Search in:

Pengaruh Kafein Kopi pada Kesehatan

Kopi menjadi salah satu minuman yang  selalu tersedia dirumah, mulai dari biji kopi, kopi instan dan kopi kemasan yang langsung bisa diminum. Di zaman yang milenial ini banyak bermunculan kedai-kedai kopi dengan inovasi menu seperti contohnya kopi dalgona, kopi ekspresso, capocino, late dan jeni lainnya.

Kebiasaan orang Indoesia salah satunya yaitu melakukan kegiatan minum kopi di kedai atau warung kopi sambil bersantai atupun juga saat melakukan serangkaian kegiatan dilapangan maupun di kantor. Sensasi rasa dan Aroma yang khas pada kopi menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengkonsumsinya.

Flavor dan aroma pada kopi dipengauhi  oleh beberapa senyawa diantaranya yaitu :

  1. Golongan senyawa yang membentuk aroma didalam kopi meliputi golongan fenol, golongan karbonil, golongan karbonil asam, golongan asam amino, asam volatile
  2. Flavor kopi terbentuk karena campuran dari komponen-komponen termasuk sulfur. Selain kafein didalam kopi juga terdapat tannin, Jumlah tanin dlm biji kopi berkurang slm proses penggorengan.

Zat-zat Aktif pada Kopi

Senyawa terpenting yang terdapat dalam kopi adalah kafein. Kafein dapat bereaksi dengan asam, basa, dan logam berat dalam asam. Kafein disintesis dalam ikera.  Kafein yang terdapat dalam kopi ikera memiliki kadar atau jumlah 85 mg/5 oz , dalam kopi instan60 mg/5 oz, dan dalam kopi dekafeinasi3 mg/ 5 oz. Kafein dapat larut dalam air, mempunyai aroma wangi tetapi rasanya sangat pahit. Kafein bersifat basa. mono-cidic yang lemah dan dapat memisah dengan penguapan air. Dengan asam, kafein akan bereaksi dan membentuk garam yang tidak stabil . Sedangkan reaksi dengan basa akan membentuk garam yang stabil. Kafein mudah terurai dengan alkali panas membentuk kafeidin.

Fungsi Kafein

Kafein berfungsi sebagai senyawa perangsang yang bersifat bukan alcohol, rasanya pahit dan dapat digunakan untuk obat-obatan. Senyawa ini dapat mempengaruhi system syaraf pusat otot dan ginjal. Pada system syaraf pusat, kafein berpengaruh dalam mencegah rasa kantuk, menaikkan daya tangkap panca indera, mempercepat daya iker dan mengurangi rasa lelah.

Di dalam tubuh, kafein bersifat antagonis terhadap fungsi adenosine(senyawa dalam otak yang bisa membuat seseorang cepat tertidur) sehingga membuat seseorang tidak mengantuk usai meminum kopi dan memiliki energy ekstra. Kafein diabsorbsi sempurna dalam system pencernaan dalam waktu 30-60 menit. Maksimum efek yang terjadi di otak muncul dalam 2 jam sehingga kafein tidak berefek segera dan sangat cepat dihapus dari otak.

Pengaruh Cafein Pada Kesehatan

Mekanisme kafein yang memengaruhi tubuh terutama dengan memblokir reseptor adenosine yang menyebabkan peningkatan sekresi katekolamin: adrenalin, dopamin dan serotonin. Efek dari ini adalah untuk merangsang sistem saraf pusat, percepatan denyut jantung, dan vasodilatasi darah. Beberapa penelitian metaanalisis pada studi epidemiologi mengenai hubungan hipertensi dan konsumsi kafein tidak menunjukan hasil yang postif, namun beberapa penilitian menunjukan bahwa minum kopi dapat meningkatkan konsentrasi homosistein yang dapat menunjukan meningkatnya resiko penyakit kardioaskular.

Beberapa studi menunjukkan bahwa asupan kafein moderat (100-300 mg per hari) memberikan efek menguntungkan pada ketahanan mental dan fisik berpikir, konsentrasi, dan juga mengurangi kelelahan dan kantuk.  Kafein merangsang sekresi asam lambung, bertindak diuretik dan menurut beberapa data dapat memengaruhi proses metabolisme dalam tubuh, mengintensifkan lipolisis lemak, dan termogenesis tubuh. Jadi meminum kopi dalam jumlah yang tidak berlebihan lebih dianjurkan bagi individu yang tidak mengalami kecanduan kopi namun yang sudah kecanduan kopi dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi kopi secara perlahan dan dapat diganti degan minuman lain seperti air putih, jus buah, smoothies dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Elizabeth Ruth. Simanjutak Violita. 2011. Artikel Ilmu Bahan Penyegar. Semarang. Universitas Diponegoro, Fakultas Kedokteran

Yonata, Ade Saragih dan Dea Gratia Putri. 2016. Pengaruh Konsumsi Kafein pada Sistem Kardiovaskular. Jurnal Majority, Vol 2,no 3, hh 43-49

Cornelis, Marilyn C. 2019. 2019. The Impact Of Caffeine And Coffee On Human Health. Nutrient, Vol 11, no 2, hh 11-14

Indahtul ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *