Search in:

Tak Disimpan Suhu Dingin – Matikah Bakteri Baik Dalam Minuman Probiotik?

Pernahkah Anda membeli minuman probiotik dalam jumlah banyak, namun tidak menyimpannya dalam kulkas? Apakah bakteri baik yang ada di dalamnya dapat bertahan hidup? Ataukah mereka akan mati dan sia-sia saja kalau dikonsumsi?

Probiotik atau yang biasa disebut sebagai bakteri baik dapat memberikan manfaat kesehatan dengan cara menyeimbangkan mikroorganisme dalam usus manusia. Salah satu produk minuman probiotik yang familiar adalah ‘yakult’. Rasanya yang asam dan sedikit manis begitu disukai oleh hampir semua kalangan usia. Dan sebagaimana diketahui, yakult umumnya disimpan dalam mesin pendingin. Setelah proses produksi dan sampai pada saat hendak dikonsumsi, produk tersebut melewati cold chain distribution.

Umumnya, probiotik merupakan bakteri dari keluarga Lactobacillus. Semua probiotik secara perlahan akan mati bila lingkungan sekitar tidak cocok untuknya untuk tumbuh. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh faktor metode ekspedisi (distribusi) yang memungkinkan paparan terhadap panas atau kelembaban. Hal ini menjadikan resiko pada produk kehilangan bakteri probiotik hingga 90% bahkan sebelum dikonsumsi.

Mortazavian et al. (2007) mengkaji dampak penyimpanan suhu dingin terhadap daya hidup bakteri probiotik dalam yogurt. Daya hidup atau yang disebut ‘viabilitas’ merupakan aspek krusial dalam mutu minuman probiotik hasil fermentasi. Suhu yang digunakan yakni 2, 5, dan 8oC selama 20 hari. Hasil riset tersebut membuktikan bahwa suhu penyimpanan yang terbaik adalah 2oC untuk mempertahankan kelangsungan hidup bakteri Lactobacillus acidophilus dan suhu 8oC untuk bakteri Bifidobacterium lactis. Hal tersebut memberikan informasi bahwa suhu dingin berperan penting dalam menjaga kualitas minuman probiotik.

Syarat supaya probiotik dapat memberi manfaat kesehatan ialah: bakteri tersebut harus dikonsumsi dalam keadaan hidup dengan jumlah yang pas yakni antara 108-1011 CFU per penyajian. Sebagian besar kemasan pada label produk minuman probiotik memuat keterangan supaya minuman tersebut lekas dihabiskan setelah dibuka. Tentu saja hal ini untuk mengantisipasi kontaminasi dan paparan resiko dari lingkungan sekitar yang berpotensi menurunkan viabilitas probiotik. Kalau probiotik tidak disimpan suhu dingin, maka kemungkinan bakteri-bakteri di dalamnya tentu akan sulit hidup dan pada akhirnya kita hanya mendapatkan rasa asamnya saja tanpa manfaat lebih.

Referensi:

Mortazavian, A.M., Ehsani, M.R., Mousavi, S.M., Rezael, K., Sohrabvandi, S., and Reinheimer, J.A. 2007. Effect of refrigerated  stirage temperature on the viability of probiotic micro-organisms in yogurt. International Journal of Dairy Technology 60 (2): 123 – 128.

Nur Aini M, M.Si ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *