Search in:

MENGENAL POLA KONSUMSI PANGAN SUKU ASMAT

Apa sih yang dimaksud dengan pola konsumsi pangan?

Pola konsumsi pangan adalah jenis dan frekuensi beragam pangan yang biasa dikonsumsi, biasanya berkembang dari pangan setempat atau dari pangan yang telah ditanam di tempat tersebut dalam jangka waktu lama. Jumlah pangan yang tersedia di suatu wilayah akan berpengaruh terhadap pola konsumsi pangan.

Konsumsi pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor agroekosistem, dimana orang mengkonsumsi makanan tergantung pada apa yang diproduksi di daerah lokalnya. Selain itu, faktor budaya juga dapat mempengaruhi nilai sosial dari setiap jenis pangan yang ada.

Papua merupakan provinsi yang terletak di wilayah paling timur Indonesia. Provinsi papua memiliki luas wilayah 317.062 km yang membawahi kabupaten dan 1 kota dengan 250 kecamatan. Mayoritas penduduk lokal memiliki pendidikan rendah, karena jumlah penduduk yang hanya tamat sekolah dasar sangat tinggi. Papua memiliki keragaman yang tinggi dalam kondisi biofisik seperti iklim, topografi, dan vegetasi. Keragaman ini sering dijumpai dalam kondisi budaya, adat, kepercayaan dan bahasa.

Wilayah ini memiliki 8 zona ekosistem, yaitu: rawa pasang surut, rawa air tawar, jalur pantai laut, sabana dan padang rumput, hutan tropik basah, hutan montane bawah, hutan montane atas, pegunungan alpin. Wilayah Papua memiliki iklim tropis basah, sehingga kondisi iklim daerah sangat dipengaruhi oleh topografi yang tidak rata.

Provinsi Papua terdapat banyak suku dan di antara suku-suku tersebut masih sulit bekerja sama. Beberapa suku yang cukup besar diantaranya adalah suku Arfak, Dani, Yali, Asmat, dan Ekagi. Setiap suku memiliki karakteristik dalam memanfaatkan sumber daya, sehingga menghasilkan sistem pertanian yang berbeda. Masyarakat Papua umumnya dipenuhi oleh kegiatan bercocok tanam, meramu, berternak, dan budi daya ikan.

Jenis Makanan Suku Asmat

1.Umbi-umbian

Jenis pangan umbi-umbian seperti singkong, sebagian besar diperoleh melalui menanam sendiri di pekarangan rumah ataupun di ladang kebun, sedangkan kentang sebagian besar diperoleh melalui pembelian. Di daerah pegunungan, masyarakat mengusahakan kentang, bawang merah, bawang putih, serta sayuran lainnya.

2. Sagu

Makanan pokok mereka adalah sagu. Namun ada juga beberapa masyarakat yang mengkonsumsi beras dan sagu dalam satu waktu makan. Masyarakat mengaku tidak enak badan jika tidak mengkonsumsi sagu, tetapi jika hanya mengkonsumsi sagu saja tidak mengenyangkan sehingga mengkonsumsi kedua jenis pangan tersebut.

Beberapa jenis pangan yang dipantang oleh beberapa masyarakat di antaranya adalah mengkonsumsi ikan bubara dan cumi-cumi bagi wanita hamil, karena dipercayai dapat menyebabkan tubuh anak berwarna kekuningan dan anak akan mengalami “biji perut”. Ada pula pantangan pangan berdasarkan marga keluarga karena dipercaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari makanan tersebut.

Adapun kasus-kasus kelaparan di bumi cendrawasih yang belum diketahui. Pada 2009 silam, terjadi bencana kelaparan di kabupaten Yahukimo yang terletak di kaki gunung Jayawijaya, dan terdapat 92 orang meninggal karena kelaparan. Kelaparan dan gizi buruk yang terjadi di Papua adalah bukti dari kurangnya pengetahuan dan pemantauan dalam menjaga tradisi budi daya dan konsumsi pangan lokal, ditambah dengan masuknya makanan instan yang lambat laun semakin mengikis kebiasaan pangan masyarakat terhadap bahan pangan lokal.

Pupusnya tradisi budi daya dan kebiasaan konsumsi pangan lokal dapat berandil pula dalam memupus jatidiri generasi suatu bangsa atau suku bangsa. Pengetahuan masyarakat yang sangat minim menunjukan bagaimana mereka mengelola pangan mereka, yaitu ketika ada pergantian pangan yang sehari-hari mereka makan sagu kemudian dipaksa untuk makan beras sehingga terjadi perubahan. Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan bahwa krisis kesehatan yang terjadi di Asmat adalah dampak dari berbagai permasalahan sosial, termasuk perubahan kebiasaan dan budaya. Disamping itu, pengetahuan masyarakat tentang sanitasi dan pola makan sehat masih minim.

Referensi :

Nuradha, Y. 2011. Pola Konsumsi Pangan Masyarakat Papua. Bogor : Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor

Pamungkas, C. 2018. Membangun Ketahanan Sosial Pada Orang Asmat : Perspektif Sosial dan Budaya. Kapata Arkeologi Vol. 14 No. 1

Penulis : Dila Farah Safira & Shafira Aliffitria Mahasiswa Prodi Gizi ed NH

Artikel terkait :

Makanan Olahan dari Singkong

4 thoughts on “MENGENAL POLA KONSUMSI PANGAN SUKU ASMAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *