.

Evelyn, C. (2009). Anatomi dan fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia.

Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia.

Wibowo, Y. (2012). Hubungan asupan Zat Besi, Vitamin A, dan Vitamin C dengan kadar Hemoglobin pada penderita gagal ginjal Kronik dengan Hemodialisis rawat jalan di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Universitas Muhamadiyah Surakarta, 10.

One thought on “Mengenal Hemoglobin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *