Search in:

Yuk Kenalan dengan Kegiatan Posyandu

Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat guna memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapat fasilitas pelayanan kesehatan. Adapun tujuan umum dari Posyandu adalah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Angka Kematian Anak Balita di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Adapun sasaran Posyandu antara lain bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, serta Pasangan Usia Subur (PUS).

Apa manfaat Posyandu?

Adapun manfaat dari Posyandu adalah untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi, maupun balita melalui pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu keberadaan Posyandu dapat memebrikan manfaat berupa kemudahan mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan, mendapatkan saran seputar gizi bayi dan anak, memastikan bayi dan balita mendapatkan imunisasi lengkap, ibu hamil dapat terpantau asupan gizi, vitamin, suplemen dan vaksin, serta memperoleh penyuluhan kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak. Nah, apa saja kegiatan yang diadakan di Posyandu?

Ragam Kegiatan Posyandu

1.Kegiatan untuk Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Adapun sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, serta bayi dan balita. Jenis kegiatan yang dilakukan antara lain pemantauan kesehatan ibu hamil, mulai dari menimbang berat badan, informasi asupan tubuh, vaksinasi serta konsultasi medis. Ada juga kegiatan kelas ibu hamil yang dapat berupa senam, penyuluhan, ataupun pelatihan.

2.Kegiatan untuk Keluarga Berencana

Pada kegiatan ini, Posyandu dapat melakukan kegiatan penyuluhan seputar KB. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas bisa dilakukan kegiatan penyuntikan KB dan konsuktasi KB.

3.Kegiatan Imunisasi

Pelayanan Imunisasi Posyandu hanya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas. Jenis vaksin yang diberikan akan disesuaikan dengan program untuk bayi dan ibu hamil.

4.Kegiatan Pemantauan Gizi

Kegiatan ini dapat berupa penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, pemberian makanan tambahan, serta konseling seputar asupan gizi. Bila ditemukan kondisi kurang seperti berat badan yang tidak bertambah, maka yang bersangkutan dirujuk ke Puskesmas.

5.Kegiatan Pencegahan dan Penangulangan Diare

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Selain penyuluhan, bisa dilakukan pemberian obat oralit atau obat diare.

Keberhasilan pelaksanaan Posyandu memerlukan dukungan dari berbagai pihak baik kebutuhan moril, materil dan finansial. Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik akan memberikan kontribusi yang besar, dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak balita.

Fiki ed NH

Artikel terkait Praktik Lapangan Prodi Gizi di Desa Mantingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *