Search in:

Reviw Diet Rendah Oksalat untuk Penderita Batu Ginjal

Diet Rendah Oksalat adalah diet yang ditujukan untuk penderita batu ginjal, dengan mengurangi makanan rendah kandungan oksalat serta dapat terbentuk menjadi oksalat di dalam tubuh, dengan tujuan mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal.

Pengertian Asam Oksalat

Asam oksalat merupakan senyawa alami yang biasanya ditemukan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Jika asam oksalat bergabung dengan mineral dari tumbuhan maka akan berubah menjadi oksalat. Tubuh juga bisa mengubah vitamin C menjadi oksalat.

Oksalat yang masuk ke dalam tubuh bisa berubah lagi jika berikatan dengan mineral. Jika berikatan dengan kalsium, maka akan berubah menjadi kalsium oksalat. Pembentukan kalsium oksalat ini biasanya terjadi di dalam usus besar, juga bisa terjadi di dalam ginjal dan saluran pencernaan lain.

Normalnya, senyawa oksalat ini akan dikeluarkan oleh tubuh saat buang air kecil dan besar. Namun bagi beberapa orang yang memiliki masalah kesehatan, kalsium oksalat tidak dieksresikan dengan baik dan membentuk batu ginjal.

Diet Rendah Oksalat

Inti dari diet rendah oksalat adalah mengurangi konsumsi makanan yang tinggi oksalat, mengurangi makanan tinggi vitamin C yang dapat membentuk oksalat serta mengkonsumsi makanan yang dapat mengikat oksalat. Disarankan bagi penderita batu ginjal untuk mengkonsumsi oksalat kurang dari 40-50 mg per hari.

Berikut sumber makanan rendah oksalat yang disarankan:

– Makanan pokok: beras putih dan olahannya (nasi, bubur, dll), mi telur, tepung jagung dan olahannya (bihun dll), sereal, krakers yang tidak asin/ ada tambahan garam, roti, kentang

– Lauk pauk: telur, daging sapi, ikan, daging unggas

– Sayuran: brokoli, kol, kembang kol, jamur, bawang-bawangan, rebung, jagung, timun, selada, zucchini, labu siam, sawi putih, lobak, asparagus

– Buah: pisang, apel, lemon, alpukat, anggur merah atau hijau, melon, semangka, pepaya, persik, pir, nanas, jeruk, stroberi, kelapa

– Sumber lemak: minyak sawit/kelapa, mentega, butter, mayonaise

– Minuman: kopi, jus buah, soda, susu, teh

– Makanan lain: selai,

Berikut makanan tinggi oksalat yang tidak disarankan dan harus dibatasi atau dikurangi:

– Makanan pokok:ubi, roti, roti gandum, kentang

– Lauk: lauk yang berasal dari kacang-kacangan seperti tempe, tahu, daging imitasi vegan yang terbuat dari kacang

– Sayuran: kacang-kacangan, tomat, seledri, wortel, bayam, terong, okra,

– Buah: mangga, tin, kiwi, kurma

– Sumber lemak: minyak yang terbuat dari kacang, ex: minyak kedelai

– Minuman: coklat/ susu coklat, susu kedelai

– Makanan lain: selai kacang, tauco, biji kakao

Apakah Diet Rendah Oksalat dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal?

Meningkatnya asupan oksalat akan menyebabkan meningkatnya pengeluaran oksalat melalui urine, hal tersebut tentu berkontribusi dalam pembentukan batu ginjal pada ginjal.

Selain membatasi makanan tinggi kandungan oksalat, penderita batu ginjal juga disarankan memperhatikan hal-hal berikut yang dapat mencegah pembentukan batu ginjal:

  • Meningkatkan asupan kalsium

Penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan asupan kalsium akan membantu tubuh untuk mengabsorpsi oksalat, membentuk kalsium oksalat sebelum oksalat mencapai ginjal, sehingga tidak terbentuk kalsium oksalat di ginjal.

Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 1000-2000 mg kalsium sehari, yang bisa didapatkan dari susu, makanan berbahan susu seperti keju, yoghurt, lalu ikan yang tulangnya dapat dimakan seperti ikan teri, sarden, dan bandeng presto

  • Membatasi asupan vitamin C

Vitamin C di tubuh akan diubah menjadi oksalat, maka disarankan untuk mengurangi asupan vitamin C atau makanan sumber vitamin C. Kebutuhan vitamin C wanita dewasa adalah sekitar 75 mg dan pria dewasa adalah 90 mg. Konsumsi vitamin C secukupnya, tidak perlu minum suplemen yang berdosis 500 mg, bahkan sampai 1000 mg.

  • Perbanyak minum air putih

Memperbanyak asupan cairan akan meningkatkan pengeluaran oksalat sehingga menurunkan resiko batu ginjal

  • Membatasi asupan garam

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asupan garam juga berkontribusi dalam pembentukan batu ginjal

  • Konsumsi probiotik

Rutin mengonsumsi probiotik dapat membantu menurunkan kadar oksalat. Asam laktat yang terkandung dalam probiotik dapat mengikat oksalat dan membantu mengurangi kadarnya dalam tubuh.  Penggunaan antibiotik dan zat kimia tambahan seperti pengawet atau penyedap rasa kerap membuat sistem pencernaan menjadi tidak seimbang.

Kekurangan Diet Rendah Oksalat

Pada Diet Rendah Oksalat disarankan untuk mengurangi berbagai macam bahan makanan yang berasal dari tanaman seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan sumber protein nabati, sehingga hal tersebut juga membatasi berbagai macam nutrisi lain yang ada di dalam bahan makanan tersebut.

Seperti contohnya, pada sayur bayam selain mengandung oksalat juga mengandung serat yang jumlahnya tinggi, vitamin A, kalsium, zat besi, dan magnesium.

Bagi vegetarian diet ini juga dapat menyulitkan karena sumber protein yang berasal dari tanaman tidak disarankan, sehingga besar kemungkinan akan terjadi kekurangan protein. Jika kekurangan protein terjadi berkepanjangan bisa menimbulkan efek negatif seperti imunitas tubuh terganggu, pertumbuhan tidak maksimal, dan anemia.

Maka sangat disarankan untuk memilih dan mengatur diet dengan bijak, jika perlu temui ahli gizi atau dietisien untuk mendiskusikannya.

Sumber:

www.winchesterhospital.org

Holmes, Ross P., Khinght, John., Assimos, Dean G. 2016. Lowering urinary oxalate excretion to decrease calcium oxalate stone disease. HHS Public Access

Artikel terkait :

Pengenalan Penyakit Ginjal

Diet Bagi Penderita Gagal Ginjal

Vani ed NH

One thought on “Reviw Diet Rendah Oksalat untuk Penderita Batu Ginjal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *