Search in:

Praktik Belajar Lapangan Prodi Gizi 2019

​Pembelajaran yang dilakukan secara langsung memberikan makna tersendiri. Membekas, memberi kesan yang lebih, serta dapat menjadikan kaca perbandingan. Keadaan masyarakat yang mendorong diri para mahasiswa untuk lebih mendalami dan secara tidak langsung membuat munculnya berbagai rasa ingin tahu ataupun rasa ingin untuk keikut sertaanya dalam sebuah kejadian tersebut. Baik mulai dari pemberian edukasi, pelayanan masyarakat, maupun perbaikan.

​Mahasiswi Gizi UNIDA GONTOR mengadakan sebuah kunjungan untuk menunjang keakademikan. Berbagai kunjungan yang dilaksanakan mulai dari Senin hingga Selasa(16 – 17 September 2019) bertujuan agar menambah pengetahuan para mahasiswa tentang materi yang mungkin bisa dilihat secara langsung dalam lingkup masyarakat. Kunjungan kali ini melibatkan mahasiswi semester 3, 5 serta 7 pembimbing (5 dosen dan 2 tendik).

​Pada hari pertama, kunjungan berada pada “Balai Penelitian Pengembangan Kesehatan Magelang” yang dimulai dari sebuah pemberian materi mengenai balitbangkes serta penyakit gaki, dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai unit pada balitbangkes (gizi, fisioterapi, dokter dsb), kunjungan laboratorium, serta pemutaran film dokumenter. Dari sini mahasiswa dapat menerima pelajaran lebih mengenai mata kuliah Patofisiologi. Siang harinya pun dilanjutkan dengan kunjungan ke sebuah pengolahan “Bandeng Presto” yang dapat memberikan penjelasan tentang proses pembuatan bandeng presto hingga pemasaranya. Untuk kunjungan bandeng presto sendiri memberikan pembelajaran mengenai mata kuliah Teknologi Pangan.

​Malam hari dilanjutkan dengan berkunjung ke Malioboro yang dimana pemberian tugas dari dosen pembimbing guna mendukung materi perkuliahan Gizi Kepariwisataan. Dengan mulai pencarian produk makanan khas yang menarik bagi para wisatawan, wawanacara turis lokal maupun manca negara tentang pendapat kuliner maupun yang bersangkutan dengan pariwisata.

​Kelanjutan harinya mahasiwa berkunjung ke “Ndalem Katelan” rumah produksi egg roll ubi ungu Shasa, Bantul. Mulai dari sambutan pemilik egg roll Shasa, melihat pembuatan egg roll, hingga praktik membuat gg roll dengan para pekerjanya. Pada tempat kali ini dapat mendukung materi kuliah Gizi kepariwisataan karena dapat menjadikan egg roll sendiri sebagaimakanan oleh-oleh khas dan Teknologi Pangan.

Kunjungan terakhir dilakukan di “Museum Coklat Monggo” yang dimana mahasiswa memulai dari penjelasan segala alur berdirinya coklat monggo pada museum, melihat proses di pabrik, hingga praktek pembuatan coklat satu persatu oleh mahasiswa dengan didampingi salah satu pekerja. (laila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *