Search in:

Manfaat Madu untuk Hipertensi

Pendahuluan

Madu dihasilkan oleh lebah yang berasal dari sari bunga atau nectar tanaman atau bagian lain dari tanaman dan bis juga berasal dari ekskresi serangga berupa cairan yang  mempunyai rasa manis. (Wulandari, 2017) Madu mengandung enzim, gula, mineral, vitamin, protein dan komponen fenolat seperti flavonoid.

Dalam Hadits riwayat Bukhari disebutkan keutamaan dari madu, yang berbunyi:

قال رسول الله: الشفاء في ثلاث: شربة عسل و شرطة محجم وكية نار و أنهى أمتى عن الكي (رواه البخارىي)

“Sesungguhnya obat itu ada pada tiga perkara, yaitu meminum madu, berbekam, dan ber-kayy dengan api, maka terlaranglah bagi umatku berkayy dengan api itu.” (Musyayyadah, Darni, & Fathimah, 2019)

Madu juga mengandung sejumlah senyawa kimia yang dianggap berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antitumor, anti bakteri, dan meningkatkan system imun. (Jafar, Hamid, Citrakesumasari, Najamuddin, & Syam, 2017)

Pembahasan

Madu mempunyai beberapa kandungan antioksidan yang terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Unsur yang berperan memberikan efek antioksidan dalam madu yaitu adanya flavonoid dan phenol.

Menurut penelitian Omoyato dkk, ditemukan bahwa dengan diberikannya suplemen madu dapat menurunkan tekanan darah sistol secara signifikan pada tikus yang mengalami hipertensi. Pemberian suplemen madu dalam penelitian ini membuktikan adanya mekanisme penurunan tekanan darah melalui perbaikan dari stress oksidatif pada ginjal tikus. (Rahma, Bahar, & Jafar)

Hasil penelitian oleh Erejuwa menunjukkan bahwa suplementasi madu secara signifikan meningkatkan intraseluler GSH , rasio GSH / GSSG ( glutation teroksidasi), Total antioxidant Serum (TAS) dan kegiatan GPx dan GR pada ginjal dari diabetes SHR . Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa efek antioksidan dari madu mengakibatkan penurunan lebih lanjut dalam tekanan darah diabetes SHR tetapi tidak diabetes WKY   Dari penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa madu dengan antioksidannya, memberikan efek penurunan tekanan darah pada tikus diabetes. (Jafar, Hamid, Citrakesumasari, Najamuddin, & Syam, 2017)

Pada beberapa penelitian ditemukan adanya pengaruh pemberian madu terhadap penderita ditemukan adanya efek hepatoprotektif yang berasal dari madu pada tikus diabetes. Pemberian suplemen madu dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan. (Jafar, Hamid, Citrakesumasari, Najamuddin, & Syam, 2017)

Pemberian madu yang mengandung antioksidan mampu meningkatkan bioavaiblitas nitrit oksida dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah. Sel endotelial dapat mensintesis beberapa substansi bioaktif kuat yang berguna mengatur struktur fungsi pembuluh darah. Substansi ini termasuk nitrit oksida, spesies reaktif lain, angiotensin II, prostaglandin, dan endothelin. Pada orang tanpa diabetes, nitrit oksida dapat membantu menghambat atherogenesis dan melindungi pembuluh darah. Namun bioavailabilitas pada endothelium yang berasal dari nitrit oksida umumnya diturunkan pada orang dengan  dengan diabetes mellitus. (Jafar, Hamid, Citrakesumasari, Najamuddin, & Syam, 2017)

Kesimpulan

Madu juga mengandung sejumlah senyawa kimia yang dianggap berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antitumor, anti bakteri, dan meningkatkan system imun. Madu mempunyai beberapa kandungan antioksidan yang terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Unsur yang berperan memberikan efek antioksidan dalam madu yaitu adanya flavonoid dan phenol. Pemberian madu yang mengandung antioksidan mampu meningkatkan bioavaiblitas nitrit oksida dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah.

Daftar Pustaka

Jafar, N., Hamid, K. S., Citrakesumasari, Najamuddin, U., & Syam, A. (2017). Khasiat Madu Menurunkan Tekanan Darah dan Hematologi Parameter. Jurnal MKMI.

Musyayyadah, S. A., Darni, J., & Fathimah. (2019). Pengaruh Larutan Madu terhadap Tekanan Darah Lanjut Usia Hipertensi. Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya.

Rahma, A. S., Bahar, B., & Jafar, N. (n.d.). Pengaruh pemberian Madu Terhadap Tekanan Drah Pasien Diabetes Militus Tipe 2.

Wulandari, D. D. (2017). Kualitas Madu (Keasaman, kadar air, dan gula Pereduksi) Berdasarkan Perbedaan Suhu Penyimpanan. Jurnal Kimia Riset.

Putri Verrany ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *