Search in:

Alergi Makanan dalam Keamanan Pangan

Mungkin kita pernah mengkonsumsi produk perikanan dan terasa gatal di lidah, di kulit, atau merasa sesak napas beberapa saat setelah memakannya. Sebagian dari kita juga pernah merasa tidak nyaman ketika mengkonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah kecil atau besar. Bisa jadi kita menderita alergi makanan tertentu.

Definisi alergi makanan

Alergi makanan merupakan suatu gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan akibat respon antibody terhadap protein. Allergen (penyebab alergi) dari makanan tidak dikenali oleh sel imun sehingga terjadi reaksi yang menyebabkan alergi terhadap makanan. Kejadian ini dapat dialami oleh siapapun dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Reaksi alergi yang biasanya muncul berupa rasa gatal atau pembengkakan pada bibir, lidah, palatum, atau faring. Reaksi alergi lain berupa gejala asma, rhinitis, dan eksim/dermatitis. Pada beberapa kasus, alergi makanan dapat mengakibatkan anafilaksis, suatu reaksi mendadak yang dapat mengancam jiwa seseorang.

Allergen dan keamanan pangan

Pada standar kemanan pangan terbaru yang dikeluarkan oleh Codex Alimentarius, allergen merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan selama proses produksi makanan. Alat yang dipergunakan untuk memproduksi makanan harus dipastikan bersih dan terbebas dari kontaminasi, seperti kontaminasi bakteri, kontaminasi bahan kimia, termasuk kontaminasi allergen. Pemisahan alat produksi pada produk yang mengandung allergen dan tidak mengandung allergen sangat dianjurkan. Bila tidak memungkinkan, maka harus dipastikan sudah tidak ada residu bahan yang mengandung allergen pada alat yang dipergunakan dalam memproduksi makanan.

Pada saat penyimpanan bahan makanan, baik bahan baku, bahan setengah jadi, maupun bahan jadi, harus dipastikan terbebas dari pestisida dan berbagai cemaran, termasuk cemaran allergen. Agar tidak terjadi kontaminasi silang, sebaiknya memisahkan tempat penyimpanan bahan yang mengandung dan tidak mengandung allergen. Ruang penyimpanan juga harus dibersihkan secara berkala sehingga dapat menjaga keamanan pangan.

Kondisi alergi pada setiap orang berbeda-beda. Agar konsumen dapat terjaga dari kemungkinan terjadi reaksi alergi, produsen makanan harus mengkomunikasikan dalam bentuk pemberitahuan pada kemasan atau pada menu makanan yang akan disajikan. Sehingga konsumen dapat menghindari mengkonsumsi allergen yang mungkin akan menimbulkan reaksi alergi pada dirinya.

Referensi:

United States Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service (https://www.fsis.usda.gov/wps/wcm/connect/1e98f24c-d616-443f-8490-f7372476d558/Allergies_and_Food_Safety.pdf?MOD=AJPERES)

Nanan Nuraini. 2015. ORAL ALLERGY SYNDROME (OAS) AKIBAT REAKSI ALERGI MAKANAN (TELAAH PUSTAKA). Jurnal B-Dent, Vol 2, No. 2, Desember 2015 : 95-100.

Codex Alimentarius. General Principles of Food Hygiene, Amended in 2020.

Baca juga Kenali Alergi Makanan dan Penyebabnya

Fitri Komala Sari, S.TP., M.Sc. ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *