Search in:

Benar atau Hoax Kode “E” Pada Label Makanan Berarti Turunan Babi?

Beberapa waktu lalu santer berita adanya cemaran babi pada produk-produk makanan karena dijumpai kode “E” pada komposisinya. Namun, benarkah demikian? Berikut penjelasannya!

E-numbers adalah kode untuk bahan tambahan Pangan yang telah digunakan di dalam Uni Eropa (mengacu dari “E” yang merupakan singkatan dari “Eropa”). Kode ini telah disetujui oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan sistem penomorannya diikuti oleh negara kita.

Sehubungan dengan beredarnya isu mengenai kehalalan produk pangan yang menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) dengan kode E-Numbers, berikut penjelasan dari Badan POM: 

1. E-numbers 

E-numbers merupakan kode yang digunakan untuk memudahkan identifikasi BTP yang telah terbukti aman dan secara resmi disetujui untuk digunakan pada produk pangan olahan sesuai dengan standard yang berlaku di Uni Eropa.

2. Ada 9 golongan E numbers, yaitu:

  • E100 – E199 (pewarna)
  • E200 – E299 (pengawet)
  • E300 – E399 (antioksidan dan pengatur keasaman)
  • E400 – E499 (pengental, penstabil dan emulsifier)
  • E500 – E599 (pengatur keasaman dan anti kempal)
  • E600 – E699 (penguat rasa)
  • E700 – E799 (antibiotik)
  • E900 – E999 (lain-lain)
  • E1000 – E1599 (bahan tambahan kimia lainnya)

3. BTP

BTP ada yang dibuat dari bahan organik (nabati/hewani), ada pula dari bahan anorganik (hasil sintesa bahan kimia), oleh karena itu, status kehalalan suatu BTP yang dinyatakan dalam E-numbers tergantung dari asal bahan baku yang dipakai.

4. Kode E numbers

Kode E numbers tertentu tidak dapat dijadikan petunjuk apakah BTP tersebut halal atau haram, misalnya kode E101 untuk pewarna kuning riboflavin, jika 100% berasal dari produk nabati maka BTP tersebut halal, tetapi jika berasal dari hati atau ginjal babi atau hewan halal yang tidak disembelih secara syar’i, maka BTP tersebut haram.

5. Lembaga Berwenang

Lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menyatakan suatu produk adalah halal atau haram adalah LPPOM Majelis Ulama Indonesia, suatu produk dapat mencantumkan logo halal pada kemasannya apabila telah mempunyai sertifikat halal dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia.

6. Pemeriksaan Pada Produk

Sebelum mengeluarkan sertifikat halal, LPPOM Majelis Ulama Indonesia akan melakukan audit terhadap semua kandungan produk, termasuk BTP, dan proses pembuatannya, Auditor akan menelusuri asal bahan tersebut, dan menentukan apakah bahan yang digunakan termasuk halal atau haram.

7. Kesimpulan

Berdasarkan pertimbangan tersebut  di atas, dapat disimpulkan bahwa kode E-numbers tidak merujuk pada kehalalan BTP, tetapi menunjukkan BTP apa yang digunakan dalam produk pangan tersebut, suatu produk dapat dinyatakan halal apabila telah mencantumkan logo halal pada kemasannya, masyarakat diharapkan tidak resah dan terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak dapat dijamin kebenarannya.

Pada akhirnya, pemberian status hala pada produk makanan harus didasarkan pada komposisinya. Bila dalam proses pengolahan ditambahkan BTP dengan kode E-xxx maka haruslah kembali ditelusur asalnya. Bila dari hewani, tentu saja akan haram jika berasal dari turunan babi.

Nur Aini, M.Sc. ed NH

Baca juga Istilah Babi yang Tidak Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *