Search in:

Dari Ayam Sampai Babi

Protein hewani sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein yang baik adalah yang cukup jumlah dan jenis asam aminonya. Pada protein nabati terdapat beberapa asam amino yang tidak cukup jumlah dan jenisnya, namun tidak pada protein hewani. Oleh karena itu, tubuh sangat membutuhkan asupan protein hewani untuk pertumbuhan, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak, pembuatan hormone dan enzim dan peningkatan sistem kekebalan tubuh. Tanpa kecukupan asam amino yang dikonsumsi, protein tidak akan dipergunakan sebagai mana mestinya namun hanya akan diubah menjadi karbohidrat.

Senin (23/9/19) mahasiswi Prodi Ilmu Gizi Universitas Darussalam Kampus Putri mengadakan praktikum Ilmu Bahan Makanan. Kali ini mereka mengenal bahan makanan hewani berupa daging, unggas, dan seafood. Daging yang terdiri atas daging babi dan daging dipergatikan perbedaan warna, aroma, tekstur, dan penampakan setelah dilakukan perebusan. Sementara unggas yang terdiri dari bebek, ayam kampung, dan ayam negeri juga diamati hal yang sama. Seafood terdiri dari beberapa jenis ikan, udang, dan cumi. Selain memperhatikan hal yang telah disebut di atas, mereka juga memperhatikan berapa persentase jumlah yang dapat dimakan dari masing-masing bahan pangan hewani.

Mula-mula mahasiswi melakukan thawing untuk melunakkan bahan makanan yang telah dibekukan sebelumnya. Selanjutnya mereka menimbang, dan membuang bagian-bagian yang tidak dapat dikonsumsi seperti lemak pada daging, sirip, tulang, dan kepala pada ikan, serta ceker dan kepala pada unggas. Setelah bagian yang tidak dikonsumsi dibuang, mahasiswa kembali menimbang bahan dan dihitung.

Praktikum ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa dengan berbagai jenis bahan makanan yang berasal dari hewan. Selain itu juga untuk mengenalkan mahasiswa pada bahan makanan haram seperti daging babi. Bila selama ini mereka hanya tahu bahwa produk babi dan turunannya haram dikonsumsi, dengan praktikum ini mahasiswa bisa lebih memahami sifat dan karakteristik daging babi secara langsung. Sehingga mahasiswa bisa lebih berhati-hati dalam membeli produk olahan daging. (Fitri)

Sumber:

Winarno, F.G.. 2018. Bioteknologi Penuaan, Peran Pangan dalam Peremajaan Kulit. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *