Search in:

Mengenal Sanmonella Typhi

Mari kita mengenal Demam Tifoid atau Tipes. Orang Indonesia masih menganggap penyakit ini hal biasa padahal penyakit tipes apabila tidak segera ditangani dengan intensif maka akan mengakibatkan kematian.

Sebelumnya Demam Tifoid itu?

Demam tifoid (Tipes) adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang system pencernaan manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran (Rampengan, 2007)

Di Indonesia penyakit ini bersifat endemic dan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Dari telaah kasus di Rumah Sakit besar di Indonesia, kasus tersangka tifoid menunjukkan kkecenderungan meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk dengan kematian anatara 0,6 – 5 % (Kepmenkes, 2016).

Penularan Penyakit Salmonella Typhi

Penularan penyakit salmonella typhy dengan cara melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella, dari manusia atau hewan yang terkena salmonellosis serta dari pembawa (carrier) penyakit tersebut sebagai faktornya (Kunarso, 1987).

Factor yang mempengaruhi kejadian demam tifoid:

  1. Jenis kelamin
  2. Status gizi
  3. Kebiasaaan jajan
  4. Kebiasaan cuci tangan
  5. Pendidikan orangtua
  6. Tingkat penghasilan orangtua
  7. Pekerjaan orangtua
  8. Sumber air (Rustam MA. 2019)

Gejala demam tifoid:

Demam  tinggi pada minggu pertama lalu demam menetap (kontinyu), sakit kepala, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi (diare), kesadaran berkabut, bradikardia relative (peningkatan suhu 1˚C tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8x/menit), lidah yang berselaput (kotor di tengah, tepid an ujung merah, serta tremor), nyeri abdomen, roseolae (jarang pada orang Indonesia) (Yatnita, 2011).

Pengobatan demam tifoid :

Pemberian antioksidan pada penderita demam tifoid. Penderita harus dicek sample darah di laboratorium sebelum pemberian anti mikroba ini.
Tabel : Anti Mikroba untuk Penderita Tifoid

Sumber Kemenkes RI

Syarat Diet

1. Makanan yang dianjurkan

Makanan yang dianjurkan bagi penderita thypus adalah makanan yang bertekstur lunak mengingat, penyakit thypus menyerang saluran pencernaan. Selain lunak, penderita thypus juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein dan rendah serat. Mengapa penderita thypus membutuhkan asupan protein lebih? Protein merupakan zat pembangun yang berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Contoh makanan sumber protein (baik nabati atau hewani) yang dianjurkan antara lain daging, ikan, telur, tempe, tahu, kedelai dll dengan catatan harus tidak boleh terlalu keras, terlalu pedas, bersantan, ataupun berbumbu tajam.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Nourshing penderita thypus tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat. Hal ini berkaitan dengan proses pencernaan serat yang bisa memperberat kerja saluran pencernaan mengingat, serat merupakan pangan yang sulit dicerna. Selain itu, penderita thypus sangat dianjurkan untuk memperbanyak minum air guna menghindari dehidrasi.

2. Makanan yang harus dihindari

Adapun makanan yang harus dihindari oleh penderita thypus antara lain soda, minuman berasa, makanan berbumbu tajam dan bertekstur keras, junk food, kopi, ataupun alcohol.

Referensi

Rampengan, T.H. 2007. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. Jakarta: EGC.

SK RI. 2006. Pedoman Pengendalian Demam Tifoid. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Djoko Hadi Kunarso. 1987. Beberapa Catatan Tentang Bakteri Salmonella. Jurnal Oseanografi lipi. 7 (4) : 79-80.

Rustam MZ. 2010. Hubungan Karakteristik Penderitaan dengan Kejadian Demam Tifoid pada Pasien Rawat Inap di RSUD Salewangan Maros. Skripsi. Universitas Airlanga, Surabaya.

Yatnita Parama Citra. 2011. Bakteri Samonella Typhi dan Demam Tifoid. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 6 (1) : 43.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *