Search in:

YUK BIKIN BISKUIT DAUN KELOR, JAJANAN SEHAT BERGIZI

Daun kelor merupakan salah satu daun dari tumbuhan kelor yang tumbuh liar di pekarangan rumah atau di lading-ladang masyarakat. Hampir di setiap negara yang sudah menjadikan Kelor sebagai komoditas agribisnis, Kelor dimanfaatkan dalam berbagai cara dan menjadi komoditas utama sumber mata pencaharian petaninya. Pada umumnya ditanam untuk dimanfaatkan daun, buah, bunga dan akarnya, baik sebagai bahan pangan, obat-obatan, pewarna, pakan ternak dan penjernih air limbah. Masyarakat di negara-negara berkembang di Afrika dan Amerika latin, sudah menganggap Kelor sebagai bagian dari kebutuhan konsumsi harian, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Kelor merupakan salah satu superfood karena diyakini memilki kandungan gizi yaitu 2 kali lebih tinggi protein di bidang yogurt, 7 kali lebih tinggi vitamin A dibanding wortel, 3 kali lebih tinggi kalium di banding pisang, 4 kali lebih tinggi kalsium dibanding susu, 7 kali lebih tinggi vitamin C dibanding jeruk serta kandungan antioksidan yang meliputi vitamin C, beta karoten, quarcetin dan chlorogenic acids.

Beberapa informasi menyebutkan daun kelor digunakan sebagai salah satu terapi gizi bagi penderita kekurangan gizi, pemulihan dari kerusakan hati, anemia. Kelor pun sering digunakan untuk melengkapi obat-obatan modern pada penderita sakit kronis termasuk mereka yang menderita AIDS dan penyakit yang terkait dengan HIV.

Menurut beberapa penelitian kelor memilki menfaat diantaranya yaitu

  1. Penurunan Kadar Gula Darah
  2. Mereduksi Inflamasi
  3. Meningkatkan volume ASI
  4. Meningkatkan Kesuburan
  5. Menyeimbangkan Tekanan Darah

Masyarakat biasanya mengolah daun kelor untuk dibuat sayur atau tumis. Selain dibuat sayur atau tumis daun kelor dapat dibuat dalam bentuk tepung untuk tambahan bahan dalam pembuatan cokies. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Bentuk dan rasa cookies sangat beragam tergantung dari bahan yang digunakan . Cookies merupakan kue kering yang renyah, tipis, datar (gepeng) dan biasanya berukuran kecil. Menurut beberapa penelitian biskuit daun kelor dapat dimanfaatkan untuk PMT anak balita, biscuit ibu hamil sehingga makanan ini merupakan salah satu camilan sehat padat gizi. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh puspita devilya, didalam penelitian tersebut dibuat empat formulasi biscuit yaitu terdiri dari substitusi tepung daun kelor 0%, 40%, 50% dan 60%. Variabel yang diteliti meliputi sifat fisik, sifat organoleptik, kadar proksimat dan kadar zat besi. Pembuatan biscuit daun kelor membutuhkan bahan – bahan diantaranya yaitu tepung daun kelor 0 g, 100 g, 125 g, 150 g, tepung terigu 250 g, 150 g, 125 g, 100 g, margarin 175 g, telur 2 butir, gula halus 125 g, susu bubuk 30 g.

Adapun cara pembuatannya dimulai dari Tahap persiapan yaitu mempersiapkan tepung daun kelor, tepung terigu, margarin, telur, susu bubuk, gula halus. Setelah itu lakukan pengocokan telur, margarin, gula halus sampai mengembang padat. Kemudian masukkan susu bubuk, tepung terigu dan tepung daun kelor. Setelah adonan tercampur kalis, lakukan pencetakan adonan dan lakukan penataan pada loyang. Panggang adonan cookies yang sudah diloyang dengan suhu 100o C selama 15 menit. Setelah dilakukan uji sifat fisik, sifat organoleptik, kadar proksimat dan kadar zat besi di dapatkan hasil sebagai berikut :

1. Kadar proksimat

  • Hasil uji kadar lemak pada empat variasi cookies mengalami peningkatan kadar lemak. Semakin banyak penambahan tepung daun kelor, kadar lemak cookies semakin tinggi. Kadar lemak tertinggi pada cookies D yaitu 16,52%.
  • Hasil dari uji protein menunjukkan Empat variasi cookies mengalami peningkatan kadar protein. Semakin banyak penambahan tepung daun kelor, kadar protein cookies semakin tinggi. Kadar protein tertinggi pada cookies D yaitu 11,95%
  • Kadar karbohidrat tertinggi yaitu cookies A (62,485%). Cookies A adalah cookies tanpa penambahan tepung daun kelor. Pada cookies B, C, dan D diperoleh hasil 56,915%, 50,19%, 49,095%. Semakin banyak penambahan tepung daun kelor, semakin menurun kadar karbohidratnya.
Tabel 1. Kadar Proksimat Biskuit Daun Kelor

2. Kadar zat besi

Hasil uji kadar zat besi pada empat variasi cookies mengalami peningkatan kadar zat besi. Semakin banyak penambahan tepung daun kelor, kadar zat besi cookies semakin tinggi. Kadar zat besi tertinggi pada cookies D yaitu 31,52 (ppm). Dari hasil tersebut biscuit daun kelor dapat digunakan sebagai salah satu jajanan tinggi zat besi yang dapat digunakan sebagai camilan sehat bagi penderita anemia zat besi.

Biscuit daun kelor dapat dijadikan sebagai salah satu jajanan sehat bagi semua kalangan usia terutama usia anak sekolah yang mengalami masa pertumbuhan. Kandungan zat gizi yang terkandung didalamnya dapat menunjang pertumbuhan anak-anak sehingga dapat meningkatkan produktifitas anak-anak usia sekolah. (Indahtul)

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, D. P., Kesehatan, F. I. and Yogyakarta, U. R. (2018) ‘Substitusi tepung daun kelor ( Moringa oleifera L .) pada cookies terhadap sifat fisik , sifat organoleptik , kadar proksimat , dan kadar Fe Kelor leaf flour substitution of cookies on physical and organoleptic characteristic ’, Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 01(02), pp. 104–112.

Krisnadi, A. D. (2015) Kelor Super Nutrisi. Blora: Kelorina.

Winarno, F. . (2018) Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) Nilai Gizi, Manfaat dan Potensi Usaha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

5 thoughts on “YUK BIKIN BISKUIT DAUN KELOR, JAJANAN SEHAT BERGIZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *