Search in:

Daya Tarik Kecipir Sebagai Supermarket on The Stalk di Indonesia

Indonesia dikenal dengan keragaman sumber daya genetik tanaman yang sangat tinggi. Salah satu diantaranya ialah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) yang termasuk dalam kacang-kacangan. Kecipir berasal dari Papua dan daerah Asia Tenggara. Tanaman ini telah beredar luas dikawasan Asia Tenggara, Amerika dan Australia. Kecipir telah masuk ke Indonesia pada abad ke 17. Tanaman kecipir ini dapat ditemukan hampir diseluruh tanah air dengan sebutan nama yang berbeda-beda di setiap daerahnys, seperti jaat (Sunda), Kolangkang (Bali), kacang embing (Palembang), kaceper (Madura), cipir (Jawa Tengah dan Jawa Timur), kacang blimbing (Sumatra Barat).

Tanaman ini merupakan tanaman penghasil biji yang sangat potensial untuk dikembangkan dibandingkan dengan hasil panen biji kedelai dan kacang tanah, namun sebagai salah satu kekayaan hayati Indonesia, tanaman kecipir hampir tak terberdayakan bahkan hampir terlupakan di masyarakat. Hal ini disebabkan tanaman ini tidak dibudidayakan secara luas dan masih dilakukan secara tradisional.

Manfaat Kecipir

Pada umumnya kecipir ditanam sebagai tanaman pekarangan dan pemanfaatannya sebatas pada konsumsi rumah tangga. Kecipir merupakan tanaman merambat yang yang sangat unik dibandingkan dengan tanaman sayuran tropis lainnya karena hampir seluruh bagian tanamannya dapat konsumsi dan dimanfaatkan serta memiliki banyak manfaat kecuali batang, yaitu daun, bunga, polong muda, biji baik biji segar maupun kering dan umbi sehingga banyak ilmuwan yang menyebut tanaman ini sebagai supermarket on the stalk. Daun dan buah muda kecipir biasanya banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sayuran atau tanaman hias dan polongnya di goreng. Polong kecipir merupakan sumber protein, karbohidrat dan vitamin A. Kandungan gizi polong muda kecipir sama dengan tanaman kacang-kacangan lainnya yang dapat diolah susu kecipir yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Salah satu daya tarik kecipir dikalangan masyarakat adalah potensi nilai gizi kecipir yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu peluang usaha memanfaatkan jenis-jenis tanaman yang belum banyak dibudidayakan ini.

Kandungan Gizi pada Kecipir

Kandungan gizi kecipir bahkan melebihi kandungan gizi beberapa legume lainnya. Kadar protein biji kecipir berkisar antara 35-37% dengan kadar minyak 15-17%. umbi kecipir mengandung kadar protein 20%. Kandungan protein pada umbi kecipir ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan singkong (1%), kentang (2%) dan ubi jalar (2%). Selain itu, yang menariknya lagi pada daun kecipir mengandung kadar protein sekitar 5-15%.

Biji kecipir juga mengandung asam amino yang cukup lengkap terutama kandungan asam amino lisin yang bermanfaat untuk pertumbuhan yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh kita. Salain kandungan proteinnya yang tinggi, kecipir juga memiliki kandungan lemak yang tinggi yaitu sekitar 15-20%. Dari jumlah tersebut 71% nya merupakan asam lemak tak jenuh terutama kandungan asam lenoleat.

Biji kecipir juga mengandung tokoferol atau Vitamin E sebanyak 22,8 mg/100 gram. Kandungan tokoferol pada biji kecipir lebih banyak dibanding dengan kacng kedelai (21 mg/100 gram). Asam lenoleat merupakan asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan terutama untuk menurunkan kadar kolesterol total dan tokoferol juga sangat berguna untuk antioksidan dalam tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, T. (2013). Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L), Potensi Lokal yang Terpinggirkan. Jurnal IPTEK Tanaman Sayuran, 1(1), 1–8.

Judiono, & Widiastuti, Y. (2019). Ilmu Pangan Aspek Gizi Pangan Indonesia. EGC.

Ladyamayu Pinasti ed NH

Baca juga MENGENAL LEBIH JAUH KACANG MERAH DAN CARA MENGOLAHNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *