Search in:

Panic Buying Vitamin C di Masa Pandemic

Taukah kamu apa yang dimaksud panic buying?

Panic buying atau disebut juga [1]pembelian karena rasa takut atau penimbunan berdasarkan rasa takut adalah tindakan membeli barang dalam jumlah besar untuk mengantisipasi suatu bencana, setelah bencana terjadi, atau untuk mengantisipasi kenaikan maupun penurunan harga.

Sejak pandemic covid-19 melanda, popularitas vitamin C makin sering di perbincangkan karena diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah infeksi. Namun masih banyak mitos yang bertebaran di masyarakat sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Ditengah pendemi yang meradang, siapapun pasti ingin menghindar dari covid-19 dengan meningkatkan imunitas. Salah satunya, konsumsi suplemen vitamin C. Baru-baru ini suplemen vitamin C juga langka. Sebenarnya kemana sih vitamin nya? emang perlu yah sampai ngeborong suplemen vitamin C? Kalau menurut para ahli gizi sih ga perlu, karena vitamin C juga bisa didapatkan dari “Real Food”.

Vitamin C hanya salah satu vitamin yang dibuthkan untuk penderita Covid-19. Vitamin lain seperti vitamin A, vitamin B, vitamin D dan vitamin E juga dapat berperan dalam proses penyembuhan covid-19 dengan cara saling membantu dalam penguatan imunitas tubuh.

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air dan peka terhadap suhu, sehingga mudah rusak selama pemasakan. Suhu yang tinggi serta waktu memasak yang lama dapat menyebabkan kerusakan vitamin C. Perebusan dapat merusak vitamin C hingga 73,86%, blanching dapat merusak vitamin C sekitar 57,85-88,86% dan pengukusan serta penggunaan microwife dapat mempertahankan konsentrasi vitamin C sebesar 89,24% hingga >90%.2

3Berikut beberapa sumber vitamin C, serta kandungan setiap 100 gram:

  1. Jeruk (jeruk, kiwi, lemon, jeruk bali): [1]49 mg
  2. Paprika dan cabai merah: 50 mg
  3. Stroberi: [2]58,8 mg
  4. Tomat: 34 mg
  5. Sayuran cruciferous (brokoli, kubis Brussel, kubis, kembang kol): 69 mg
  6. Kentang putih: 21 mg

Jadi, berdasarkan Recommended Dietary Allowances (RDA) atau Angka Kecukupan Gizi (AKG) kebutuhan harian  vitamin C yang diperlukan oleh tubuh berdasarkan umur sebagai berikut:

UsiaKebutuhan Vit. CMax
6-11 bulan50 mg/hari***
1-3 tahun40 mg/hari400 mg
4-9 tahun45 mg/hari650 mg
10-12 tahun50 mg/hari1200 mg
13-15 tahun65 mg/hari *1800 mg
 75 mg/hari ** 
16-80+ tahun75 mg/hari *2000 mg
 90 mg/hari **2000 mg
hamil+10 mg/hari 
Menyusui+45 mg/hari 

NB :• *perempuan• **laki-laki• ***belum diketahui
Kebutuhan wanita hamil/menyusui adalah angka kebutuhan usia + angka diatas.

Kebutuhan vitamin C juga bisa meningkat saat sakit, dalam tahap pemulihan, stress ataupun aktivitas tinggi  seperti pada atlet. Lalu apakah kita diperbolehkan mengkonsumsi lebih banyak dari kebutuhan?

Sebagai vitamin bersifat larut air, usus kita ternyata punya batas untuk menyerap vitamin C, 2000 mg/hari merupakan dosis maksimal. Konsumsi >1000 mg/hari membuat tubuh hanya bisa menyerap <50% dari vitamin C yang masuk, lalu konsumsi 30-180 mg/hari diserap sekitar 70-90%.

Bagaimana jika kita kelebihan vitamin C ? Apakah bahaya jika kita kelebihan vitamin C ?

Efek samping vitamin C banyak ditemukan pada konsumsi >3000 mg/hari. Keluhan yang paling sering adalah diare, mual, kram perut, dan gangguan saluran cerna lainya semuanya disebabkan oleh vitamin C yang tidak terserap di usus tadi. Usahakan penuhi kebutuhan vitamin C harian seperti makan makanan yang bergizi, lalu jika dirasa kurang bisa ditambahkan dengan tambahan suplemen.

Asupan vitamin C yang terlalu tinggi juga berpotensi meningkatkan ekskresi oksalat dan asam urat pada urine, yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal. Kelebihan dosis vitamin c dari kebutuhan tubuh perlu disaring oleh ginjal agar dapat dibuang melalui urin, jadi harus banyak minum juga. Berat banget beban hidupmu, wahai ginjal 

Oleh karena itu, Makanan apapun tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Karena  Allah SWT telah berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ   

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf : 31]

Referensi :

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelian_karena_panik

[2] Seongeung Lee, et al.2018. Effect of different cooking methods on the content of vitamins and true retention in selected vegetables. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6049644

[3] Database USDA

[4] Gropper, S. S., Smith, J. L., & Groff, J. L. (2009). Advanced Nutrition and Human Metabolism . In fifth edition. New York

Baca juga Multivitamin di Masa Pandemik Covid-19

Erika Anggraini ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *