Search in:

Suplementasi Vitamin D dan Pengaruhnya terhadap Mikrobiota Usus

Vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin larut lemak yang berfungsi dalam membantu metabolisme kalsium, kesehatan vaskular, dan plroliferasi sel. Menjaga kadar vitamin D tetap adequat dapat membantu mengurangi risiko fraktur osteopotik dan juga dapat meningkatkan sistem kekenalan imunitas tubuh terhadap antigen. Beberapa penelitian terbaru menyebutkan vitamin D juga dapat mempengaruhi mikrobiota usus. Jumlah mikrobiota usus yang seimbang dapat menjaga kesehatan pencernaan dari infeksi seperti kanker usus.

Sumber vitamin D didaptkan secara alami dari sinar matahari dan juga dari sumber makanan seperti jamur, kuning telur dan ikan. Bagi masyarakat Indonesia vitamin D sangat mudah didapatkan dari sumber sinar matahari. Walaupun demikian terdapat beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk selalau berjemur dibalik teriknya matahari. Kondisi tersebut diantaranya yaitu alergi terhadap sengatan matahari, kesibukan yang padat, pakaian yang digunakan. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian dengan melakukan suplementasi vitamin D dalam jumlah yang direkomdasikan.

Vitamin D diklasifikasikan dalam dua bentuk utama yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 dapat ditemukan dalam tumbuhan dan makanan yang diperkaya vitamin D2 itu sendiri, sedangkan  vitamin D3 berasal dari hewan. Kedua jenis vitamin ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup.

Kebutuhan Harian Vitamin D

Di bawah ini adalah kebutuhan harian vitamin D per hari yang dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin D. Konsumsi vitamin D berlebih dapat menyebakan toksik dalam tubuh.

UsiaKebutuhan (IU/hari)
0-12 bulan400
1-70 tahun600
70 tahun ke atas800

‎Efek suplementasi vitamin D pada komposisi mikrobiota usus‎

Penelitian yang dilakukan oleh sigh et al, 2020 pada 80 wanita sehat yang diberikan suplementasi vitamin D dengan dosis oral mingguan 50.000 IU vitamin D.‎3‎ (Nivagen pharmaceuticals, USA) kemudian diikuti selama 12 minggu. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasanya suplementasi vitamin D dapat meningkatkan keragaman keseluruhan mikrobiota usus, dan khususnya peningkatan ‎‎Bacteroidetes‎‎ dan mengurangi jumlah ‎‎Firmicutes. Bakteri Bacteroidetes‎‎ berperan dalam sistem kekebalan tubuh dengan menghasilkan aktivasi respons yang dimediasi sel T dan mengontrol kolonisasi bakteri patogen potensial. Bakteri tersebut mengasilkan butirat sebagai hasil akhir dari fermentasi yang memiliki sifat antineoplastik dan karenanya memainkan peran penting dalam pemeliharaan kesehatan usus. Bakteri jenis Firmicutes juga beperan besar dalam menjaga kesehatan pencernaan manusia. Secara garis besar mikrobiota usus memiliki peran dalam metabolisme beberapa zat gizi serta aktivasi komponen dalam sistem kekebalan tubuh. Bakteri Firmicutes pada subjek dengan berat badan berlebih teridentifikasi dalam jumlah tinggi dibandingkan dengan subjek dengan berat badan rendah. Suplementasi vitamin D dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik untuk mempertahankan homeostasis kekebalan-mikroba.‎

Mekanisme Suplementasi Vitamin D dan Pengaruhnya terhadap Mikrobiota Usus

Mekanisme yang mendasari regulasi vitamin D dengan mikrobiota usus masih belum jelas alurnya. Salah satu kemungkinan adalah bahwa, setelah penyerapan di usus kecil.‎ ‎Vitamin D dapat mempengaruhi komunitas mikroba usus melalui mekanisme sistemik tidak langsung; Misalnya, reseptor vitamin D (VDR) diekspresikan dalam usus besar proksimal dan bertindak sebagai faktor transkripsi yang mengatur ekspresi lebih dari 1000 gen inang yang terlibat dalam homeostasis dan peradangan usus, invasi patogen, kolonisasi bakteri kommensal, dan pertahanan mukosa. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama dengan metode ekperimental kohort untuk mengetahui secara jelas mekanisme yang terjadi antara suplementasi vitamin D dan mikrobiota usus.

Ditulis Oleh : Indahtul Mufidah

Daftar Pustaka

Fiannisa, R. (2019). Vitamin D sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif hingga Keganasan. Medula, 9(3), 385–392. Retrieved from https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/viewFile/2509/pdf

Singh, P., Rawat, A., Alwakeel, M., Sharif, E., & Al Khodor, S. (2020). The potential role of vitamin D supplementation as a gut microbiota modifier in healthy individuals. Scientific Reports, 10(1), 1–14.

Nair, R., & Maseeh, A. (2012). Vitamin D: The “Sunshine” Vitamin. Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics, 3(2), pp. 118-26.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *