Search in:

Kegemukan dan Pola makan

Berat badan yang berlebih dari batas normal yang biasa disebut oleh masyarakat dengan kegemukan, saat ini prevalensinya terus meningkat baik yang kategori overweight maupun obesitas. Seperti yang telah dipaparkan Pembicara Bapak Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz.,M.Sc.R.D. pada acara NUTRIZONE, prevalensi overweight meningkat dari 11,5% (tahun 2013) menjadi 13,6% (tahun 2018), sedangkan obesitas meningkat dari 14,8% (tahun 2013)menjadi 21,8% (tahun 2018).

Penyebab kegemukan yang terjadi pada semua kalangan usia adalah banyak mengkonsumsi makanan fast food yang tinggi karbohidrat dan lemak, sering minum soft drink dan minuman manis lainnya, makan mendekati jam tidur, kurang aktifitas fisik, pelampiasan stress dengan banyak makan, sering makan makanan selingan tinggi lemak seperti gorengan, krupuk, kripik, cake, cemilan bersantan, dsb.

Kegemukan banyak berisiko timbulnya berbagai penyakit tidak menular sperti penyakit jantung, arthritis (nyeri sendi), stroke, diabetes, hipertensi (darah tinggi), vena varikos (urat berpintal), dan kematian.

photo_2019-03-07_13-54-13

Bagaimana jika sudah terlanjur gemuk?

Bagi yang sudah terlanjur gemuk, maka segeralah melakukan perubahan prilaku hidup sehat.  Tahapan prilaku hidup sehat yaitu:

  1. Niatkan untuk komitmen menurunkan berat badan mencapai berat badan ideal
  2. Laksanakan pola hidup sehat (pola makan teratur sesuai gizi seimbang, olahraga teratur, menjaga kebersihan diri dan lingkungan)
  3. Manajemen stress (hindari makan banyak saat stress)
  4. Porsi makan menggunakan piring makan model T ( ½ piring sayur dan buah, ¼ piring makanan pokok, ¼ piring lauk pauk)
  5. Pantau progress penurunan berat badan dengan menimbang BB setiap bulan
  6. Rencanakan pengaturan dan pemantauan pola makan dengan ahli gizi Anda untuk mencapai hasil yang lebih baik.photo_2019-03-07_13-54-24Salam Sehat (Fathimah)

2 thoughts on “Kegemukan dan Pola makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *