Search in:

Labu Kuning dan Manfaatnya Untuk Penderita Diabetes Melitus

Labu kuning dengan nama latin Cucurbinata Durch merupakan buah dari tanaman jenis labu-labuan atau Curcurbitaceae. Buah yang satu ini memiliki ciri khas berupa berbentuk bulat pipih, lonjong atau biasa juga panjang dengan banyak alur (15-30 alur). Labu kuning dapat dibeli di toko buah ataupun swalayan. Berbagai jenis olahan makanan dapat dibuat dengan bahan dasar labu kuning ini seperti minuman, kue basah, bubur dan lain sebagainya. Labu kuning memiliki beberapa kandungan gizi makro dan mikro serta senyawa fitokimia tertentu. Pemanfaatan labu kuning secara optimal dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Kandungan Gizi Labu Kuning

Labu kuning memiliki kandungan bioaktif seperti polisakarida, asam para-aminobenzoic, sterol, protein dan peptida. Kandungan dalam buah labu kuning diantaranya yaitu karotenoid dan asam amino butirat yang baik untuk kesehatan. Pengolahan labu kuning dengan tepat akan menjaga kualitas dari kandungan gizi dari buah tersebut. Berikut merupakan kandungan gizi labu kuning per 100 gram

Zat GiziJumlah
Energi (Ka)51
Protein (g)1,7
Lemak (g)0,5
Serat (g)10
Zat besi (g)2,7
Vitamin C (mg)2
Kemenkes, 2019

Berdasarkan hasil penelitian hasanah dan novian (2019) ekstrak labu kuning dalam kadar 5 ppm terdapat senyawa flavonoid sebesar 0,00288 mg/g atau 0,288%. Kandungan total phenol dalam labu segar lebih tinggi dibandingkan dengan labu kuning yang sudah dibuat jus atau selai. Kandungan total phenol dalam labu segar sebesar 905 μg GAE/g, selai labu kuning 769 μg GAE/g, dan jus labu kuning 93 μg GAE/g.

Berapa Banyak Labu Kuning yang dikonsumsi

Perlu diingat dan dan seharusnya menjadi perhatian bagi setiap penderita diabetes melitus untuk selalu menerapkan prinsip 3 J yaitu tepat jadwal, jumlah, dan jenis. Walaupun labu kuning memiliki manfaat yang baik bagi penderita diabetes melitus tetapi perlu pemantauan dalam mengonsumsinya. Konsumsi labu kuning dalam satuan penukar yaitu 100 gram atau sama dengan satu mangkuk. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk makan sehari setiap tiga jam yang terdiri atas tiga kali makan, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, serta tiga kali selingan.

Mekanisme Labu Kuning dan Diabetes Melitus

Ekstrak labu kuning terbukti memiliki kandungan antioksidan yang berperan pentang dalam mencegah maupun menjaga kestabilan kadar gula darah. Penelitian pra klinik pada tikus model diabetes yang diberikan ekstrak air labu kuning sebanyak 56 mg/200 g BB/ hari per oral sampai 112 mg/200 g BB/hari per oral selama 14 hari dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa. Mekanisme tersebut dipengaruhi oleh keberadaan senyawa fitokimia dan vitamin tertentu seperti beta karoten, flavonoid serta vitamin C dan E. Adanya senyawa flavonoid, beta-karoten, vitamin C dan vitamin E dapat berperan dapat menghambat aktivitas radikal bebas pada keadaan stres oksidatif yang disebabkan karana hiperglikemi tersebut. Kondisi diabetes menyebabkan hiperglikemi yang kemudian dapat meningkatkan produksi radikal bebas sehingga timbul adanya resistensi insulin. Senyawa flavonoid dapat menurunkan resistensi insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu flavonoid juga memiliki mekanisme dalam memblok aktivitas enzim alfa amilase dan juga glukosidase sehingga produksi glukosa darah dapat menurun. Beta karoten berperan dalam meningkatkan produksi antibodi yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

Olahan Makanan Berbahan Labu Kuning untuk Diabetes Melitus

Gambar Puding Labu Kuning

Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula sederhana. Olahan makanan yang sangat mudah dibuat dari bahan dasar labu yaitu puding. Puding labu kuning dapat dikombinasikan dengan mengganti gula sedarhana seperti gula pasir menjadi pemanis buatan salah satunya yaitu stevia. Stevia terbukti aman bagi penderita diabetes karena mengandung nol kalori, nol karbohidrat dan nol indeks glikemik. Bagian daunnya mengandung sejumlah komponen nutrisi yang bermanfaat untuk menstabilkan gula darah, yaitu mengandung zat chromium, magnesium, manganese, potassium, selenium, zink, dan vitamin B3.

Selain dalam olahan puding, labu kuning yang sudah berbentuk tepung dapat disubstitusi dalam mie basah. Berdasarkan hasil riset oleh Arsul, 2015 pembuatan mie yang ditambahkan 75% tepung labu kuning dapat menurunkan kadar glukosa darah sebanyak 60 mg/dL dengan indeks
glikemik 69,56. Olahan mie dari labu kuning dapat dijadikan menjadi salah satu alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes.

Indahtul Mufidah

Daftar Pustaka

Arsul, M. I., Rezky, N., Amir, R., Fadila, R., & Pratiwi, I. N. (n.d.). Potensi Mie dari Labu Kuning ( Cucurbita moschata Durch ) dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Potential of Noodle from Yellow Pumpkin ( Cucurbita moschata Durch ) to Reducing Blood Glukose Level, 2(2), 70–76.

Chalimah, S., & Hastuti, N. T. (2015). Pudding Agar Waluh ( Cucurbita Moschata ) Alternatif Untuk Penderita Diabetes Dengan Pemanis Daun Stevia ( Stevia Rebaudiana ). University Research Colloquium 2015, 201–207.

Fathonah, R., Indiyanti, A., & Kharisma, Y. (2014). Labu Kuning (curcurbita moschata Durch) untuk Kadar Glukosa Darah Puasa pada Tikus Model Diabetik. Global Medical and Health Comunication, 2(1).

Kostecka-Gugała, A., Michał Kruczek, I. L.-S. ´, & * P. K. (2020). Antioxidants and Health-Beneficial Nutrients in. MDPI Molecules, 25(1792).

Moschata, D. (2020). Analisis Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning ( Cucurbita, 9(1), 54–59.

Zdunić, G. M., Menković, N. R., Jadranin, M. B., Novaković, M. M., Šavikin, K. P., & Živković, J. Č. (n.d.). Phenolic compounds and carotenoids in pumpkin fruit and related traditional products, 429–433.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *