Search in:

6 Faktor Penyebab Pertumbuhan Gigi Anak

Proses erupsi gigi pada pertumbuhan dan perkembangan anak dapat disebabkan oleh empat hal diantaranya, gigi terdorong ke dalam mulut disebabkan karena pertumbuhan akar, pertumbuhan tulang di sekitar gigi, tekanan dari pembuluh darah, dan karena adanya dorongan dari bantalan gigi.1

Faktor-faktor yang memnyebabkan masalah pertumbuhan gigi pada anak antara lain :

Sosial ekonomi

Tingkat sosial ekonomi dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi terbukti memiliki kemunculan gigi lebih awal dibandingkan dengan anak-anak dengan status sosial ekonomi rendah. Perawatan kesehatan yang lebih baik pada anak-anak dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi mempengaruhi perkembangan gigi sebelumnya.2 3

Gizi

Gizi sebagai faktor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi. Anak-anak dengan status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya asupan gizi yang seimbang. Pertumbuhan gigi dapat dipengaruhi oleh zat-zat gizi, seperti kalsium, fosfor, protein, dan vitamin dalam makanan. Pada masa pra-erupsi gigi, zat-zat gizi tersebut memiliki peran yang penting dalam pembentukan struktur gigi. Asupan zat gizi yang buruk menyebabkan status gizi yang buruk, yang menimbulkan manifestasi berupa penurunan berat badan dsn terhambatnya pertumbuhan pada anak. 2 3

Selain itu, status gizi anak yang buruk dapat menyebabkan kejadian malnutrisi. Kondisi malnutrisi dapat mempengaruhi aktivasi ameloblas dan mengakibatkan kerusakan email gigi. Defisiensi vitamin juga menyebabkan osteogenesis dan amelogenesis sehingga defisiensi vitamin dapat menimbulkan hipoplasia dan hipokalsifikasi 4

Jenis Kelamin

Waktu erupsi gigi permanen rahang atas dan bawah terjadi bervariasi pada setiap individu. Anak perempuan pada umumnya memiliki waktu erupsi gigi yang lebih cepat dibandingkan lanak laki-laki. Perbedaan waktu erupsi gigi keduanya rata-rata 4-6 bulan. Proses kalsifikasi, pembentukan akar dan penutupan apikal gigi pada perempuan lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kematangan seksual pada kedua jenis kelamin yang dipengaruh hormon. 2 5

Ras

Perbedaan ras dapat menyebabkan perbedaan waktu dan urutan erupsi gigi permanen. Tahap erupsi gigi pada orang afrika selatan terjadi pada usia dini dan pada orang jepang terjadi pada usia lanjut. Wanita Afrika Selatan mengalami erupsi gigi rata-rata 1,6-1,8 tahun lebih awal dari wanita Jerman, sedangkan wanita Jepang rata-rata 0,9-3,3 tahun lebih tua dari wanita Jerman. Laki-laki Afrika Selatan mengalami erupsi gigi rata-rata 3,0–3,2 tahun lebih muda daripada laki-laki Jerman dan laki-laki Jepang rata-rata 3,1–4,2 tahun lebih tua daripada laki-laki Afrika Selatan. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan ukuran palatal pada setiap kelompok ras/etnis. Orang Afrika selatan memilki ukuran terbesar dan orang Asia memiliki ukuran palatal terkecil6.

Hormonal

Sistem endokrin merupakan salah satu komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia selain sistem saraf pusat. Hormon tumbuh kembang ini dapat mempengaruhi erupsi gigi.  Gangguan kelenjar endokrin biasanya memiliki efek mendalam pada seluruh tubuh, termasuk gigi. Hipotiroidisme, hipopituitarisme, hipoparatiroidisme, dan pseudohipoparatiroidisme adalah gangguan endokrin yang paling umum terkait dengan keterlambatan erupsi gigi permanen. Perkembangan gigi yang cepat telah berhubungan dengan peningkatan sekresi androgen adrenal. 2

Pada kelenjar tiroid yang berkaitan dengan proses erupsi gigi adalah Congenital hypothyroidism. Gangguan ini disebabkan oleh gangguan pertumbuhan kelenjar tiroid yang menyebabkan kekurangan hormon tiroid yang bersifat herediter. Manifestasi pada pertumbuhan gigi, yaitu terjadi keterlambatan pada erupsi gigi sulung dan eksfoliasi gigi sulung yang berdampak pada keterlambatan erupsi gigi permanen. Selain itu, kekurangan produksi parathyroid hormone (PTH) dapat menyebabkan penurunan kalsium yang dapat mengganggu proses kalsifikasi gigi sehingga dapat berakibat tertundanya erupsi gigi.1

Genetik

Faktor genetik dapat mempengaruhi kecepatan waktu erupsi gigi yang mempunyai pengaruh terbesar dalam menentukan waktu dan urutan erupsi gigi, termasuk proses kalsifikasi. Beberapa kelainan dan gangguan genetik yang memengaruhi erupsi gigi antara lain gangguan yang memengaruhi pembentukan enamel folikel gigi, seperti Amelogenesis Imperfekta dan Hurler Syndrom serta gangguan yang mengganggu aktivitas osteoklastik, seperti Cleidocranial Dysplasia dan osteopetrosis. Gangguan dan kelainan genetik ini dapat menyebabkan penundaan erupsi gigi permanen dan kegagalan erupsi gigi. 2

Selain itu faktor genetik juga berhubungan dengan sindrom yang disertai hypoplasia, seperti Down sindroma, dysplasia ektodermal, sindroma nefrotik, Epidermolisisbulosa, Trihodentoosseus, Pseudoparatiroidisme, Sturge weber, dan Turner. Penyebab kelainan ini adalah trauma pada jaringan gigi dan mulut, infeksi kronik gigi, radiasi, serta fraktur rahang. 4

REFERENSI

1. Sarah S, Amrullah A, Handayani H, Tahap Profesi M, Ilmu B, Gigi K, et al. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan erupsi gigi permanen pada anak. 2015;1–5.

2. Almonaitiene R, Balciuniene I, Tutkuviene J. Factors influencing permanent teeth eruption. Part one–general factors. Stomatologija. 2010;12(3):67–72.

3. Rahmawati AD, Retriasih H, Medawati A. Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula. Idj. 2014;3 No. 1:16–21.

4. Djamaluddin N, Anwar AI, Pasiga B, Akbar FH, Pratiwi R, Chalid SE. Description of dental caries status and enamel defect on children aged 6-10 years in District of North Mamuju Gambaran status karies gigi dan defek email gigi pada anak usia 6-10 tahun di Kabupaten Mamuju Utara. 2020;9(1):1–7.

5. Ahmad P, Khalifa M, Rochmanita N. Perbandingan Waktu Erupsi Gigi M1 Permanen Mandibula Antara Anak Laki – Laki Dan Perempuan Di Ta’mirul Islam Surakarta Tahun 2014. 2014;1.

6. Olze A, Van Niekerk P, Ishikawa T, Zhu BL, Schulz R, Maeda H, et al. Comparative study on the effect of ethnicity on wisdom tooth eruption. Int J Legal Med. 2007;121(6):445–8.

Ladyamayu ed NH

Baca juga Pengaruh Gizi Pada Gigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *