Search in:

PERAN GIZI DALAM PROSES PENUAAN

Ingin tahu peran gizi dalam proses penuaan? Temukan jawaban dalam artikel ini yang ditulis oleh Indahtul Mufidah, S.Gz mahasiswi pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penuaan merupakan salah satu proses yang akan terjadi pada manusia. Setiap orang pasti akan mengalaminya namun terdapat perbedaan  waktu saat datangnya fase ini. Terdapat beberapa orang yang mengalami penuaan dini secara cepat dan begitu juga sebaliknya.

Faktor Resiko Penuaan :

Faktor penyebab resiko terjadinya penuaan yaitu diantaranya asupan, pola makan, konsumsi gizi makro yang berhubungan dengan komposisi tubuh dan penyakit metabolik. Seiring bertambahnya usia terjadi perubahan yang tak terhindarkan yaitu penurunan fungsi tubuh. Perubahan fisiologis ini memengaruhi status gizi pada lansia. Komposisi tubuh  orang tua cenderung kehilangan tulang dan otot dan menambah lemak tubuh. Banyak dari perubahan ini terjadi karena beberapa hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia.  Gizi memilki peranan penting dalam proses penuaan yang berkaitan dengan penurunan resiko morbiditas dan mortalitas. 

Peran gizi dalam mencegah proses penuaan dini yaitu

  1. Meningkatkan konsumsi buah,
  2. Sayuran dan ikan dapat mengurangi resiko gangguan kognitif baik ringan maupun berat.
  3. Diet sesuai kaidah gizi seimbang  dapat mendukung pemelihraan tubuh.
  4. Selain itu, asupan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral diperlukan untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh yang optimal dan resisitensi terhadap infeksi.
  5. Selain menjaga pola makan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah selalu memantau status gizi tetap normal.            

Efek Karbohidrat Pada Fase Penuaan :

Efek karbohidrat pada fase penuaan  yaitu karbohidrat sebagai senyawa organik yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat bertindak sebagai molekul pemberi sinyal, sumber energi,dan komponen struktural.

Sumber : Google

Pentingnya karbohidrat bagi manusia kesehatan dicontohkan oleh hubungan erat antara metabolisme kronis penyakit dan diet kaya karbohidrat. Diet semacam itu memiliki Indeks glikemik tinggi, yang menghasilkan peningkatan cepat kadar glukosa darah.

Sebaliknya Diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan kesehatan manusia dengan mengurangi beberapa faktor, termasuk serum leptin, glukosa darah, dan trigliserida, yang berhubungan dengan penuaan atau cacat metabolisme. Selain itu, mengurangi asupan karbohidrat penyakit jantung. Glukosa mempercepat penuaan melalui berbagai jalur pensinyalan. Diet tinggi glukosa mempersingkat masa hidup di berbagai organisme.

Tips dalam menjaga penuaan yang sehat selain dengan mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang cukup, hal lain yang perlu diperhatikan yaitu pengurangan asupan lemak jenih dan makanan sumber kolestrol.

Jenis lemak tak jenuh lebih baik dikonsumsi seperti salah satu contohnya yakni lemak omega 3, beberapa penelitian menunjukkan peran omega 3 terkait pencegahan CVD, demensia dan penurunan massa otot. Selain lemak asupan protein juga perlu diperhatikan kecukupannnya untuk menjaga fungsi fisiologis tubuh tetap homeostasis. Asupan serat pada masa tua penting untuk dikonsumsi dalam rangka mengurangi kejadian konstipasi yang disebabkan oleh perubahan enter moskular seiring dengan proses penuaan.

Zat Gizi Mikro :

Adapun zat gizi mikro berupa vitamin D, C dan asam folat berperan untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi peradangan. zat gizi kalsium, seng, besi dan selenium juga berkontribusi terhadap kepadatan tulang dan menjaga sisitem kekebalan tubuh. Mari selalu menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat untuk masa tua yang lebih baik

SALAM SEHAT ( Indahtul ed NH )

Baca juga: Cara diet alami

Artikel Terkait Proses Penuaan :

DAFTAR PUSTAKA

J.H.Park and Park, Y. . (2018) A Systematic Review On Factors Influencing The Healthy Aging : A Korean Perspective , Jurnal Res Clin Practice, 7, pp. 3–8.

Maggini, S., Pierre, A. and Calder, P. C. (2018) Review Immune Function and Micronutrient Requirements Change over the Life Course, Nutrients, 10, p. 1531.

Rolfes, S. R., Pinna, K. and Whitney, E. (2016) Understanding Normal and Clinical Nutrition. Eleventh E. Boston: Cangage Learning.

Sharlin, J. and Edelstein, S. (2011) Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan. Yogyakarta: EGC.

Shlisky, J. et al. (2017) Nutritional Considerations for Healthy Aging and Reduction in Age-Related Chronic Disease Nutritional Considerations for Healthy Aging and Reduction in Age-Related Chronic Disease 1 , 2, American Society for Nutrition., (137).

5 thoughts on “PERAN GIZI DALAM PROSES PENUAAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *