Search in:

Perencanaan Intervensi Gizi Pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin  atau kedua-duanya. Pada perencanaan intervensi gizi, perlu ditetapkan strategi untuk mencapai tujuan intervensi gizi tersebut.

Berikut ini merupakan syarat diet DM tipe 2 yang harus dipenuhi dalam strategi intervensi gizi sebagai berikut:

  1. Energi diberikan sesuai kebutuhan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal. Perhitungan kebutuhan energi dengan memperhatikan status gizi dan aktivitas fisik pasien.
  2. Protein dianjurkan sekitar 10-20% dari kebutuhan energi total. Pada kondisi Diabetes Nefropati, pemberian protein dianjurkan 0,8 gram/kg berat badan per hari atau 10% dari kebutuhan energi total.
  3. Lemak diberikan sekitar 20-25% dari kebutuhan energi total. Selain itu, dianjurkan < 7% dari energi total menggunakan lemak jenuh, dan < 10% dari energi total menggunakan lemak tidak jenuh ganda. Asupan kolesterol dianjurkan < 300 mg per hari. Apabila peningkatan LDL merupakan masalah gizi utama, diet dianjurkan mengikuti diet dislipidemia tahap II dengan anjuran < 7% dari energi total menggunakan lemak jenuh, dan kandungan kolesterol 200 mg per hari. Jika yang menjadi masalah gizi utama adalah peningkatan trigliserida dan VLDL, maka dianjurkan 20% asupan lemak tidak jenuh tunggal, asupan karbohidrat lebih rendah, dan melakukan peningkatan aktivitas fisik agar terjadi penurunan berat badan serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  4. Karbohidrat dianjurkan 45-65% dari kebutuhan energi total. Sukrosa (gula pasir) diberikan tidak boleh lebih dari 5% energi total. Pemberian sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat dari makanan lain. Pembatasan karbohidrat total < 130 g per hari tidak dianjurkan.
  5. Serat dianjurkan 20-35 gram serat makanan dari berbagai sumber bahan makanan.
  6. Natrium untuk Diabetes dianjurkan < 3000 mg, sedangkan bagi pasien DM disertai hipertensi ringan sampai sedang, maka natrium diberikan 2400 mg per hari.
  7. Vitamin dan mineral diberikan cukup sesuai kebutuhan. Pada pasien dengan asupan gizi yang cukup, tidak diperlukan penambahan suplemen vitamin dan mineral.
  8. Pemanis alternatif dapat digunakan sepanjang tidak melebihi batas aman.
Sumber : https://www.alodokter.com/diabetes

Makanan yang dianjurkan:

Jenis bahan makanan yang dianjurkan meliputi sumber karbohidrat kompleks (seperti nasi, roti, mie, kentang, singkong, dan ubi), sumber protein rendah lemak (seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan), sumber lemak dalam jumlah terbatas seperti makanan diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus dan dibakar.

Makanan yang tidak dianjurkan:

Sedangkan bahan makanan yang tidak dianjurkan sehingga harus dibatasi konsumsinya atau bahkan dihindari, yaitu gula sederhana (seperti gula pasir, gula merah), sirop, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, es krim, kue-kue manis, dodol, cake. Batasi juga makanan yang mengandung banyak lemak seperti cake, makanan siap saji, goreng-gorengan, dan makanan yang mengandung natrium tinggi seperti ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.  Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang (50-70% denyut jantung maksimal), seperti: jalan cepat, bersepeda santai, jogging, dan berenang.

Sumber:

Instalasi Gizi Perjan RS dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. 2004. Penuntun diet edisi baru. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2015). Konsensus Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2015. Jakarta : PERKENI.

Sukardji, K. 2011. Penatalaksanaan gizi pada diabetes melitus, dalam: Soegondo, S, dkk. 2011. Penatalaksanaan diabetes mellitus terpadu, Edisi kedua. Jakarta : FKUI.

Artikel terkait :

Anjuran Penderita DM (Diabetes Mellitus)

Diabetes dengan Ibadah Puasa

Amili Yuni Damayanti, M.Gizi ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *