Search in:

Buah atau Daging Terlebih Dahulu ?

Istilah table manner atau yang lebih dikenal sebagai etika dalam bersantap di meja makan. Dalam sebuah jamuan tentu kita hafal dengan aturan tidak tertulis yakni sistematika menyantap hidangan yang disediakan. Kita digiring untuk memakan makanan berat terlebih dahulu, missal nasi dengan lauk pauknya, setelahnya baru makan makanan pencuci mulut yang tidak lain adalah buah-buahan.

Tradisi yang telah berkembang ini konon diadopsi dari tradisi bangsa barat. Sembilan belas abad silam, Allah SWT telah memerintahkan mengenai tata cara menyantap hidangan, hal ini berkaitan dengan kesehatan system pencernaan dan bagaimana reaksi biokimia yang lebih baik untuk dilakukan.

Menurut Hadist dan Al-Qur’an

Tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri…..” (HR. At-Tirmidzi)

Dalam surah al-waqi’ah disebutkan : “Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan” (Qs. Al-Waqi’ah: 20-21)

Dalah surah at-Thur Allah SWT berfirman; “ Dan kami beri mereka tambaha dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini” (Qs. At-Thur;22)

Dalam beberapa ayat tersebut Allah mendahulukan menyebut buah-buahan dilanjut dengan menyebut daging.

Buah segar sejatinya lebih baik dikonsumsi sebelum makan, sedangkan buah kering utamanya dikonsumsi setelah makan, misalnya buah tin kering. (bersambung)

(Sumber: Rinanto, J. 2015. Keajaiban resep obat Nabi menurut Sains Klasik & modern. Jakarta: Qisthi Press)

Pibriyanti ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *