Search in:

Resep Pembuatan Tempe Mahasiswa Gizi

Tempe merupakan salah satu makanan fermentasi kapang yang sering dikonsumsi oleh bangsa Indonesia. Salah satu protein yang cukup terjangkau dengan kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Selain menyehatkan tubuh, tempe juga merupakan salah satu sumber protein yang halal dikonsumsi oleh umat muslim karena tidak mengandung bahan hewani maupun khamr.

Bagi mahasiswi Unida Gontor kampus putri, tempe menjadi salah satu protein yang sering dikonsumsi. Setiap hari mahasiswi akan mengkonsumsi tempe, baik pagi, siang, maupun malam hari. Oleh karena itu, mahasiswi Prodi Gizi Unida Gontor mempelajari cara pembuatan tempe dalam praktikum Mikrobiologi Pangan.

Bahan yang perlu disiapkan :

Kacang kedelai (direndam selama 12 jam)

Ragi

Plastik dan Daun Jati / Daun Pisang

Cara Membuatnya :

Tempe yang dibuat oleh mahasiswi gizi terbuat dari kacang kedelai dan ragi tempe. Kacang kedelai direndam selama 12 jam, lalu dicuci bersih, dan direbus selama 25 menit. Setelah perebusan, kedelai ditiriskan dan dibersihkan dari kulit ari dengan cara diremas-remas.

Proses selanjutnya adalah perebusan selama 10 menit, penirisan, pemberian ragi, dan pembungkusan. Dalam praktikum mikrobiologi pangan, mahasiswi menggunakan daun pisang dan plastik sebagai pembungkus tempe. Setelah dibungkus, tempe diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, dan diperam selama dua hari hingga muncul rambut-rambut jamur (hifa).

Hasil praktikum pembuatan tempe menunjukkan bahwa tempe yang dibungkus dengan plastik dan daun pisang memiliki tekstur yang baik. Tempe yang dibungkus dengan plastik dapat diatur ketebalannya, sehingga cocok untuk dijadikan tempe mendoan. Tempe yang dibungkus dengan daun pisang memiliki aroma yang lebih sedap.

Ditulis oleh Fitri Komala Sari, S.TP., M.Sc. ed NH

Artikel terkait :

Mengenal Kacang-kacangan Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *