Search in:

DANGKE, KEJU KHAS KABUPATEN ENRENGKAN

Siapa yang tidak suka keju? Keju merupakan makanan yang banyak disukai orang lho, terutama penyuka makanan asin. Olahan keju banyak jenisnya, salah satunya Danke. Yuk kita simak penjelasannya dibawah ini.

Apa Itu Dangke?

Dangke ataun keju khas Indonesia yang berasal dari Kabupaten Engrekang berpotensi sebagai designer food. Dangke (Dangke well  dari bahasa Belanda yang artinya terima kasih) terbuat dari susu segar dari kerbau, kambing ataupun sapi yang digumpalkan dengan bahan alami tanpa disertai bahan pengawet. Cita rasa dangke mirip dengan keju namun untuk tampilan dan teksturnya mirip dengan tahu yang berwarna putih bersih hingga kekuningan.

Designer food merupakan istilah yang diberikan pada makanan yang diolah atau ditambahkan dengan zat gizi agar memiliki nilai biologis tinggi serta bermanfaat bagi  tubuh serta dapat dikonsumsi sehari-hari seperti makanan biasa.

Cara Mengkonsumsi Dangke

Masyarakat kabupaten Enrekang umumnya mengonsumsi dangke sebagai lauk pendamping nasi sehari-hari dan sebagai pangan selingan yang mana disantap dengan mencampurkan dangke dengan gula aren atau sambal jeruk nipis. Berdasarkan jumlah air yang terkandung, dangke termasuk golongan keju lunak dengan presentase kadar air mencapai 45,75%, berwarna putih dan bertekstur elastis.

Dangke berbahan dasar susu kerbau khas masyarakat Engrekang merupakan bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi, terdiri dari air 47,75%; abu 2,32%; lemak 33,89%; protein 17,01%; serta komponen-komponen lainnya dalam jumlah kecil yakni vitamin dan mineral.

Menurut Infovet (2009), kelebihan susu kambing terletak pada ukuran globula lemaknya yang lebih kecil sehingga kecernaannya lebih tinggi serta kandungan alergenik yang lebih rendah daripada susu sapi.

Bahan Pembuatan Dangke

Selain menggunakan susu kerbau, pembuatan dangke dengan susu kambing ataupun sapi juga telah dikembangkan mengingat jumlah komoditi susu kerbau yang lebih sedikit dari pada susu kambing ataupun sapi. Penggunaan susu kambing jenis etawa berpotensi menggantikan penggunaan susu kerbau sebagai bahan dasar dangke mengingat kambing etawa bisa menghasilkan 3 liter susu dalam.

Menurut Sodiq & Abidin (2009), jumlah butiran lemak yang berdiameter kecil (1-10 milimikron) dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing, sehingga susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, serta tidak menimbulkan diare pada orang yang mengonsumsinya.

Proses Pembuatan Dangke

Dangke diolah dari susu sapi atau susu kerbau yang dipanaskan dengan api kecil sampai hampir mendidih, kemudian ditambahkan koagulan berupa getah buah pepaya (papain) sehingga terjadi penggumpalan, dan terkadang juga ditambahkan garam sehingga menghasilkan gumpalan (curd) dan cairan (whey). Rata-rata satu buah dangke dibuat dari 1,25-1,5 liter susu segar dan diolah secara tradisional  (Ridwan, 2005).

Pemanasan bertujuan untuk menghilangkan bakteri patogen yang terkandung dalam susu. Curd dan whey dipisahkan dengan tempurung kelapa sebagai alat penyaring sekaligus pencetak dangke, setelah memadat dangke dibungkus dengan daun pisang dan siap dikonsumsi.

Artikel terkait :

Yuk Kenali Jenis Keju

Pengembangan Keju Lemak Rendah Sebagai Pangan Fungsional

Fiki ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *