Search in:

Kuliner Hewan Eksotik: Halal Haram dalam Perspektif Islam

Halal Haram Hewan

Belakangan ini kita banyak mendengar kuliner hewan eksotik. Bagaimana hukum halal haram hewan eksotik? Kita simak tulisan Fitri Komala Sari, S.TP., M.Sc. dosen Ilmu Gizi Universitas Darussalam Gontor.

Bacon, Smoked, Ham, Meat, Food

Sebelum menyebutkan hukum makanan, ada baiknya melihat kembali kaidah fiqh makanan. Makanan akan dihukumi halal hingga ada dalil yang mengharamkannya baik dari Al Quran maupun Al Hadist. Bila di salah satunya terdapat larangan untuk mengkonsumsi, larangan untuk membunuh, atau keharusan untuk membunuh, maka hewan tersebut haram untuk dikonsumsi manusia.

Merebaknya virus new corona 2019 atau yang kini lebih dikenal dengan virus Covit 19 sejak akhir tahun 2019 lalu cukup menggemparkan dunia. Awal mula kemunculan virus yang kini telah menjangkiti ratusan ribu orang di berbagai negara, diyakini berasal dari kebiasaan masyarakat kota Wuhan yang mengkonsumsi berbagai hewan eksotis. Hewan eksotis merupakan hewan yang tak lazim dipelihara atau dikonsumsi oleh manusia, seperti kelelawar, ular, katak, babi hutan, bahkan monyet. Beberapa jenis hewan tersebut diperjual belikan di beberapa pasar baik di luar negeri maupun di Indonesia. Bagaimana hukum memakan makanan dari hewan-hewan yang tak lazim dalam kacamata Islam?

Haram Karena Wajib Dibunuh

Salah satu hewan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah anjing. Data konsumsi daging babi di kota Solo berdasarkan Animal Friends Jogja yang tertera dalam portal berita jawapos.com, setidaknya 13.700 ekor anjing dikonsumsi setiap bulannya di Kota Bengawan. Anjing merupakan hewan karnivora dengan ciri berkuku tajam, bertaring, dan memakan daging. Selain itu anjing juga hewan yang memakan kotoran (al jalaalah), dan diharuskan untuk dibunuh. Rasulullah bersabda “Ada 5 jenis hewan melata yang siapa saja membunuhnya tak berdosa sekalipun sedang ihram, yaitu kalajengking, tikus, anjing galak, burung gagak, dan burung rajawali” (HR. Bukhari no 3068).

Selain anjing, tikus juga sering diperjual belikan dalam bentuk makanan matang. Di sebuah pasar di Minahasa juga menjual daging ini, hanya dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya. Tikus apapun jenisnya terasa menjijikkan bila dilihat. Selain itu, Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuh hewan yang satu ini. Bila diperintah untuk dibunuh, bagaimana mungkin bisa dikonsumsi sebagai dagig halal? Bukankah tanpa disembelih?

Haram Karena Dilarang Dibunuh

Katak (kodok) dan kelelawar (kalong) sering kali dijadikan obat dan makanan yang lezat. Keduanya tergolong sebagai makanan yang haram dikonsumsi karena tidak diizinkan untuk membunuh. Dari Abdur Rahman bin Ustman Al-Qurasyi r.a mengisahkan bahwa “Seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan ramuan obat, lalu Rasulullah SAW melarang membunuhnya.” (HR. Ahmad 3/453), Abu Daud (5269), Nasa’I (4355), Al Hakim (4/410-411), Baihaqi (9/298,318) dan disahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani).

Hewan Eksotik yang Halal

Kelinci, kuda, musang, dan belalang termasuk hewan yang tidak wajar untuk dikonsumsi. Namun di beberapa daerah di Indonesia tak sedikit yang menjual dan mengkonsumsinya. hewan-hewan tersebut halal dikonsumsi karena tidak ada dalil yang mengharamkan. Selain itu ada dalil yang menyatakan Rasulullah mengkonsumsinya, seperti daging kelinci dan daging kuda. (fikosa)


Sumber:
Disarikan dari Kajian Halal Haram Dr. Nanung Danar Dono, M.Sc. (Auditor LPPOM MUI Yogyakarta) di Yogyakarta 28 Februari 2020

Sumber:

https://food.detik.com/info-kuliner/d-4857279/karena-rasanya-enak-tikus-jadi-hidangan-populer-di-5-negara-asia-ini

Artikel Terkait:

Daging kambing atau daging domba, pilih mana yang kamu suka?
Istilah Babi yang Tidak Umum
Dari Ayam sampai Babi
DAGING KAMBING TIDAK MENYEBABKAN KENAIKAN TEKANAN DARAH

5 thoughts on “Kuliner Hewan Eksotik: Halal Haram dalam Perspektif Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *