Search in:

Tips Menyimpan Telur

Telur merupakan salah satu bahan yang hampir selalu tersedia dirumah karena dapat diolah dalam berbagai masakan secara sederhana seperti digoreng, direbus dengan beberapa variasi menu seperti telur balado, bacem, omlet telur dan lain sebagainya. Sebagian masyarakat Indonesia Sering kali menstock telur dalam jumlah banyak sehingga tidak langsung habis. Telur yang disimpan dalam waktu yang lama dapat menurunkan kualitas telur. Perlu penangan khusus untuk meningkatkan daya simpan telur sehingga tidak mudah rusak.

Telur yang disimpan dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan terjadinya penguapan cairan dan gas dalam telur semakin banyak. Indikasi rusaknya telur selama penyimpanan adalah penurunan kualitas telur meliputi penurunan kekentalan putih telur, peningkatan derajat keasaman, besarnya kantung udara, ada tidaknya noda, dan aroma isi telur.

Bagaimana Cara Menyimpan Telur ?

Cuci telur sebelum disimpan

Telur yang akan disimpan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada cangkang telur. Bakteri yang biasanya ditemukan pada kotoran ayam yaitu salmonella. Bakteri jenis ini dapat menyebabkan infeksi yang kemudian dapat berkembang menjadi penyakit salah satunya yaitu demam tofoid. Telur dapat mengalami kerusakan, baik kerusakan fisik maupun kerusakan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Mikroba dapat masuk ke dalam telur melalui pori-pori yang terdapat pada kulit telur, baik melalui air, udara, maupun kotoran ayam.

Perhatikan suhu penyimpanan telur

Telur yang dikonsumsi disimpan pada suhu kamar dengan kelembapan antara 80% dan 90%, maksimum selama 14 hari setelah ditelurkan. Prinsip penyimpanan telur adalah memperkecil penguapan CO2 dan H2O dari dalam telur oleh karena itu dibutuhkan temperatur yang relatif rendah agar penurunan berat telur lebih lambat. Hasil penelitian Suradi (2006) melaporkan bahwa penyimpanan telur terbaik pada suhu 5 sampai -10 drajat celcius karena dapat menjaga kualitas telur pada saat penyimpanan.

Frist In Frist Out

Sebaiknya memberikan label khusus waktu pembelian telur sehingga telur yang sudah dibeli dapat dihabiskan terlebih dahulu kemudian baru dapat menggunkan telur yang baru dibeli.

Yuk jeli memilih dan menyimpan bahan makanan agar dapat meningkatkan kualitas bahan sehingga kandungan zat gizi didalamnya dapat terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *