Search in:

Tips Menggunakan Beberapa Alat Laboratorium untuk Penelitian

Penelitian oleh mahasiswa dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dari metode penelitian yang digunakan. Bila penelitian dilakukan di dalam laboratorium (lab.), maka keterampilan kerja atau soft skills juga menjadi pertimbangan khusus.

Berikut beberapa tips keterampilan untuk menghindari bias dalam penelitian.

A.Tabung dan pipet.

Tabung dan pipet adalah alat yang paling lazim digunakan untuk penelitian. Tabung berfungsi untuk mencampur cairan, sebagai wadah, untuk mengukur dll (ref:….). Pipet berfungsi untuk memindahkan cairan dari wadah satu ke yang lain. Bias yang kemungkinan terjadi saat praktikan menggunakan alat ini adalah cairan yang diteteskan tidak sesuai ukuran. Hal ini dapat dihindari dengan cara

  1. Meneteskan bahan dengan pipet yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Pipet dimasukkan tegak, tidak menyentuh dinding tabung atau dasar tabung, teteskan isi pipet sembari mengangkat pipet (menjaga ujungnya tetap tidak menyentuh cairan). Hal ini dilakukan agar tidak terjadi bias karena:
    • Cairan hanya menempel di dinding tabung dan tidak ikut bereaksi.
    • Cairan yang sudah ada di tabung ikut kembali menempel pada pipet.
  2. Mengambil cairan dengan pipet yang mengambang sebaiknya dihindari sebab akan menyertakan gelembung udara, mengurangi ketelitian. Sebaiknya karet penghisap ditekan sebelumnya lalu ujung pipet masuk jauh ke dalam cairan.
  3. Cairan yang berada di luar pipet ikut menetes dan bereaksi. Sebaiknya menunggu sejenak sebelum memindahkan ke tabung reaksi berikutnya.
  4. Menumpahkan cairan karena terlalu penuh, saat dibakar pada api atau saat mengocok.
    1. Isilah tabung reaksi hingga 5 cm dari ujung tabung. Pegang dengan penjepit pada tengah tabung. Bukan ujung atas atau bawah karena akan tidak seimbang dan tumpah (Gambar 1 dan 2). Bila dipegang dengan tangan, gunakan pegangan mengunci tiga jari (Gambar 3).
    2. Beberapa cairan akan naik bila dipanaskan, maka kendalikan suhu atau jarak api dari tabung.
    3. Kocok dengan kecepatan terukur dengan vortex atau manual angka 8.
Gambar 3

B.Alat ukur berskala

Banyak alat lab yang menggunakan skala berupa garis. Prinsip dasar penggunaanny sama seperti melihat skala pada penggaris, yaitu melihat dengan tegak sejajar mata. Hal sepele ini terkadang terlupakan oleh peneliti sehingga data kurang akurat. Agar data terjaga akurat pada penelitian yang menggunakan skala ukur dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Melakukan pengukuran berulang oleh praktikan dan alat yang sama. Misal pada penggunaan timbangan dilakukan pengamatan tidak hanya sekali, namun mengulangi dua hingga tiga kali melihat skala. Hasil yang diperoleh kemudian dirata-ratakan.
  2. Melakukan pengukuran berulang oleh praktikan yang berbeda, namun pada alat yang sama. Misal pada penggunaan timbangan dilakukan pengamatan pertama oleh praktikan A, lalu mengulangi pengamatan oleh praktikan B dalam melihat skala. Hasil yang diperoleh kemudian dirata-ratakan. Hal ini jg mengurangi bias karena kesalahan manusia (human error).
  3. Melihat skala jarum perlu sejajar mata dengan jarum dan garis (gambar)
  4. Melihat skala garis pada cairan yaitu dengan sejajar mata dengan cekungan bawah (meniskus bawah) pada cairan dan garis (gambar 4)
Gambar 4

Ada beberapa cara lain yang dapat mengurangi ketelitian pengambilan data penelitian, namun hal di atas yang biasanya terlupa. Semakin banyak data (sampel) juga akan mengurangi bias. Latihan menggunakan alat adalah hal yang paling utama. Semakin mahir sesorang, semakin baik data yang diperoleh. Saat praktikum adalah waktu yang tepat untuk berlatih, maka saat praktikum perlu untuk aktif dan tidak takut mencoba.

Dianti Desita Sari merupakan Dosen Prodi Gizi ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *