Search in:

Madu untuk Bayi. Amankah ?

Madu merupakan cairan alami, umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu (Apis sp) dari sari bunga tanaman (flora nectar) atau bagian lain dari tanaman. Madu mengandung sejumlah senyawa dan sifat antioksidan yang sudah banyak diketahui.

Kandungan dalam madu :

Natrium, kalsium, magnesium, besi, fosfor, kalium, tiamin, riboflavin, asam karbonat, biotin, piridoksin, asam folat, vitamin K merupakan zat gizi mikro.

Masyarakat secara umum dari berbagai golongan usia mengkonsumsi madu sebagai tambahan nutrisi dan daya tahan tubuh. Akan tetapi, madu diketahui tidak aman diberikan untuk anak yang berusia kurang dari satu tahun.

Sumber : Wikipedia

Kenapa ? pada beberapa jurnal ilmiah menunjukkan hasil bahwa pemberian madu pada anak usia kurang dari satu tahun harus dihindari karena berisiko terjadi infant botulism. Infant botulism merupakan suatu keadaan yang terjadi karena bayi menelan spora dari Clostridium Botulism (terdapat di madu) yang melepaskan racun di usus. Pada anak berusia lebih dari satu tahun dan usia dewasa, ususnya sudah lebih kuat sehinga dapat mencegah dan melawan pertumbuhan bakteri tersebut.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahaya pemberian madu pada anak berusia di bawah satu tahun meski dengan porsi sedikit. Bahkan, organisasi-organisasi dunia mengeluarkan rekomendasi untuk tidak memberikan madu pada anak usia kuran dari satu tahun. Lebih lengkapnya bias baca pada artikel dengan judul “association between honey consumption and infant botulism”.

Pibriyanti, 2020

Artikel terkait : Si manis Madu Berkhasiat

5 thoughts on “Madu untuk Bayi. Amankah ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *