Search in:

Tips Menjaga Keamanan Pangan di Keluarga

Dalam menjaga kesehatan keluarga, sangat penting untuk menjaga apa-apa yang kita konsumsi agar selalu aman dan berkualitas. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang membahayakan. Banyak hal sederhana yang bisa kita terapkan di dalam tingkat keluarga untuk menjaga apa yang kita konsumsi, berikut contohnya:

1. Cek label nilai gizi dan label halal

Label nilai gizi dapat memberi tahu kita kandungan dari produk makanan tersebut. Komposisi kandungan gizi di label gizi biasanya ditampilkan dengan urutan yang sama untuk memudahkan kita. Membaca label nilai gizi penting jika kita ingin membatasi asupan zat gizi tertentu. Kita bisa membandingkan dan memilih produk dengan kandungan natrium atau lemak paling rendah. Dan yang paling penting pilih produk yang tidak hanya mencantumkan logo halal namun juga yang memiliki nomor sertifikasi dari MUI, karena banyak produk-produk yang masih mencantumkan logo halal tanpa mendapatkan nomor sertifikasi halal sebelumnya.

2. Cek tanggal kadaluarsa

Tanggal kedaluwarsa adalah tanda aman yang menunjukkan apakah sebuah makanan masih aman dikonsumsi atau tidak. Tanggal kedaluwarsa juga mencegah makanan terhindar dari bakteri listeria, campylobacter atau salmonella yang dikaitkan dengan tingkat masalah yang lebih berbahaya. Mengecek tanggal kadaluarsa pada kemasan makanan dapat mengurangi resiko keracunan makanan.

3. Mencuci tangan

Selama ini banyak orang yang menyepelekan mencuci tangan, padahal mencuci tangan dapat mencegah kuman masuk ke dalam tubuh kita. Mencuci tangan dapat menurunkan resiko dan mencegah beberapa penyakit. Mulailah kebiasaan mencuci tangan di keluarga anda. Berikut adalah waktu-waktu penting dimana kita haru mencuci tangan kita:

  1. Setiap keluar dari toilet atau kamar mandi.
  2. Sebelum menyiapkan makanan dan masak.
  3. Setelah mencuci daging mentah, unggas mentah, telur.
  4. Cuci tangan sebelum dan setelah merawat orang sakit.
  5. Sebelum dan sesudah mengganti popok.
  6. Setelah bersin atau batuk yang ditutup dengan tangan.
  7. Setelah memegang sampah.
  8. Setelah menyentuh hewan peliharaan dan setelah membersihkan kandang mereka.

4. Cek keadaan kemasan produk pangan

Jangan membeli produk yang kemasannya sudah rusak, terkelupas, atau sobek. Jika membeli makanan kaleng, pilih yang kalengnya tidak menggembung karena kaleng yang menggembung mengindikasikan keberadaan bakteri Clostridium botulinum. Hal ini disebabkan pengemasan kaleng yang tidak benar. Racun yang dihasilkan dari bakteri ini dikenal sebagai salah satu racun yang paling kuat. Racun yang dihasilkan bakteri ini menyerang sistem saraf otak, tulang belakang, dan saraf lainnya, serta dapat menyebabkan paralisis atau kelumpuhan otot

5. Pemilihan bahan makanan

Memilih bahan makanan dengan cermat dapat membuat kita terhindar dari mengkonsumsi bahan makanan yang sudah tidak bagus dan terhindar dari resiko keracunan makanan. Salah satu bahan makanan yang beresiko tinggi untuk rusak adalah bahan makanan sumper protein hewani seperti telur, unggas, ikan, dan daging. Pilih daging dan ayam yang masih segar. Untuk daging dan ayam segar ditandai dengan warnanya yang merah segar, tidak ada bercak kebiruan, tidak berlendir dan aroma segar khas daging. Untuk jenis ikan, sebisa mungkin pilih ikan yang masih hidup. Jika terpaksa membeli ikan yang sudah mati, pastikan insangnya berwarna merah, matanya jernih, sisik utuh, aroma segar khas ikan, tidak berlendir berlebihan serta jika ditekan daging ikan akan kembali ke bentuk semula. Ciri-ciri ini menandakan ikan masih segar.

Sedangkan untuk telur segar ditandai dengan bentuk cangkang yang utuh atau tidak retak dan tidak ada kotoran yang menempel. Jika dipecahkan, kuning telur masih utuh dan bulat serta putih telur masih kental, tidak encer.

Hal yang tidak kalah penting juga adalah cara penyimpanan makanan. Jangan menyimpan makanan matang dengan makanan mentah di dalam kulkas. Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi silang.

Memilih, mengolah, dan menyajikan makanan yang aman untuk keluarga bukanlah hal yang mudah. Ketelitian kita dalam mempersiapkan bahan makanan dengan baik akan bermanfaat untuk menjaga kandungan gizi yang optimal dan makanan yang disajikan. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada kesehatan masa depan anak. Wallahu A’lam Bishowab. (Vani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *