Search in:

MANFAAT KURMA BAGI IBU MENYUSUI

Al-Qur’an merupakan hudan li al-nas ataupetunjuk bagi segenap umat manusia, akan tetapi petunjuk al-Qur’an tersebut tidak akan dapat dipahami maknanya bila tanpa adanya penafsiran. Pada intinya, tafsir adalah usaha manusia untuk menjelaskan hal-hal yang dikandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dengan mudah dapat dimengerti, mengeluarkan hukum yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan. Salah satu hak seorang anak setelah kelahirannya adalah hak untuk mendapatkan penyusuan dari ibunya yang berguna untuk tumbuh kembang anak

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan salah satu program World Health Organization (WHO) yang selama ini gencar dikemukakan disektor kesehatan dengan dalih untuk menguragi angka morbiditas dan mortalitas anak. Menyusui merupakan penyelamat hidup anak yang paling efektif dalam kesejahteraan umat manusia (UNICEF, 2013). Definisi ASI Eksklusif menurut peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). 

Menyusui merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang telah dicanangkan olah WHO yaitu pada tujuan kedua, mengahapus kelaparan. Memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun merupakan kontribusi dalam memberikan asupan yang sehat, dan menyediakan gizi dan energi yang cukup bagi bayi, sehingga dapat mencegah kelaparan dan malnutrisi. Menyusui juga dapat mengurangi angka pendarahan setelah melahirkan, kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim, dan osteoporosis (Wattimena, 2012)

Tercantum dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 11

Al-Qur’an Surah An Nisa ayat 11 mengungkapkan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk merawat dan memberi anaknya ASI atau meyapihnya. Rekomendasi Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 233 adalah menyusui selama 2 tahun. Menurut data Riset Kesehatan Dasar presentase pemberian ASI eksklusif  sampai enam bulan sebesar 29,5% dan presentasi yang masih mendapatkan ASI ekslusif sebesar 54% (RISKESDAS, 2016). 

Rendahnya prevalensi menyusui dan ASI eksklusif disebabkan karena beberapa faktor yaitu faktor internal yang menyangkut sebab yang terkait langsung dengan ibu dan anak, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan masalah tidak langsung dengan ibu dan anak. Salah satu contoh faktor internal yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah masalah kesehatan fisik ibu yang dipengaruhi oleh asupan gizinya. Karena makanan yang dikonsumsi ibu secara tidak langsung mempengaruhi kualitas, maupun jumlah air susu yang dihasilkan (Jannah, 2016).

Oleh karena itu, ibu menyusui memerlukan tambahan makanan untuk meningkatkan produksi ASI sehingga dapat membantu memperlancar keluarnya ASI (Kadir, 2014). Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu buah dengan gizi lengkap yang dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui karena mengandung zat gizi yang cukup lengkap (Putriningtyas, 2016). Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah dari tanaman dari keluarga Arecaceae yang memiliki biji dengan satu lembaga (monokotil). Kurma merupakan salah satu tanaman yang turut disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Tanaman kurma disebutkan bersamaan dengan tanaman lainnya seperti anggur, jagung, zaitun sebagai indikasi bahwa semua ini memiliki pemanfaatan yang luas oleh manusia dari jaman ke jaman.

Buah kurma kaya akan zat besi yang meningkatkan kadar hemoglobin. Selain itu, kurma juga mengandung protein, serat, glukosa, vitamin, biotin, niasin, dan asam folat. Kurma juga mengandung mineral seperti, kalsium, sodium dan potasium. Mineral dalam buah kurma yang salah satunya adalah potasium dapat menghalangi reseptor dopamin, dan kemudian merangsang pelepasan prolaktin. Kadar protein pada buah kurma sekitar 1,8-2 %, kadar glukosa sekitar 50-57% dan kadar serat 2-4%. Kadar protein inilah yang dapat meningkatkan produksi ASI dengan meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa (Jannah, 2016).

Penelitian tentang pengaruh pemberian kurma terhadap peningkatan hormone prolaktin telah dilakukan. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kelompok control. Penelitian dilakukan pada ibu postpasrtum di DIY. Penelitian tersebut menyatakan bahwa hasil pengeluaran prolaktin pada kelompok perlakuan lebih banyak daripada kelompok kontrol. Salah satu komponen dalam kurma yaitu antioksidan, potasium, dan tingginya protein yang berfungsi meningkatkan fosforilasi cAMP-dependent dengan mengaktifkan sinyal cAMP/PKA yang akhirnya menghambat reseptor D2 dopamin. Phosphodiesterases (PDEs), yaitu enzim yang mendegradasi cAMP dan menekan perangsangan sinyal cAMP/PKA, mengontrol sinyal dopaminergik.

PDE10A terutama mengatur fosforilasi DARPP- 32i, sehingga menghambat PP-1 dan memengaruhi sinyal dopaminergic (Yulinda, 2017). Penelitian tentang pemberian sari kurma pada ibu menyusui telah dilakukan dan penelitian tersebut menyatakan bahwa pemberian sari kurma pada ibu menyusui dapat meningkatkan produksi ASI dan berat badan bayi selama 4 minggu masa perlakuan dengan dosis 45 gram (Putriningtyas, 2016).

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ra’du: 4). Selain memakan kurma, seyogyanya para ibu juga mengkonsumsi makanan bergizi seimbang agar produksi ASI tetap lancar dan anak mendapatkan Haknya selama 2 tahun pertama kehidupan.

Fiki Husna

4 thoughts on “MANFAAT KURMA BAGI IBU MENYUSUI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *