Search in:

Anemia Pada Perempuan di Indonesia

Anemia sering disebut warga Indonesia sebagai “ kurang darah “ pada percakapan sehari-hari ternyata merupakan kondisi yang kerap menjadi penyebab pasien memeriksa diri ke dokter. Gejala anemia sering dikenal dengan sebutan 5L yaitu letih, lesu, lemah, lelah dan lalai. Seseorang yang menderita anemia sering mengeluhkan pusing, berdebar/rasa berat di dada, penglihatan gelap dan terkadang telinga berdenging.

Pengertian Anemia

Hasil laporan Riskedas 2013 menunjukan prevalensi anemia penduduk Indonesia sebesar 21,7%. Hasil tersebut cenderuung meningkat apabila dibandingkan dengan Riskedas 2007 yaitu sebesar 14,8%. WHO (2003) menyatakan bahwa pravelensi anemia >20% menunjukkan adanya masalah kesehatan masyarakat.

Peningkatan prevalensi anemia penduduk Indonesia merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan segera (Riskesdas,2013). Asumsi yang dapat dilogikakan yaitu sejumlah 2 orang dari 10 orang penduduk Indonesia menderita anemia. Hal ini mengancm generasi bangsa Indonesia mengingat kelompok yang rawan terhadap anemia adalah ibu hamil dan remaja.

Penyebab Anemia

Anemia bukanlah suatu diagnosis penyakit, melainkan sebuah kumpulan gejala yang harus diselidiki penyebabnya. Ada tiga proses utama yang menyebabkan terjadinya anemia, yaitu berkurangnya pembentukan sel darah merah oleh sum-sum tulang (karena defisiensi asam folat dan zat besi, kanker), terjadinya pendarahan (pada menstruasi, persalinan, cedera/kecelakaan) dan proses pemecahan sel darah merah yang lebih cepat/lebih banyak dari semestinya (talasemia, defisiensi G6PD).

Anemia menjadi sorotan dan fokus pelayanan kesehatan di dunia mengingat jumlahnya yang banyak dan memengaruhi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi anemia menyebabkan penderita mengalami penurunan kinerja (berkurangnya konsentrasi, mudah lelah) dan debilitas manahun. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ibu hamil antara lain pemberian tablet tambah darah dan pemberian tambahan makanan.

Cara Mengatasi Anemia

Pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya masyarakat untuk menanggulangi anemia masih rendah dan belum optimal. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan anemia selama ini hanya sebatas partisipasi oleh posyandu. Program penanggulangan anemia harus melibatkan masyarakat sejak identifikasi masalah, mengenalotensi sumber daya lokal, peaksanaan program, pemantauan dan penilaian hasil kegiatan.

cara mengatasi anemia bisa klik Tips Tetap Bugar dalam Berpuasa Bagi Pengidap Anemia

Referensi

Adnani, Hariza. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta : Nuha Medika.

Chandyo, R. K., et al. 2009. Zinc Deficiency Is Common amoung Healthy Woman of Reproductive Age in Bhaktapur, Nepal, J. Nutr. 139: 594-597.

Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan Penelitian Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. 2013

Jesycha Laily ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *