Search in:

Asuhan Gizi Penyakit Diare

Defekasi atau buang air besar pada seseorang normalnya 1-2 kali sehari dengan konsistensi feses yang padat. Ketika seseorang mengalami defekasi yang frekuensinya lebih dari dua kali sehari dengan konsistensi yang lembek sampai cair maka orang tersebut mengalami penyakit diare. Diare berasal dari Bahasa Yunani, diarroia yang artinya mengalir terus (to flow through), merupakan kondisi tidak normal yang terjadi pengeluaran feses yang terlalu sering.

Menurut Para Ahli Definisi Diare

Para ahli dalam mendefinisikan diare tidak lepas dari tiga unsur dalam defekasi, yaitu frekuensi yang melebihi dua kali, volume feses, dan konsistensi yang lembek sampai cair. Hal ini bahwa diare merupakan suatu gejala klinis dari gangguan usus yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya dan berulang-ulang. Berdasarkan beberapa definisi para ahli di atas, bahwa dapat disimpulkan diare adalah suatu gejala buang air besar atau defekasi yang tidak normal baik frekuensi, volume maupun konsistensi feses.

Diare dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu diare akut, diare yang lebih dari 2 minggu, dan diare kronis, diare yang terjadi lebih dari 2 minggu atau 15 hari. Batasan waktu tersebut berdasarkan kesepakatan digunakan untuk mempercepat diagnosis dan pengobatan. Diare akut pada umumnya disebabkan karena adanya Virus (Rotavirus, Adenovirus), Protozoa, Bakteri (Streptococus aureus), Iskemia intestinal, koliltis radiasi. Toksin bakteri seperti Ecoli, dapat menyebabkan diare tanpa adanya kerusakan mukosa usus dan pada diare di tandai dengan gejala feses yang cair, tanpa darah, nyeri perut daerah umbilicus, kembung, mual dan muntah.

Diare kronis dikelompokan menjadi 4 kategori yaitu:

1.Diare osmotic

Diare Osmotic disebabkan oleh tingkat osmolalitas intralumen usus lebih tinggi dibandingkan dengan osmolalitas serum

2.Diare sekretorik

Diare Sekretorik disebabkan adanya sekresi intestinal berlebih, absorpsi yang berkurang sehingga menimbulkan diare cair dan banyak,

3.Diare Motilitas

Diare karena gangguan motilitas, diare ini disebabkan transit usus yang cepat atau terjadinya ststis yang menyebabkan perkembangan bakteri intralumen berlebih,

4.Diare Inflamatorik

Diare inflamatorik disebabkan adanya faktor inflamasi, seperti inflammatory bowel disease. Pada penderita diare berat masalah utama yang dihadapi adalah kehilangan cairan disertai dengan kehilangan natrium, kalium, dan bikarbonat.

Penggantian zat-zat gizi disebut menjadi tujuan utama terapi, guna mencegah terjadinya dehidrasi, hiportemia,hipopkalemia, dan asidosis. Pemulihan kebutuhan cairan dicapai dengan pemberian cairan baik secara parenteral maupun oral yang kaya elektrolit dan kabohidrat. Glukosa mempermudah penyerapan natrium dan elektrolit lain sehingga harus disertakan dalam larutan hidrasi. Penderita diare akut sering kali menderita intoleransi laktosa temporer karena terjadi kerusakan mukosa usus dan penurunan bioavailabilitas lactase.

Arih ed NH

Baca juga Penyuluhan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *