Search in:

PUASA, MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam dimana setiap muslim yang telah mukallaf diwajibkan untuk melaksanakannya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan Haji”. Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan” maka Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Perintah puasa Ramadhan disyariatkan dengan tujuan utama untuk menggapai hakikat takwa. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat ke 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Puasa bagi orang Islam (bahasa Arab: صوم, transliterasi: shaum) adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Walaupun kita tidak makan dan minum selama berpuasa ternya puasa memiliki manfaat yang uar biasa bagi kesehatan kita, salah satunya adalah mningkatkan imunitas tubuh. Sistem imun adalah sistem tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melawan semua penyebab penyakit seperti bakteri, virus, jamur, parasit dan zat-zat penyebab alergi.

Salah satu penanda sistem imun yang dapat diukur melalui pemeriksaan laboratorium adalah immunoglobulin (Ig) atau yang sering disebut antibodi. Terdapat beberapa jenis antibodi yaitu IgG (gamma), IgA (alpha), IgM (mu), IgD (delta) and IgE (epsilon). 62 Dalam sebuah penelitian dijelaskan bahwa puasa Ramadhan dapat meningkatkan kadar IgA dan IgG.  IgG adalah jenis antibodi yang memiliki jumlah terbanyak dalam tubuh sehingga ketika meningkat akan menguatkan kondisi fisik seseorang untuk melawan bakteri atau virus penyebab penyakit. Penelitian lain menjelaskan bahwa puasa Ramadhan tidak memiliki pengaruh terhadap sistem imun pada orang sehat.         

Selain itu berpuasa yang benar dan tepat dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Dengan berpuasa 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru. Hal ini mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Refrensi

Bahijri, et al. (2015). Effect of Ramadan fasting in Saudi Arabia on serum bone profile and immunoglobulins.

Baca juga Puasa & Pengamatan Medis Kesehatan Tubuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *