Search in:

KUNJUNGAN KE MUSEUM DAN PABRIK COKELAT MONGGO DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ILMU BAHAN MAKANAN DAN TEKNOLOGI PANGAN


Pendidikan tinggi memiliki tujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional. Prodi Ilmu Gizi UNIDA Gontor berupaya untuk memperkenalkan dunia usaha/industri kepada mahasiswa diantaranya melalui kunjungan industry pangan. Pada hari kamis tanggal 28 oktober 2021 Program Studi Ilmu Gizi UNIDA Gontor melakukan kunjungan di salah satu industri cokelat, yaitu di Museum dan Pabrik cokelat monggo. Industri ini beralamatkan di Jl. Tugu Gentong No.RT 03, Sribitan, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini di ikuti oleh 71 peserta yang terdiri dari 36 orang mahasiswi semester 1 dan 31 orang mahasiswa semester 3. Selain itu juga didampingi oleh 2 orang tenaga kependidikan, dan 2 orang dosen pembimbing. Selama kegiatan kunjungan industri ini seluruh peserta didampingi oleh 3 orang tour guide yang menjadi pemandu selama acara berlangsung

Kegiatan di Pabrik Coklat Monggo

Kegiatan Pertama


Kegiatan pertama mengunjungi museum cokelat monggo yang berisikan benda-benda dan informasi-informasi sejarah awal mula cokelat ditemukan. Informasi lain yang disajikan berupa sejarah perjalanan industri cokelat monggo didirikan. Bapak Andrew selaku tour guide menyampaikan bahwa cokelat monggo didirikan oleh seorang turis berasal dari Belgia yaitu Bapak Thierry Detournay yang merasa kecewa atas produk coklat di toko- toko. Pria penggemar coklat ini akhirnya memutuskan untuk membuat coklat sendiri lalu dibagikan pada teman-temannya di Indonesia. Produk hasil olahan coklatnya mendapat respon positif dari temannya. Pria ini memutuskan untuk membuat coklat lebih banyak dan mulai menjualnya di daerah UGM menggunakan vespa pink tua miliknya. Tahun 2005 ide untuk membuka perusahaan cokelat pun muncul dan mulai memberanikan diri untuk membuka toko di bawah naungan usaha Anugrah Mulia dengan dibantu oleh tim kecilnya. Sasaran awal penjualan coklat ini adalah ditujukan bagi kalangan muda.

Kegiatan Kedua

Kegiatan kedua, mengunjungi pabrik cokelat monggo. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh seluruh peserta di pabrik cokelat monggo ini, meliputi melihat dan mengikuti setiap tahapan proses produksi cokelat yang dimulai dari persiapan bahan baku biji kakao hingga menjadi cokelat batangan. Selain itu, seluruh peserta juga berkesempatan untuk membuat kepingan cokelat sendiri (Chocolate Making Experience). Aktivitas ini mengajak seluruh peserta untuk membuat cokelat sesuai versi dan kreasi masing-masing peserta. Kegiatan membuat cokelat yang ditawarkan adalah membuat Cokelat Mendiant. Mendiant adalah cokelat tradisional Perancis yang terdiri dari kepingan cokelat dengan berbagai topping di atasnya. Kegiatan ini direkomendasikan untuk seluruh peserta, karena mudah dilakukan dan mengasyikan. Seluruh peserta diajarkan dan mempraktekkan bagaimana cara membuat cokelat  Mendiant serta memilih sendiri aneka topping untuk menghiasnya, Cokelat Monggo akan menyediakan berbagai macam topping yang dapat dipilih sendiri oleh peserta, seperti kacang-kacangan dan aneka buah kering.


Menurut bapak Andrew, pabrik cokelat monggo ini bekerja sama dengan petani cokelat lokal guna untuk membantu para petani cokelat yang semakin hari semakin menurun, Proses pembuatan cokelat monggu menggunakan Teknik dari Bulgaria dengan menggunakan mesin canggih dan steril untuk meningkatkan mutu kualitas dan menjadikan cokelat monggo ini menjadi salah satu cokelat Indonesia yang bermutu dengan kandungan gizi yang baik. Varian-varian cokelat yang ditawarkan dan dikeluarkan oleh cokelat monggo sangat bermacam-macam, diantaranya dark chocolate, milk chocolate dan white chocolate. Selain itu, cokelat monggo juga menawarkan variasi juga kandungan kakao yang beraneka macam mulai dari 28% sampai 100% dengan rasa cokelat yang sangat pekat.

Kegiatan kunjungan industry pangan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswi ilmu gizi khususnya dibidang ilmu bahan makanan, pangan fungsional dan teknologi pangan.

Ade Susila Cahyani Makmur dan Ladyamayu Pinasti ed Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *