Search in:

PENGEN TAU DIET SEHAT BAGI PENDERITA ASAM URAT ?

GAMBARAN PENYAKIT

          Asam urat atau juga disebut sebagai gout atritis merupakan salah satu penyakit  artritis yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang di tandai dengan meningkatnya  kadar asam urat dalam darah (Almatsier, 2006). Hal ini diikuti dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat di persendian yang menyebabkan perandangan sendi pada lutut atau jari. Penyakit ini 3-4 kali lebih banyak di derita umumnya pada pria sedangkan pada wanita mengalami resiko setelah menopause,  kemudian resiko mulai meningkat pada usia 45 tahun dengan penurunan level estrogen karena estrogen memiliki efek urikosurik, hal ini menyebabkan artritis gout jarang pada wanita muda (Roddy dan Doherty, 2010) seseorang dikatakan memiliki riwayat asam urat jika di tinjau dari hasil pemeriksaan biokimia terhadap kadar asam urat dalam darah tinggi. Nilai normal asam urat serum pada pria adalah 5,1 ± 1,0 mg/dl, dan pada wanita adalah 4,0 ± 1,0 mg/dl. Nilai-nilai ini meningkat sampai 9-10 mg/
dl pada seseorang dengan artritis gout (Carter, 2006).

TATA LAKSANA DIET

            Diet dan pengaturan pola makan Anda memainkan peran penting dalam menyebabkan asam urat dan mengurangi kemungkinan menderita serangan gout yang menyakitkan lebih lanjut. Adapun tata laksana penyakit diet adalah sebagai berikut :

1. ENERGI

Energi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Bila berat badan berlebih atau kegemukan asupan energy sehari dikurangi secara bertahap sebanyak 500-1000 kkal dari kebutuhan energy normal hingga tercapai berat badan normal.  Kelebihan berat badan meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh dan mengurangi jumlah yang dapat dikeluarkan oleh ginjal Anda. Kelebihan berat badan (obesitas) juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memecah gula, yang juga dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat. Mengurangi berat badan secara bertahap harus dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan asam urat.

2. PROTEIN

Protein cukup yaitu 1,0 – 1,2 g/kg BB atau 10-15 % dari kebutuhan energi total. Hindari bahan makanan sumber protein yang mempunyai kandungan purin > 150 mg /100 g . Menurut penelitiann yang dilakukan oleh (Hambatara, Sutriningsih dan Warsono, 2018) Ada hubungan antara konsumsi asupan makanan yang mengandung purin dengan kejadian asam urat pada lansia. Seseorang yang mengalami asam urat (gout arthritis) dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah makanan yang dikonsumsi umumnya makanan yang tidak seimbang (asupan protein yang mengandung purin terlalu tinggi) (Utami, 2009).

Berikut merupakan pengelompokan bahan makanan yang mengandung purin

  Kelompok 1 Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/ 100 g  bahan makanan) sebaiknya di hindari
Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sarden, makarel, kerang, kepiting, udang
      Kelompok 2 Kandungan purin tinggi (9-100 mg purin/ 100 g  bahan makanan) sebaiknya dibatasi maksimal  50-57 g (1-1 ½ ptg) daging, ikan atau unggas atau 1 mangkok (100 g) sayuran sehari
Daging sapid an ikan (kecuali yang terdapat dalam kelompok 1) ayam, udang, kacang kering hasil olahan seperti  tahu, tempe, asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun dan biji mlinjo, kembang kol, jamur
  Kelompok 3 Kandungan purin rendah (dapat diabaikan),dapat dimakan setiap hari
Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mi, bihun, tepung beras, susu, keju, sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran
dalam kelompok 2)

Sumber : (Almatsier, 2006)

3. LEMAK

Lemak sedang yaitu 10-20 % dari kebutuhan energy total. Lemak berlebih dapat menghambat pengeluaran asam urat atau purin melalui urin. Berdasarkan hasil penelitian (Prihatiningsasi, 2010) yang menunjukkan terdapat hubungan kadar asam urat adalah asupan protein dan lemak

4. KARBOHIDRAT

Karbohidrat dapat diberikan lebih banyak yaitu 65-75 dari kebutuhan energy total. Asupan karbohidrat harus di pantau agar tetap seimbang sehingga tidak menyebabkan kelebihan berat badan.

5. VITAMIN DAN MINERAL

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang diet vitamin C-nya lebih tinggi kecil kemungkinannya untuk memperparah asam urat. Menurut penelitian (Pursriningsih dan Panunggal, 2015), menjelaskan  terdapat hubungan antara asupan purin, vitamin C dan aktivitas fisik terhadap kadar asam urat (p= 0,000). Vitamin C merupakan mikronutrien yang berperan dalam berbagai reaksi enzimatik dan non enzimatik. Peningkatan konsentrasi vitamin C dapat menghambat reabsopsi asam urat. Vitamin C memodulasi konsentrasi serum asam urat melalui efek uricosuriknya. Vitamin C dan asam urat diserap melalui pertukaran anion di tubulus proksimal ginjal (HY et al., 2005)

6. CAIRAN

Rata-rata asupan cairan yang dibutuhkan tubuh sebanyak 2-2 1/2 liter /hari. Minum minuman yang dimaniskan dengan gula, seperti minuman ringan penuh gula atau jus yang diperkaya dengan pemanis tambahan (fruktosa, sirup jagung fruktosa atau gula tebu), serta jus atau smoothies yang baru saja ditekan, meningkatkan jumlah asam urat dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan gout kambuh. Cobalah minum air putih, teh / kopi, tanpa tambahan gula dan sebaiknya  menghindari atau mengurangi jumlah minuman bersoda dan minuman bersoda (Oxford Kidney Unit Renal Dietitian Team, 2018).

Maka dari itu marilah kita selektiv dalam memilih makanan karena apa yang kita makan akan menentukan kesehatan kita. Jangan lupa untuk selalu menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.             (Indahtul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *