Search in:

Darussalam Nutrition Journal dan Journal of Islamic Nutrition mengikuti Kegiatan Bimtek Peningatan Kualitas Jurnal Ilmiah

Sabtu, 30 September 2019, Editor in Chief Jurnal Program Studi Ilmu Gizi Universitas Darussalam Gontor memenuhi undangan Bimtek peningkatan kualitas jurnal ilmiah menuju Internasional bereputasi yang diadakan oleh kerjasama antara Kemenristekdikti dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Terdapat 27 pengelola jurnal yang diundang dalam acara tersebut dan prodi Ilmu Gizi Unida mendapatkan dua undangan yang bisa menjadi salah satu parameter diakuinya eksistensi jurnal ilmu gizi unida. Kegiatan bimtek pertama mandapatkan materi tentang Kebijakan program internasionalisasi jurnal kemenristekdiktii dan tindak lanjutnya disampaikan oleh Ka. Subdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Dr. Lukman, SH,MHum. Beliau menyampaikan gambaran reinkarnasi pewayangan milenial yang diadopsi menjadi icon perjurnalan nasional. Seperti Arjuna, Sinta, Rama, yang terbaru adalah adanya Anjani dan Durga. Arjuna sendiri merupakan kepanjangan dari akreditasi jurnal nasional. Puji syukur kepada Alloh SWT, Darussalam Nutrition Journal telah memiliki akun arjuna dan telah mengajukan penilaian nasional pada tanggal 3 Juli 2019. Sampai kegiatan bimtek dilaksanakan, status dari pengajuan jurnal masih “tahap penilaian substansi dan manajeman”. Ketika kami konfirmasi langsung ke Dr. Lukman, beliau menyampaikan sampai saat ini terdapat ribuan ajuan penilaian jurnal sehingga harus sabar menunggu penilaian”. Sinta (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek. Sedangkan Rama repositori merupakan repositori nasional laporan hasil penelitian baik berupa skripsi, tugas akhir, proyek mahasiswa (diploma), tesis (S2), disertasi (S3) ataupun laporan penelitian dosen / peneliti yang bukan merupakan publikasi di jurnal, konferensi maupun buku yang diintegrasikan dari Repository Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian di Indonesia. ANJANI (Anjungan Integritas Akademik Indonesia) merupakan portal yang disiapkan oleh Kemenristekdikti. ANJANI menyiapkan sarana perangkat lunak untuk mendeteksi kesamaan Karya Ilmiah sehingga tingkat plagiarism dapat diukur melalui menu“Retraksi”. Sumber dokumen untuk Anjani diperoleh dari integrasi repositori perguran tinggi dan lembaga litbang dalam portal Rama (http://rama.ristekdikti.go.id/), integrasi jurnal elektronik di Indonesia dalam portal Garuda (http://garuda.ristekdikti.go.id/) dan Integrasi kekayaan intelektual peneliti di Indonesia dalam portal SINTA. Jadi, sistem pada Sinta, Rama dan Garuda terintegrasi dengan Anjani. Sedangan Durga merupakan daftar jurnal gagal.

Disampaikan bahwa Artikel yang baik diperoleh dari referensi primer, mutakhir dan penulisan yang baik. Permasalahan publikasi ilmiah adalah tidak menggunakan sumber primer dan pustkaya yang digunakan tidak mutakhir. Solusinya adalah dengan memanfaatkan portal resmi melalui database e-journal, portal GARUDA, E-resources yang merupakan akses jurnal internasional berbayar yang dilanggan Kemenristekdikti, dan lain sebagainya. Ragam penyimpangan karya ilmiah di Indonesia di dominasi dengan fabrikasi, falsifikasi, plagiat, kepengarangan tidak sah, konflik kepentingan dan pengajuan jamak.

Narasumber kedua Prof. Dr. Itadi, ST,MT (Editor in Chief Bulletine of Chemical Reaction Engineering & Catalysis) menyampaikan materi strategi pengembangan dan tatakelola jurnal bereputasi internasional. Dalam materinya beliau menyampaikan manfaat penyertaan jurnal dalam scopus serta kriteria jurnal Internasional Scopus, gambaran perkiraan bobot dalam seleksi scopus dimana 35% tentang kebijakan jurnal, 20% konten, 25% dikutip, 10% ketersediaan online dan 10% peraturan. Kembali lagi pengelola jurnal diingatkan untuk memperkuat dan menjadikan pengelola jurnal menjadi tim yang solid yang paham dan mengerti akan tugas masing-masing yang mena semua berperan penting dalam pengembangan jurnal terutama adalah Editorial Bards. Narasumber ketiga Prof. Dr. Hadiyanto, ST,MSc (Editorial in Chief International Jurnal of Renewable Energy Development) memaparkan dan mempraktikan bagaimana mandafarkan jurnal untuk scopus.

Komitmen bersama terutama dari pengelola jurnal dengan dukungan dari berbagai pihak tentu sangat dibutuhkan agar jurnal berkembang, berkualitas dan dapat  terus menunjukkan eksistensi sebagai salah satu indikator kesuksesan program studi mengelola artikel ilmiah. (Kartika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *