Search in:

Cara Mengenali Ayam Tiren

Hello sahabat gizi, seringkali ibu-ibu pergi ke pasar untuk membeli daging ayam karena daging ayam merupakan satu pangan yang mudah diperoleh, dan harganya cukup terjangkau, mudah pengolahannya menjadikan daging ayam selalu dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga perintaanya terus meningkat. 1 Yuk simak info lebih lengkap dibawah ini.

Apa Ayam Tiren itu?

Ayam tiren (ayam mati kemaren) merupakan ayam bangkai atau ayam mati kemaren disebabkan daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit kemudian sengaja disembelih untuk dijual di pasar. Minimnya informasi menyebabkan kasus ini tidak banyak yang mengetahui oleh masyarakat terutama komsumen daging ayam, hal ini sangat memprihatinkan karena merugikan keaman dan kehalalan pangan bagi konsumen. 1

Kenapa Ayam Tiren Bahaya?

Ayam tiren tidak layak dikonsumsi karena daging ini tidak baik untuk kesehatan, kandungan mikroorganisme pada daging ayam tiren meningkat drastic dari kondisi aman untuk dikonsumsi disebabkan darah merupakan media yang baik untuk berkembangbiaknya bakteri. Sedangkan ayam yang disembelih, darahnya dikeluarkan sebanyak mungkin, sehingga karkas tidak mudah busuk. 1

Daging ayam tiren terdapat pertumbuhan bakteri salmonella sudah jauh lebih banyak dan lebih dari 300 jenis mikroorganisme yang berhasil diisolasi yangterdiri dari lebih 100 adalah bakteri asam laktat, kurang dari 100 mikrobakteria, 70 biakan jamur, dan 40 biakan mikrokoki. Tingginya mikroorganisme pada ayam tiren ini apabila dikonsumsi maka akan menyebabkan gangguan kesehatan.2

Sumber : https://www.hipwee.com/tips/ayam-potong/

Menurut LPPOM MUI, Islam mengajarkan ketentuan standar dalam proses penyembelihan, yaitu:

1. Sebelum dilaksanakan penyembelihan niat dan mengucapkan asma Allah (Basmalah);

2. Penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan 4 (empat) saluran, yakni saluran makanan (mari’/esophagus), saluran pernafasan/tenggorokan (hulqum/trachea), dan dua pembuluh darah (wadajain/vena jugularis dan arteri carotids);

3. Penyembelihan dilakukan dengan satu kali dan secara cepat; 

4. Pastikan adanya aliran darah dan/atau gerakan hewan sebagai tanda hidupnya hewan (hayah mustaqirrah); serta

5. Pastikan matinya hewan disebabkan oleh penyembelihan tersebut.

Ciri-ciri ayam tiren dan ayam segar :

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4855255/yuk-kenali-perbedaan-fisik-daging-ayam-tiren-dan-yang-segar

Referensi :

Swari et al. Deteksi Penjualan Ayam Mati (Tiren) di EMpat Pasar Tradisional Kota Denpasar. Open Journal System Vol. 11 No. 2 Hal: 143 – 144

Yanestria, Sheila Marty, Wibisono, Freshinta Jellia. 2017. Insiden Peredaran Ayam Tiren Pada Pasar Tradisional di Surabaya. Jurnal Kajian Veteriner Vol. 5 No. 1 Hal : 46

LPPOM MUI. 2020. Bahaya Konsumsi Ayam Tiren. http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/bahaya-konsumsi-ayam-tiren Diakses pada tanggal 2 Februari 2021.

NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *