Search in:

KULIAH PAKAR BERSAMA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

Program Studi Ilmu Gizi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan kuliah pakar dengan tema “Implementasi Penatalaksanaan Kasus Gizi Buruk” pada hari Sabtu (23/3). Acara ini diselenggarakan di Aula Gedung Pasca Sarjana Lt.3 Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri.

Sebagai pembicara pertama, Ida Angklaita, SKM, M.Si. selaku Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Surakarta, membuka dengan memberikan gambaran mengenai masalah gizi di kota Surakarta. Balita dengan status gizi buruk (indikator BB/TB) di Kota Surakarta dari Tahun 2016 s/d 2018  : 0 (nol) dan  indikator perawatan balita gizi buruk di Kota Surakarta dari Tahun 2016 s/d 2018  : 0 (nol), dikarenakan tidak ada kasus gizi buruk. Sedangkan, jumlah baduta stunting di Kota Surakarta pada tahun 2016 = 580 anak, tahun 2017 = 488 anak, dan tahun 2018 = 358 anak.

Beberapa intervensi yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Surakarta sebagai salah satu upaya pencegahan masalah gizi yaitu :

  • Sosialisai dan Penguatan Program 1000 HPK
  • ANC sesuai standar
  • PMT ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis)
  • Peningkatan cakaupan IMD dan ASI Eksklusif
  • Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak)
  • Pemantauan pertumbuhan balita dan screening
  • KIE (Kominiasi, Informasi, Edukasi), Konseling Gizi
  • PMT Balita dengan masalah pertumbuhan dan perkmebangan
  • Penanggulangan kececingan
  • Imunisasi dasar lengkap.

Selanjutnya, mengenai alur penatalaksanaan kasus gizi buruk, beliau menjelaskan 10 (Sepuluh) langkah tatalaksana anak gizi buruk. 10 langkah tersebut meliputi : mencegah dan mengatasi hipoglikemia, mencegah dan mengatasi hipotermia, mencegah dan mengatasi dehidrasi, memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit, mengobati infeksi, memperbaiki kekurangan zat gizi mikro, memberikan makanan untuk stabilisasi dan transisi, memberikan makanan untuk tumbuh kejar, memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang dan mempersiapkan untuk tindak lanjut dirumah.

Sedangkan pembicara kedua, Wulan Ayu Kusumaningtyas, SKM. membicarakan mengenai pemberian cairan dan makanan pada kasus gizi buruk. Beliau menjelaskan tanda bahaya dan tanda penting kasus gizi buruk, penetapan 5 (lima) kondisi klinis anak berdasarkan 3 (tiga) tanda bahaya dan tanda penting, perawatan dan pengobatan anak gizi buruk pada fase stabilisasi, perawatan dan pengobatan pada fase transisi dan rehabilitasi, serta menjelaskan mengenai cara membuat resomal dan formula serta makanan untuk anak gizi buruk.

Acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata dan perfotoan bersama dosen dan mahasiswi tingkat akhir ilmu gizi, kuliah pakar ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswi mengenai permasalahan gizi buruk yang terdapat di masyarakat.

qw

(Ida Angklaita, SKM, M.Si Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta mengisi kuliah pakar Program Studi Ilmu Gizi Universitas Darussalam Gontor)

(Dewi, Minka dkk)

One thought on “KULIAH PAKAR BERSAMA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *