Search in:

Suhu dan Lama Penyimpanan Daging Kurban

Kurban merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan cara menjalankan apa saja yang diperintahkan sekaligus menjauhi yang dilarang. Dalam konteksnya, ibadah kurban bukan hanya bersifat transendental dalam hubungan manusia dengan tuhannya, melainkan juga bisa ditafsirkan secara sosial dalam kaitannya manusia dalam hubungannya dengan sesama (Mahfud, 2014). Sehingga ibadah kurban merupakan salah satu kesempatan bagi setiap orang untuk berbagi, dan dalam hal ini adalah daging kurban.

Daging kurban dalam pemanfaatannya perlu disalurkan dan didistribusikan kepada shohibul kurban atau orang-orang yang memang berhak mendapatkan daging tersebut. Pendistribusian daging kurban perlu dilakukan dengan segera agar manfaat dan tujuan penyembelihan hewan kurban dapat terealisasi yaitu kebahagian bersama dengan menikmati daging tersebut. Selain itu, pembagian daging harus disegerakan dengan mempertimbangkan lamanya umur simpan daging.

Daging mudah sekali rusak oleh mikroba. Kerusakan pada daging dapat dikenal karena tanda-tanda sebagai berikut: adanya perubahan bau menjadi tengik atau bau busuk, terbentuknya lender, adanya perubahan warna, adanya perubahan rasa.

Lama umur simpan berbagai bahan makanan berbeda-beda berdasarkan jenisnya. Daging merah seperti daging sapi, kambing domba atau yang lainnya tidak dapat disimpan disuhu ruangan terlalu lama sehingga untuk menjaga mutunya tetap baik daging dapat disimpan di kulkas atau freezer. Penyimpanan daging dikulkas dapat bertahan selama tiga sampai empat hari saja sedangkan penyimpanannya di freezer dapat bertahan hingga 4-12 bulan. Suhu dan lama penyimpanan daging mentah dan segar, yaitu: -5° – 0°C (< 3 hari), -10° – -5°C (≤1 minggu), < -10°C (>1 minggu) (Kemenkes RI, 2013).

Amel ed Nh

dilengkapi artikel Tips Menyimpan Daging, Agar Terjaga Kualitasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *