Search in:

SUSU KEDELAI DAN KESEHATAN REPRODUKSI

Susu kedelai merupakan salah satu jenis minuman yang banyak di temukan di sekitar kita. Susu kedelai termasuk dari satu dari beberapa produk olahan  kedelai yang dibuat dengan cara menggiling menggiling kedelai yang dicampur air  kemudian disaring dan di panaskan. Protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino yang mirip susu sapi sehingga baik untuk digunakan sebagai pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang alergi terhadap susu sapi atau bagi mereka yang tidak menyukai susu karena alasan tertentu (Astawan, 2009).

Kandungan Gizi Susu Kedelai

Energi 41 kkal
Protein 3,5 g
Lemak 2,5 g
Karbohidrat 5 g
Serat 0,2 g
Zat Besi 0,7 mg
Kalsium 287,9 mg

Sumber : (Kemenkes, 2018)

Susu kedelai memiliki kandungan gizi yang beragam yang terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, provitamin A, vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Selain itu susu kedelai juga mengandung asam lemak linolenat yang merupakan asam lemak esensial sekaligus tergolong asam lemak omega-3. Dari tanaman, kedelai merupakan sumber asam lemak omega-3 yaitu asam linolenat yang baik, dan sumber asam lemak omega-3 dari asal nabati lainnya sangat jarang. Susu kedelai juga mengandung suatu senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan reproduksi yaitu isoflavon. Kandungan isoflafon dalam kedelai bervariasi dari 128 hingga 380 mg/ 100 g, dan yang dominan adalah genistein dan daidzein  (Yulifianti dan Muzaiyanah, 2018).

Isoflavon termasuk salah satu jenis polifenol atau flavonoid (Astawan, 2009). Molekul ini juga bersifat sebagai fitoesterogen kerena kemampuannya berinteraksi dengan reseptor hormone estrogen pada sel. Hormon estrogen merupakan salah satu hormone yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi. Isoflavon memiliki kemampuan membantu mengurangi resiko penyakit jantung koroner, mencegah menopause terlalu dini, penyakit prostat dan kanker (Yuldiz, 2005). Selain itu efek isoflavon dapat memerikan manfaat pada spermatozoa laki-laki (Astuti, 2009).

Fitoesterogen dapat mengurangi gejala menophose , isoflavon sebagai senyawa yang memiliki struktur yang sama seperti estrogen endogen (fitoestrogen). Hal ini di dukung oleh penelitian (Ahsan dan Mallick, 2017), penelitian tersebut membahas tentang pengaruh isoflavon kedelai pada penilaian skala menopause pada wanita perimenopausal dan Postmenopausal. Hasil penelitian tersebut menjelaskan isoflavon memiliki manfaat peningkatan skor MRS baik di antara wanita perimenopause dan  pascamenopause. Namun dari dua kelompok perlakuan tersebut efek yang paling dari isoflavon pada kelompok perimenopousal.

Hal ini terjadi karena ketika umur wanita sudah mendekati dewasa akhir atau menjelang lansia, kadar estrogen dalam tubuh menurun akibatnya terjadi kelebihan reseptor estrogen yang tidak terikat. Saat fase ini isoflavon dibutuhkan untuk berikatan dengan reseptor estrogen tersebut sebagai bagian dari aktivitas hormonal (Pilšáková, Anský dan Jagla, 2010)

Susu kedelai juga memiliki efek terhadap kesuburan pada pria dengan menjaga fungsi dan kualitas spermatozoa pada laki-laki. Spermatozoa merupakan sel dari sistem reproduksi laki-laki yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani saat seseorang berejakulasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Astuti, 2009), penelitian tersebut menguji kualitas spermatozoa  tikus jantan yang diberitepung kedelai kaya isoflavon. Hasil dari penelitian menunjukkan Pemberian tepung kedelai kaya isoflavon pada dosis isoflavon 1.5 mg/ekor/hari dapat meningkatkan  kualitas  spermatozoa tikus jantan. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh antioksidan di dalam isoflavon yang dapat menangkap radikal bebas sehingga mencegah stress oksidatif. Membran plasma spermatozoa yang terlindung oleh antioksidan isoflavon mampu mengatur keluar masuk substrat dan elektrolit dengan baik,  sehingga proses metabolisme seperti glikolisis dapat berlangsung dengan baik.

Manfaat susu kacang kedelai begitu besar dengan berbagai macam kandunganya yang beragam salah satunya isoflavon yang memberikan efek bagi kesehatan reproduksi. Maka dari itu marilah kita minum susu kedelai  secukupnya. Selain itu konsumsilah makanan yag beragam sesuai ketentuan gizi seimbang agar kebutuhan gizi kita terpenuhi. (Indahtul)

DAFTAR PUSTAKA

Ahsan, M. and Mallick, A. K. (2017) ‘The Effect of Soy Isoflavones on the Menopause Rating Scale Scoring in Perimenopausal and Postmenopausal Women : A Pilot Study’, Journal Of Clinical And Diagnostic Research, 11(October 2012), pp. 10–13. doi: 10.7860/JCDR/2017/26034.10654.

Astawan, M. (2009) Sehat Dengan Hidangan Kacang-Kacangan. Depok: Penebar swadaya.

Astuti, S. (2009) ‘Kualitas Spermatozoa Tikus Jantan yang Diberi Tepung Kedelai Kaya Isoflavon The Effects of Isoflavone-riched Soybean Flour on The Quality of Spermatozoa of Male Rats’, MKB, 41(1), pp. 180–186.

Kemenkes (2018) Table Komposisi Bahan Pangan Indonesia. Jakarta.

Pilšáková, L., Anský, I. R. I. E. Č. and Jagla, F. (2010) ‘The Physiological Actions of Isoflavone Phytoestrogens’, Physiol.Res, 8408, pp. 651–664.

Yuldiz, F. (2005) Phytoesterogens In Functional Foods, Taylor and Francis Ltd.

Yulifianti, R. and Muzaiyanah, S. (2018) ‘Kedelai sebagai Bahan Pangan Kaya Isoflavon’, Buletin Palawija, 16(2), pp. 88–93.

One thought on “SUSU KEDELAI DAN KESEHATAN REPRODUKSI

ig

For latest news you have to pay a quick visit internet and on web I found this website as a
finest site for most up-to-date updates.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *