Search in:

Mengenal Vitamin D

Vitamin merupakan salah satu zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seseorang. Vitamin tidak dapat di produksi oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari makanan. Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil dan didapat dari makanan, vitamin sangat berperan aktif bagi pertumbuhan dan perkembangan, dalam melawan segala penyakit dan mencapai kehidupan yang sehat dan optimal.

Selama pertengahan abad ke-20 para ilmuan sudah mengidentifikasi sebanyak 13 jenis vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Sebagaian besar dari vitamin yang telah didentifikasi, diisolasi, diketahui manfaatnya dan disintesis diberi nama sesuai abjad alfaber, yaitu A, B, C, D, dan E. Yang mana vitamin tersebut didentifikasi melalui percobaan pada hewan dan observasi kebiasaan makan dan perilaku masyarakat di berbagai daerah (Hardinsyah & Supariasa,D.N., 2016).

Dari ke-13 jenis vitamin, vitamin tebagi menjadi dua kelompok yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak.  Diantaranya vitamin larut air adalah vitamin B kompleks dan vitamin C, sedangkan vitamin larut lemak diantaranya adalah vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Awalnya vitamin D diklasifikasikan sebagai nutrien, saat minyak hati ikan cod (yang merupakan sumber vitamin D) ditemukan efek antirakhitis pada bayi. Terdapat berbagai jenis vitamin, vitamin yang sangat kecil sekali jumlahnya akan tetapi sangat dibutuhkan oleh manusia adalah vitamin D yaitu untuk pembentukkan dan perkembangan tulang (Paramita & Louisa, M., 2017).

Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan

Vitamin D merupakan salah satu zat gizi mikro yang paling penting untuk tulang. Selain diproduksi dengan makanan, vitamin D dapat diperoleh atau diproduksi dari bantuan pancaran sinar matahari khususnya untuk menjaga imun dan stabilitas dari pada tubuh manusia dalam melawan segala penyakit. Untuk meningkatkan imunitas, prof Hardinsyah menyatakan hampir semua tipe olahraga yang melakukan olah tubuh dan olah pikiran dapat menguatkan imunitas bila dilakukan sesuai dengan prinsipnya. Prinsip olahraga yang dipegang oleh prof hardinsyah yaitu dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang selama 30 sampai 60 menit sehari dengan tiga sampai enam kali seminggu secara berkala (Hardinsyah, 2020).

Selain asupan energi yang cukup dalam latihan maupun pertandingan bagi seorang atlet, salah satunya yaitu atlet sepak bola memerlukan pula vitamin D untuk pembentukkan tulang agar tidak mudah cidera. Jika atlet masih mengkonsumsi suplemen atau makanan yang tidak sehat meski telah diberikan pengaturan makan saat bertanding sehingga memengaruhi kondisi kebugaran jasmani. Akibatnya, banyak pemain memiliki performa kurang maksimal karena pemain belum mempunyai kesadaran akan pentingnya pola makan (Desiplia, R., et al, 2018).

Deteksi dini dan pencegahan merupakan indikator penting dalam mempertahankan massa tulang. Beberapa faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia dan jenis kelamin dapat menjadi sumber penurunan massa tulang. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan ialah dengan mencukupi asupan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D dan aktivitas fisik berupa olahraga aerobik, antara lain step up. Vitamin D tersebut dapat diperoleh dari sinar matahari, ikan salmon, makarel dan hering (Gallieni M., et al, 2009). Lebih lanjut lagi, federasi sepak bola dunia telah mengeluarkan pernyataan bahwa gizi sangat berperan dalam keberhasilan suatu tim dan salah satunya vitamin D, yang mencegah cidera pada tulang saat latihan maupun pertandingan (Depkes RI, 2002).

Peranan vitamin D dalam menunjang fungsi otot tidak dapat dilihat ketika musim dingin berlangsung, saat ketika pemaparan radiasi  ultraviolet B sedang berkurang. Sehingga stimulus untuk prekursor utama yang mencetuskan sintesis vitamin D pun sedang berkurang (Chen et al., 2006). Dari sini dapat disimpulkan, vitamin D berperan aktif dalam metabolisme tulang dan fungsi normal dari sistem otot. Vitamin D dapat diproduksi dari makanan dan pancar sinar matahari sehingga para atlet yang mengkonsumsinya dapat lebih kuat dan terhindar dari terjadinya cidera.

Daftar Pustaka

Chen, T.C., et al. Factors that influence the cutaneous synthesis and dietary sources of vitamin D. Arch. Biochem. Biophys. 460 (2) : 213-217, 2006.

Depkes RI. Pedoman Kesehatan Olahraga. Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta, 2002.

Desiplia R., Indra E.N., Puspaningtyas D.E. Asupan energi, konsumsi suplemen dan tingkat kebugaran pada atlet sepak bola semi-profesional. Ilmu Gizi Indonesia, Vol. 02, No. 01, Agustus 2018 : 39-48.

Gallieni M, Cozzolino M, Fallabrino G, PashoS, Olivi L, Brancaccio D. Vitamin D: Physiology and pathophysiology. Int J Artif Organs. 2009;32:87-94.

Hardinsyah & Supariasa,D.N. Ilmu Gizi : Teori & Aplikasi. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta, 2016.

Paramita & Louisa, M. Berbagai Manfaat Vitamin D. CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017

Prof. Dr. Hardinsyah, MS. Berbagi Tips Tingkatan Imunitas dengan olahraga. IPB Today, Volume 348 tahun 2020.

Baca juga Multivitamin di Masa Pandemik Covid-19

Zat-Zat Gizi Memperkuat Sistem Imun

kholifatul ed Hafidhotun & NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *