Search in:

Tips Menyimpan Daging, Agar Terjaga Kualitasnya

Daging merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam menjalankan proses metabolisme. Hampir semua kalangan umur menyukai daging karena memiliki cita rasa yang istimewa apalagi jika dimasak dengan kombinasi bumbu yang beragam. Selain protein daging juga mengandung komposisi air, protein, lemak dan mineral. Komposisi daging tersebut merupakan sumber makanan yang cocok bagi bakteri. Aktivitas mikroba yang meningkat pada daging menyebabkan daging rusak dan busuk. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya untuk menyimpan daging dengan cara yang baik dan benar untuk meningkakan umur simpan daging dan mencegah pencemaran dari bakteri patogen.

Banyak cara dalam menyimpan daging agar tetap awet dan terjaga kualitasnya salah satunya dengan metode pendinginan dan pembekuan

A.Petunjuk Penyimpanan Dengan Metode Pendinginan

Tempatpenyimpanandingin biasa disebut refrigerator/kulkas (untuk skala rumah tangga) atau chiller room (untuk skala industri). Temperatur yang direkomendasikan pada penyimpanan dingin adalah -1- 00C (umumnya 0-50 C). Metode pendinginan bertujuan untuk mempertahankan kualitas daging karena dengan penurunan temperature sampai -10 C akan menghambat pertumbuhan bakteri. Selama pendinginan kualitas daging seperti warna, aroma, juiciness, tenderness (keempukan), dan nilai gizi. Daging dapat bertahan 2-3 hari dengan kondisi daging tidak dikemas vakum.

Sumber: kumparan

Berikut merupakan langkah-langkah penyimpanan daging dengan metode pendinginan.

  1. Daging segar yang tidak untuk dimasak dibungkus menggunakan plastic film dimaksudkan agar permukaan daging tidak kering karena temperature yang rendah.
  2. Daging yang sudah dibungkus lalu dimasukkan ke dalam refrigerator/Chiller danditempatkan pada bagian yang paling dingin.
  3. Apabila setiap hari ada proses masuk-keluar daging dari refrigerator, maka pola FIFO (frist in First out) harus diterapkan dengan cara menuliskan tanggal saat daging dimasukkan.
  4. Jika setelah 3 hari daging masih tersisa dalam refrigerator, daging sebaiknya dipindahkan  ke freezer yaitu disimpan beku dengan membungkus daging dengan kemasan plastic yang lebih tebal

B.Petunjuk Penyimpanan Dengan Metode Pembekuan

Penyimpanan daging dimulai dengan meletakkan daging dalam freezer (bagian atas pada unit refrigerator) atau freezer room (untuk skala industri). Temperatur yang direkomendasikan untuk pemebekuan adalah -18o C sampai -20 0 C dengan sistem pembekuan cepat .  Ketahanan daging yang disimpan dalam keadaan beku adalah 3-6 bulan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembekuan adalah tidak boleh sering terjadi fluktuasi temperature yang akan mengakibatkan pencapaian titik beku pada bagian tengah daging menjadi lambat.

Berikut merupakan langkah-langkah penyimpanan daging dengan metode pembekuan.

  1. Kondisi daging yang akan dibekukan harus masih fresh
  2. Daging dibungkus menggunakan kemasan plastic agak tebal dan dikemas rapat agar tidak mengalami dehidrasi/kekeringan (freezer bun). Daging yang mengalami dehidrasi (freezer burn) akan mengalami perubahan warna di permukaan daging (coklat kehitaman) dan setelah diolah daging akan terasa a lot dan terjadi penyimpangan citarasa
  3. Daging yang akan dibekukan sebelum dimasak dilakukan proses pencairan kembali  (thawing). Adapun metode thawing daging beku yang direkomendasikan adalah dengan memindahkan daging beku dari freezer ke chiller. Sebagian besar nilai gizi daging akan dipertahankan selama pembekuan dan hanya zat makanan yang larut dalam air yang akan hilang bersama daging (drip) selama proses pencairan kembali (thawing). Kerusakan warna,aroma, dan sari minyak akan lebih kecil jika cara pembekuan dan penyimpananya diatur dengan baik.

Demikian tips menyimpan daging segar agar tetap awet dan terjaga kualitasnyayang bisa diterapkan dirumah. Apalagi dimasa saat ini bertepatan dengan hari raya Idul Adha yang pastinya para ibu-ibu dirumah banyak dapat jatah daging sapi maupun kambing.

Indahtul Mufidah ed NH

REFERENSI

Bahar, B. (2003) Panduan Praktis Memilih Produk Daging. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Komariah, Surajudin and Purnomo, D. (2005) Aneka Olahan Daging Sapi Sehat, Bergizi dan Lezat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Baca juga artikel : Daging Kambing Tidak Menyebabkan Kenaikan Tekanan Darah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *