Search in:

Variasi Makanan untuk Kesehatan Remaja Putri di Pondok Pesantren

Salah satu yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh remaja putri adalah konsumsi makanan. Kekurangan konsumsi makanan baik secara kualitatif maupun kuantitatif akan menyebabkan terjadinya gangguan proses metabolisme tubuh, yang dapat menyebabkan timbulnya suatu penyakit.

Jadi dalam hal konsumsi makanan yang perlu diperhatikan adalah kecukupan agar didapatkan suatu fungsi tubuh yang optimal (Novi, 2019). Pangan masyarakat Indonesia masih kurang beragam, hal ini dibuktikan dengan konsumsi padi-padian yang tinggi dan rendahnya konsumsi pangan hewani, sayur dan buah, umbi-umbian, serta kacang-kacangan (Kusumawati et al., 2019). Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 juga melaporkan bahwa 95,5% penduduk Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Variasi makanan harian pada remaja putri di pondok pesantren sangat diperlukan untuk memenuhi gizi seimbang. Variasi makanan yang disajikan harus dapat memenuhi kebutuhan gizi remaja putri. Susunan menu makan sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk hewani dan nabati, sayur-mayur dan buah-buahan. Ketidak seimbangan makanan dapat mengganggu fungsi tubuh yang berakibat negatif terhadap kebutuhan gizi dan kesehatan pada remaja. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkonsumsi jenis makanan yang beragam agar zat gizi yang diperlukan tubuh tercukupi dengan baik. Jenis makanan yang disajikan maupun bahan makanan dasar yang digunakan juga harus bervariasi (Rahmawati, 2018).

Remaja putri yang memiliki kecenderungan mengkonsumsi makanan sumber protein nabati saja tanpa mengimbangi dengan sumber protein hewani sering dijumpai kondisi anemia. Begitu pula bagi remaja yang memiliki pantangan terhadap jenis makanan tertentu dapat juga mengalami kekurangan gizi apabila makanan tersebut merupakan makanan sumber zat besi. Kejadian ini sangat sering dijumpai pada remaja putri mandiri yang tinggal di pondok pesantren (Eka, 2016) .

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa variasi makanan didalam pondok termasuk dalam kategori kurang bervariasi. Makanan yang disajikan di asrama tergolong lebih banyak asupan karbohidrat dibandingkan dengan asupan protein. Mayoritas santriwati memiliki kecukupan protein yang  kurang. Hal tersebut bisa disebabkan karena tidak seimbangnya asupan makanan yang dikonsumsi dan kurangnya variasi makanan yang disajikan di dalam pondok pesantren (Safita, 2019).

Variasi makanan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya terima makanan yang akan berujung pada pengaruh asupan gizi seseorang (Hadianti et al., 2018). Variasi makanan tersebut meliputi variasi bahan dasar, variasi rasa, variasi warna, variasi tekstur, serta variasi metode pengolahan (Khusna, 2017). Semakin bervariasi makanan yang dikonsumsi remaja akan memberikan kecukupan zat gizi yang akan berdampak pada status gizi dan status kesehatannya (Azrimaidaliza and Purnakarya, 2011). Pola konsumsi pada remaja diperhatikan karena pertumbuhan yang sangat cepat sehingga kebutuhan pertumbuhan dan aktivitas juga meningkat.

Daftar Pustaka

Eka, P. S. (2016). Perbandingan Kejadian Anemia pada Remaja Putri yang Tinggal di Pondok Pesantren Darussalam Kepung Kediri. 114–119.

Hadianti, S., Makanan, V., & Makro, Z. G. (2018). Hubungan Karakteristik Menu Sarapan dengan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro pada Taruna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. AGRIPA, 3(1), 37–47.

Khusna, L. (2017). gambaran rasa, warna, tekstur, variasi makanan dan kepuasan menu mahasantri di pesantren mahasiswa KH. Mas Mansur UMS. Publikasi Ilmiah, Program St(Fakultas Ilmu Kesehatan), Univ. Muhammadiyah Surakarta.

Kusumawati, D., Rimbawan, R., & Ekayanti, I. (2019). Pengaruh Program Makan Siang terhadap Asupan Makanan, Status Anemia dan Perilaku Gizi Santri Perempuan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 7. https://doi.org/10.30597/mkmi.v15i1.5769

Novi, S. W. (2019). Faktor Kejadian Anemia Pada Rema Putri di MTSN Talawi Kota Sawahlunto. Menara Ilmu, XIII(5), 114–121.

Rahmawati, N. (2018). Tingkat kepuasan santri terhadap kualitas dan layanan makanan di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Skripsi, Program St(Fakultas Teknik), Universitas Negeri Yogyakarta.

Safita, N. A. (2019). Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Energi , Gizi D Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten. Publikasi Ilmiah, Program St(Fakultas Ilmu Kesehatan), Univ. Muhammadiyah Surakarta.

8 thoughts on “Variasi Makanan untuk Kesehatan Remaja Putri di Pondok Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *