Search in:

Praktik Lapangan Prodi Gizi di Desa Mantingan

Praktik lapangan mata kuliah penilaian status gizi mahasiswi gizi semester 3 Prodi Gizi Universitas Darussalam Gontor.

Setiap di akhir mata kuliah Penilaian Status Gizi pada mahasiswa semester III Prodi Gizi akan melakukan praktikum lapangan menilai status gizi balita di posyandu dan ibu hamil jika datang ke posyandu.

Ahli gizi puskesmas Mantingan memilihkan tempat yang belum terjamah mahasiswi sebelumnya. Pada hari ini, ahad 12 Oktober 2019, kelompok 1 mendapat posyandu kakak tua III di dusun Sekarjo desa Mantingan. Mahasiswi yang bertugas berjumlah 8 orang, didampingi satu dosen pengampu mata kuliah dan dua orang laboran.

Kader posyandu Kakak Tua III berjumlah 6 orang. Total balita dibawah naungan posyandu sebanyak 66 balita, yang sering hadir sekitar 55 balita.

Kegiatan mahasiswi di posyandu Kakak Tua III ini adalah melakukan penilaian status gizi pada balita dengan mengukur antropometri tubuh yaitu:

  1. Melakukan pengukuran berat badan balita dengan menggunakan dacin untuk usia < 2 tahun
  2. Melakukan pengukuran berat badan balita dengan menggunakan timbangan injak digital untuk usia > 2 tahun atau yang sudah dapat berdiri
  3. Melakukan pengukuran panjang badan bagi balita yang belum bisa berdiri
  4. Melakukan pengukuran tinggi badan pada balita yang sudah dapat berdiri.
  5. Melakukan pengukuran lingkar kepala
  6. Melakukan pengukuran lingkar lengan atas
  7. Membantu mengisi hasil pengukuran pada KMS masing-masing balita
  8. Memberikan PMT balita

Alur pengukuran posyandu yang dilakukan mahasiswi Gizi Universitas Darussalam Gontor:

  1. Ibu balita mendaftarkan balitanya pada kader dan mengambil buku KMS;
  2. Mahasiswi mengukur berat badan balita dengan menggunakan Dacin atau timbangan injak digital sesuai umur
  3. Mahasiswi mengukur panjang badan balita dengan menggunakan alat length board untuk balita yang belum bisa berdiri atau tinggi badan dengan menggunakan alat microtoice untuk balita yang sudah bisa berdiri
  4. Mahasiswi mengukur Lingkar kepala dan lingkar lengan atas balita.
  5. Balita diberikan PMT

Pemberian PMT dari mahasiswi Universitas Darussalam Gontor berupa pudding susu untuk tambahan PMT yang sudah rutin dibuat oleh kader posyandu dengan siklus menu dari tim ahli gizi puskesmas. Adapun menu PMT hari ini adalah bubur kacang hijau, telur rebus dan pisang mas. Pihak puskesmas pun membagikan PMT berupa biscuit.

Untuk balita dengan status pendek dan sangat pendek diberikan suplementasi mineral zink dalam bentuk sirup dengan frekuensi pemberian setiap seminggu dua kali.

Setelah melakukan praktikum lapangan ini, mahasiswi diharapkan dapat terlatih melakukan pengukuran antrhopometri pada balita sungguhan (bukan boneka). Selanjutnya bisa dianalisis data hasil pengukuran tersebut menjadi status gizi. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada kader posyandu berupa parsel buah.

Semoga kegiatan turun langsung ke lapangan ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak baik mahasiswi dan kader posyandu. (fath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *