Search in:

BANGKAI dan DARAH TERHADAP PENYAKIT

Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya melalui kali­mat berita yang di dalamnya terkandung larangan memakan bang­kai-bangkai yang diharamkan, yaitu hewan yang mati dengan sendiri­nya tanpa melalui proses penyembelihan, juga tanpa melalui proses pemburuan. Hal ini tidak sekali-kali diharamkan, melainkan karena padanya terkandung mudarat (bahaya), mengingat darah pada hewan-hewan tersebut masih tersekap di dalam tubuhnya. Hal ini berbahaya bagi agama dan tubuh. Maka dari itu Allah SWT mengharamkannya. Tetapi dikecualikan dari bangkai tersebut yaitu ikan, karena ikan tetap halal, baik mati karena disembelih ataupun karena penyebab lainnya.

Bangkai adalah binatang yang mati tanpa melalui penyembelihan secara syar’i. Hal ini diharamkan karena bahaya yang ada di dalamnya, yaitu ketika darah tertahan dalam tubuhnya yang menyebabkan kuman-kuman hidup subur di sana dan karena pada umumnya matinya binatang tersebut diakibatkan oleh penyakit, yang jika dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan. Namun dikecualikan daripadanya adalah bangkai ikan dan belalang, maka hukumnya halal.

Haramnya sesuatu makanan mempunyai hikmah tersembunyi. Contohnya, darah adalah haram untuk dimakan. Hal ini karena darah merupakan suatu media yang kaya dengan nutrien dan turut berperan sebagai sistem pengangkut utama dalam tubuh hewan hidup. Darah berperan mengangkut oksigen dan berbagai nutrien ke seluruh tubuh.

Darah juga berperan untuk mengangkut toksik dan sisa metabolisme makanan. Oleh karena itu jika suatu hewan tersebut mempunyai penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen pastinya mikroorganisme patogen ini akan membahayakan manusia yang memakannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maa’idah ayat 3-4:

 حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣) يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging ba­bi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang di­terkam binatang buas, kecuali yang sempat kalian menyembelih­nya, dan (diharamkan bagi kalian) yang disembelih untuk berha­la. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kalian, sebab itu janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian NikmatKu. dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagi kalian. Maka  barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Maa’idah: 3-4)

(Amelia D.Y)

2 thoughts on “BANGKAI dan DARAH TERHADAP PENYAKIT

Teena Doyscher

I just want to say I am newbie to blogging and site-building and certainly liked your web page. Likely I’m planning to bookmark your blog . You actually have excellent article content. Bless you for revealing your blog.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *